Wanita di Bandung Sembunyikan Sabu di Kemaluan Saat di Lapas Jelekong

- Seorang wanita berinisial S tertangkap di Lapas Jelekong saat mencoba menyelundupkan sabu yang disembunyikan di kemaluannya untuk diberikan kepada warga binaan berinisial A.
- Petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung menggagalkan penyelundupan 12 paket sabu, sinte, inex, dan cangklong, lalu menyerahkan barang bukti ke Sat Narkoba Polresta Bandung.
- Kasus serupa juga terjadi di Lapas Banceuy, di mana dua pengunjung kedapatan membawa 13 paket sabu dalam dubur untuk diserahkan kepada narapidana bernama Denis Setiawan.
Bandung, IDN Times - Penyelundupan narkoba ke dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas) kali ini terjadi di Jelekong, Kabupaten Bandung, (7/5/2026). Dalam kasus ini, narkoba itu sembunyikan narkoba di kemaluannya. Wanita berinsial S diamankan petugas lapas, karena kepergok menyerahkan narkoba kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Kalapas Jelekong Sopiana mengatakan, kronologi kepergoknya seorang wanita inisial S tersebut, usai mengunjungi salah satu warga binaan berinisial A.
"S mengunjungi A pukul 11.30 WIB, S ini menyembunyikan narkoba di alat kemaluannya (vagina). Usai menyerahkan narkoba S langsung pergi keluar Lapas. Saat A mau kembali ke kamar blok hunian prosedurnya dilakukan pemeriksaan kembali oleh petugas jaga dan ditemukan paket Narkoba," kata Sopian dalam konferensi pers.
1. Didapati saat awal pemeriksaan

Sopian mengungkapkan, saat S memasuki area lapas langsung dilakukan pemeriksaan oleh petugas P2U dan petugas pemeriksaan secara maksimal sesuai prosedur. Pemeriksaan maksimal dilakikan di pintu masuk P2U dan ruang pemeriksaan barang dan badan.
"Petugas yang jeli melihat gerak gerik S langsung mengamati S secara maksimal. Pemeriksaan dari mulai pemeriksaan badan dan barang bawaan sudah dilakukan, namun untuk mengecek bagian alat kemaluan kami akui kami keterbatasan alat untuk mendeteksi hal tersebut. Namun bukan berarti petugas Lapas lengah dan terkecoh," ungkapnya.
2. Amankan 12 paket sabu

Kejadian penggagalan masuknya narkoba ke Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung, hasil kerja maksimal dan komitmen tinggi, sehingga bisa digagalkan masuk ke Lapas.
"Ini adalah keberhasilan petugas kesatuan pengamanan Lapas yang jeli melihat adanya potensi masuknya barang terlarang seperti narkoba. Saya mengapresiasi langkah ini dengan komitmen tinggi agar Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung bebas narkoba sesuai komitmen Zero Halinar," terang Kalapas.
Dengan adanya penggagalan ini,pihak Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung langsung berkoordinasi dengan jajaran Sat Narkoba Polresta Bandung.
"Barang bukti narkoba yang disita kami serahkan ke Sat Narkoba Polresta Bandung, dan langsung dibuka dengan rincian narkoba berupa Sabu sebanyak 12 paket, 10 paket sinte bibit, 1 paket bibit Sinte cair, 5 butir Inex dan Satu buah cangklong," jelas Kalapas.
Pihak Lapas Jelekong berterima kasih atas sinergi dengan Sat Narkoba Polresta Bandung yang langsung menyikapi temuan penggagalan narkoba.
"Ini bukti petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung memegang teguh komitmen zero Halinar (handphone,pungli dan narkoba) hilang dari Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung," pungkasnya.
3. Kasus ini juga terjadi di Lapas Banceuy

Upaya penyelundupan narkotika ke dalam Lapas Banceuy, Kota Bandung, kembali berhasil digagalkan petugas. Dua orang pengunjung nekat menyembunyikan belasan paket sabu di dalam dubur untuk diserahkan kepada seorang narapidana kasus pencurian.
Modus penyelundupan dengan cara ekstrem ini terungkap setelah petugas mencurigai gerak-gerik pengunjung saat pemeriksaan. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan 13 paket sabu seberat 10,64 gram yang dibungkus kondom dan hendak diserahkan kepada warga binaan bernama Denis Setiawan.
“Kita mendapatkan narkoba sebanyak 13 paket yang dibawa oleh narapidana bernama Denis dan setelah kita telusuri, ternyata melewati kunjungan. Di mana kunjungan itu ada dua orang satu adiknya dan satu teman adiknya,” kata Kepala Lapas Banceuy Eris Ramdani di Lapas Banceuy, Senin (4/5/2026).


















