Bukber Perumda Pasar Juara Bandung: Pasar Bukan Cuma Soal Ekonomi

- Perumda Pasar Juara Bandung menggelar buka puasa bersama untuk mempererat hubungan antara pengelola, dewan pengawas, dan pedagang pasar tradisional.
- Acara ini menegaskan bahwa pasar bukan sekadar tempat transaksi ekonomi, tetapi juga ruang sosial yang membangun kebersamaan dan rasa kekeluargaan masyarakat.
- Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai simbol sinergi berkelanjutan demi mewujudkan pasar tradisional Bandung yang lebih tertata, harmonis, dan berdaya saing.
Bandung, IDN Times - Siapa bilang pasar tradisional cuma soal tawar-menawar harga cabai atau daging? Di Kota Bandung, pasar justru jadi ruang rindu yang penuh kekeluargaan. Hal ini dibuktikan langsung oleh keluarga besar Perumda Pasar Juara Kota Bandung yang baru saja menggelar agenda buka puasa bersama.
Bukan sekadar makan-makan, momen ini jadi ajang "curhat" sekaligus mempererat ikatan antara pengelola, dewan pengawas, hingga para tokoh pedagang. Direktur Utama Perumda Pasar Juara, Pradana Aditya Wicaksana, menyebut kalau pasar adalah jantungnya masyarakat.
1. Meruntuhkan sekat antara pengelola dan pedagang

Kadang, ada jarak yang terasa antara manajemen dan pedagang yang setiap hari berjibaku di lapangan. Tapi di acara ini, semua sekat itu runtuh. Duduk bersama dalam satu meja, mereka berbagi cerita sembari menunggu azan Magrib.
Pradana Aditya menekankan kalau kolaborasi adalah kunci. Tanpa hubungan yang harmonis, sulit rasanya menjaga stabilitas pasar. Dengan komunikasi yang santai begini, masalah-masalah di lapangan jadi lebih mudah dicari solusinya bareng-bareng.
2. Pasar sebagai ruang sosial, bukan sekadar transaksi

Selama ini kita mungkin melihat pasar hanya sebagai tempat perputaran uang. Padahal, bagi banyak orang, pasar adalah tempat mereka menghabiskan sebagian besar waktu hidupnya.
"Pasar bukan hanya pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga ruang kebersamaan masyarakat," ujar Pradana. Lewat bukber ini, Perumda Pasar Juara ingin mengembalikan marwah pasar tradisional sebagai tempat yang aman, nyaman, dan punya ikatan emosional yang kuat bagi warganya.
3. Sinergi demi pasar tradisional yang lebih "Juara"

Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama yang khidmat. Harapannya satu: sinergi ini nggak cuma berhenti di meja makan. Para tokoh pedagang yang hadir pun merasa lebih dihargai dan dilibatkan dalam visi memajukan pasar rakyat. Ke depannya, lewat komunikasi yang makin cair, Perumda Pasar Juara optimis pasar tradisional di Bandung bakal makin tertata dan berkelanjutan.


















