Saptol PP Sayangkan Vandalisme Diduga Tulisan Persija di Pasupati

- Satpol PP Kota Bandung mencari pelaku vandalisme di Jembatan Pasupati yang diduga singkatan dari Persija FC dengan warna oranye.
- Bambang Sukardi meminta Bobotoh tak terprovokasi dan menjaga keamanan, ketentraman, dan ketertiban menjelang pertandingan besar antara Persib melawan Persija.
- Laga kedua tim bakal dihelat di Stadion Gelora Bandung Lautan Api tanpa kehadiran suporter tim tamu sesuai regulasi Liga 1 2025/26 Pasal 5 tentang Keamanan dan Kenyamanan Ayat 7.
Bandung, IDN Times - Sejumlah media sosial mengunggah video vandalisme di Jembatan Pasupati yang PJFC yang diduga singkatan dari Persija FC dengan warna oranye. Namun, pada Jumat (9/1/2026), tulisan tersebut sudah ditimpa dengan cat warna abu-abu. Di samping tulisan tersebut kemudian terpampang tulisan lain "1933 Still Alive".
Kepala Satpol PP Kota Bandung Bambang Sukardi ikut prihatin dengan adanya vandalisme tersebut apalagi dalam dua hari ke depan akan ada pertandingan besar antara Persib melawan Persija.
"Nah, terus terang saja itu kan sarana umum, fasilitas umum, mestinya tidak boleh lah. Itu kan sangat mengganggu dan mengotori daripada estetika kota," kata Bambang saat dihubungi.
1. Cari pelaku vandalisme

Saat ini, Satpol PP Kota Bandung tengah berkoordinasi dengan dinas lain untuk mencari tahu pelaku perusakan fasilitas tersebut. Rekaman cari kamera pengawas pun dicek agar pelaku segera ditemukan.
"Kita nanti kita koordinasi dengan Diskominfo. Kira-kira itu kira bisa enggak ditelusuri siapa pelakunya. Karena kan itu kejadiannya saat malam, dan ya namanya orang bergerak sulit juga kita," paparnya.
2. Minta Bobotoh tak terprovokasi

Bambang pun meminta masyarakat khususnya Bobotoh pendukung Persib agar tidak terprovokasi kejadi tersebut. Hal yang harus diutamaka saat ini adalah keamanan, ketentraman, dan ketertiban menjelang pertandingan.
Dia mengimbau suporter lawan yang datang atau sudah ada di Bandung tidak melakukan perusakan fasilitas lainnya. Semua penikmat sepakbola harus bersenang-senang dengan adanya laga klasik ini.
"Jadi jangan kita melakukan hal pelanggaran. Intinya mari kita ciptakan kondusifitas ini merupakan tanggung kita bersama," pungkasnya.
3. Suporter Persija dilarang datang ke GBLA

Laga kedua tim bakal dihelat di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu, 11 Januari 2026, pukul 15.30 WIB. Sesuai regulasi, pertandingan penutup putaran pertama Super League 2025/26 ini digelar tanpa kehadiran suporter tim tamu.
Ketentuan tersebut merujuk pada Regulasi Liga 1 2025/26 Pasal 5 tentang Keamanan dan Kenyamanan Ayat 7, serta Pasal 141 Kode Disiplin PSSI Tahun 2023. Regulasi ini secara tegas melarang suporter tim tamu hadir di stadion demi menjaga keamanan, ketertiban, dan kualitas penyelenggaraan pertandingan.
Head of Communications Persib, Adhi Pratama, menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan adalah tanggung jawab bersama. Menurutnya, keberhasilan pertandingan bukan hanya soal hasil di lapangan, tetapi juga tentang bagaimana semua pihak menjaga suasana yang aman dan saling menghormati.
"Kami berharap aturan ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Pelanggaran akan berujung pada sanksi tegas," ujarnya.
Adhi menambahkan, Komite Disiplin PSSI saat ini aktif menindak setiap pelanggaran. Sanksi yang dijatuhkan tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga dapat merugikan klub secara keseluruhan. Karena itu, disiplin dan kesadaran bersama menjadi kunci.
"Demi kebaikan bersama, keamanan pertandingan, dan kemajuan klub kebanggaan masing-masing, mari kita patuhi dan tegakkan aturan yang telah disepakati. Sepakbola Indonesia akan tumbuh lebih sehat jika kita semua berperan," tutupnya.
Dengan saling menghormati aturan, pertandingan besar ini diharapkan berlangsung aman, nyaman, dan menjadi contoh positif bagi ekosistem sepak bola nasional.


















