Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pemkot Bandung Kaji Teknologi Alternatif Pengolahan Sampah Autothermix

Pemkot Bandung Kaji Teknologi Alternatif Pengolahan Sampah Autothermix
Pemkot Bandung Kaji Teknologi Alternatif Pengolahan Sampah Autothermix, dok. Diskominfo Bandung
Intinya Sih
  • Pemkot Bandung meninjau teknologi autothermix dari PT Tohaan sebagai alternatif pengolahan sampah, dengan kapasitas prototipe 1 ton per hari dan potensi pengembangan hingga 50 ton.
  • Teknologi autothermix menggunakan proses termal minim oksigen untuk meluruhkan sampah, berbeda dari pembakaran konvensional, dan dikembangkan oleh tenaga lokal sejak Desember 2023 di Serang.
  • Krisis sampah masih terjadi di Bandung karena TPA Sarimukti penuh, menyebabkan penumpukan dan bau tak sedap di berbagai TPS seperti Regol dan Turangga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah mengkaji teknologi alternatif pengolahan sampah berbasis autothermix sebagai salah satu opsi pendukung penanganan sampah di Kota Bandung.

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain beserta jajaran DLH Kota Bandung meninjau prototipe teknologi pengolahan sampah milik PT Tohaan Renewable Energy Engineering. Kepala Bidang Pengelolaan Limbah B3 DLH Kota Bandung, Salman Faruq mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung proses dan potensi pengembangan teknologi yang ditawarkan.

“Pak Sekda melihat salah satu inovasi pengolahan dan pemusnahan sampah menggunakan autothermix. Saat ini prototipenya berkapasitas 1 ton per hari, namun harapannya bisa dikembangkan hingga 50 ton per hari,” ujar Salman melalui siaran pers dikutip IDN Times, Jumat (8/5/2026).

Menurutnya, berbagai aspek masih akan dikaji lebih lanjut sebelum adanya keputusan lanjut.

“Kami akan kaji lebih dalam, baik dari sisi penggunaan teknologinya, skema kerja samanya, lokasi, dan hal-hal teknis lainnya. Nanti hasilnya akan dilaporkan kepada Pak Sekda,” katanya.

1. Gunakan sistem baru

WhatsApp Image 2026-05-07 at 14.18.10.jpeg
Pemkot Bandung Kaji Teknologi Alternatif Pengolahan Sampah Autothermix, dok. Diskominfo Bandung

Sementara itu, Direktur Utama PT Tohaan Renewable Energy Engineering, Budi Permana menjelaskan, teknologi autothermix yang dikembangkan merupakan sistem pengolahan sampah berbasis proses termal dengan konsep minim oksigen.

Menurutnya, pendekatan tersebut berbeda dengan sistem pembakaran konvensional karena lebih menitikberatkan pada proses peluruhan material sampah melalui pengendalian suhu dan oksigen.

“Konsepnya menggunakan minim oksigen dengan proses termal tertentu sehingga sampah mengalami peluruhan,” ujar Budi.

2. Alat sekarang masih prototipe

WhatsApp Image 2026-05-07 at 14.18.11 (1).jpeg
Pemkot Bandung Kaji Teknologi Alternatif Pengolahan Sampah Autothermix, dok. Diskominfo Bandung

Ia menambahkan, perangkat yang saat ini ditinjau masih berupa prototipe dengan kapasitas sekitar 1 ton sampah per hari dan dirancang agar dapat dikembangkan ke kapasitas yang lebih besar.

“Versi pertama perangkat kami sudah beroperasi sejak Desember 2023 di Kabupaten Serang. Sekarang yang dilakukan adalah penyempurnaan,” katanya.

Menurut Budi, teknologi tersebut dikembangkan oleh tenaga lokal dan diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif solusi penanganan sampah di Kota Bandung.

Pemkot Bandung memastikan, peninjauan ini merupakan bagian dari upaya mencari berbagai alternatif solusi pengelolaan sampah yang tetap memperhatikan aspek regulasi, teknis, dan lingkungan.

3. Bandung darurat sampah

IMG_20260505_095414.jpg
Penumpukan sampah di TPS Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

Masyarakat Kota Bandung harus bersabar mencium bau tak sedap yang ada di sekitar tempat pembuangan sementara (TPS). Musababnya, sampah di TPS saat ini belum bisa diangkut karena kuota pembuangan ke tempat pembuangan akhir (TPA) di Sarimukti, Bandung Barat, sudah penuh.

Dari pantauan IDN Times, Selasa (5/5/2026), gerobak pengangkut sampah di sejumlah TPS sudah penuh dan dibiarkan di pinggir jalan. Sebagian pekerja ada memilih sampah yang bisa didaur ulang, walaupun banyaknya adalah sampah tercampur yang sulit untuk diolah.

Di TPS Regol misalnya, gerobak sampah sudah tertahan beberapa hari. Beberapa roda dikosongkan untuk mengambil sampah dari pemukiman warga, dan dibawa ke TPS yang sebenarnya sudah penuh.

Penumpukan juga terjadi di TPS Turangga, Buahbatu. Sampah yang biasanya diambil tiga hari sekali atau semingu dua kali ini sekarang harus menumpuk hingga ke badan jalan.

Bau tidak sedap dan lalat yang mengerubungi tumpukan sampah tersebut menjadi pemandangan setiap pengemudi yang melintas di kawasan tersebut.

"Saya kan kerjanya hanya ambil sampah dari warga disimpan ke sini sesuai arahan dari RW. Kalau belum diambil saya juga bingung karena biasanya sih seminggu dua kali dibawa," ungkap Kokom pekerja di TPS Turangga.

Di sekitar TPS Turangga, lanjutnya, ada tempat pengolahan sampah organik. Namun, pengolahan ini dianggap kurang maksimal.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More