Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Belanja Dapur di Cirebon Makin Mahal Jelang Lebaran 2026

Belanja Dapur di Cirebon Makin Mahal Jelang Lebaran 2026
Potret cabai (pexels.com/@jankao)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Harga sejumlah bahan pokok di Cirebon naik menjelang Lebaran 2026, terutama cabai, minyak goreng, dan daging, yang mulai menekan daya beli masyarakat.
  • Pantauan di Pasar Pasalaran menunjukkan cabai rawit merah tembus Rp105 ribu per kilogram, sementara beras dan telur ayam masih relatif stabil.
  • Warga mengeluhkan lonjakan harga pangan karena membuat pengeluaran rumah tangga meningkat, terutama untuk cabai dan minyak goreng yang kini jadi komoditas paling mahal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Cirebon, IDN Times - Harga sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mulai merangkak naik menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Pantauan harga pada Selasa (17/3/2026) atau H-4 Lebaran menunjukkan mayoritas bahan pokok mengalami kenaikan, terutama cabai, minyak goreng, dan daging. Kondisi tersebut mulai menekan daya beli masyarakat.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Strategis (PIHPS) Nasional, cabai merah besar tercatat berada di level Rp55.700 per kilogram atau naik sekitar 28,05 persen dibanding periode sebelumnya. Cabai merah keriting juga meningkat signifikan menjadi Rp53.150 per kilogram, naik hampir 25 persen.

Sementara itu, cabai rawit merah menyentuh Rp105.200 per kilogram, menjadikannya komoditas dengan harga paling tinggi di kelompok bumbu dapur.

Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada komoditas cabai. Minyak goreng curah juga mengalami lonjakan hingga 10,29 persen menjadi Rp23.050 per kilogram. Harga daging sapi kualitas satu tercatat Rp154.050 per kilogram, sedangkan daging sapi kualitas dua mencapai Rp145.550 per kilogram.

Di sisi lain, beberapa komoditas relatif stabil. Harga beras berbagai kualitas terpantau tidak mengalami perubahan, dengan kisaran Rp13.450 hingga Rp16.850 per kilogram. Telur ayam ras juga masih bertahan di angka Rp30.900 per kilogram.

1. Cabai jadi penyumbang lonjakan harga

IMG_20251222_091201.jpg
Isi sembako yang dibagikan saat Hari Ibu. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Kenaikan harga paling mencolok terjadi pada komoditas cabai. Lonjakan harga cabai merah besar dan cabai merah keriting diperkirakan dipicu oleh meningkatnya permintaan menjelang Lebaran, sementara pasokan dari sentra produksi belum sepenuhnya stabil.

Kondisi ini membuat harga cabai kembali menjadi penyumbang utama inflasi pangan di pasar tradisional. Harga cabai rawit merah bahkan telah menembus lebih dari Rp100 ribu per kilogram, angka yang dinilai cukup tinggi bagi sebagian besar konsumen rumah tangga.

Selain cabai, komoditas minyak goreng curah juga menunjukkan tren kenaikan cukup tajam. Minyak goreng kemasan bermerek tercatat berada di kisaran Rp22.000 hingga Rp22.650 per kilogram, naik sekitar 2 hingga 2,5 persen.

Sementara itu, harga bawang merah ukuran sedang tercatat Rp45.550 per kilogram, naik tipis sekitar 0,77 persen. Bawang putih juga mengalami kenaikan kecil menjadi Rp39.750 per kilogram.

2. Pantauan harga di Pasar Pasalaran

IMG_20250823_094146.jpg
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ngobrol dengan seorang pedagang sembako Pasar Bulu Semarang dalam rangka mengecek kualitas beras SPHP. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Kenaikan harga sejumlah komoditas juga terlihat dari aktivitas perdagangan di Pasar Pasalaran, Kabupaten Konoha. Sejumlah pedagang mengakui harga beberapa bahan pokok mulai bergerak naik sejak awal pekan ini.

Cabai merah keriting di pasar tersebut dijual di kisaran Rp52 ribu hingga Rp55 ribu per kilogram. Sementara cabai rawit merah berada pada kisaran Rp100 ribu hingga Rp105 ribu per kilogram.

Harga daging ayam ras segar juga naik menjadi sekitar Rp41 ribu per kilogram. Sementara minyak goreng curah dijual sekitar Rp23 ribu per kilogram.

Namun demikian, beberapa komoditas pokok seperti beras masih relatif stabil. Beras kualitas medium dijual di kisaran Rp14 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram, tidak jauh berbeda dibandingkan pekan sebelumnya.

Pedagang di pasar setempat menyebutkan kenaikan harga umumnya terjadi karena meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Lebaran.

3. Pembeli mulai mengeluhkan harga

ilustrasi warung sembako (pexels.com/Hale)
ilustrasi warung sembako (pexels.com/Hale)

Kenaikan harga pangan mulai dirasakan oleh masyarakat yang berbelanja kebutuhan harian di pasar tradisional. Sejumlah pembeli mengaku harus menyesuaikan jumlah belanja karena harga bahan pokok terus merangkak naik.

Salah seorang pembeli, Siti (39 tahun), warga Kecamatan Sumber, mengatakan harga cabai dan minyak goreng menjadi komoditas yang paling terasa kenaikannya.

“Biasanya beli cabai setengah kilo sudah cukup untuk beberapa hari, sekarang harganya mahal sekali. Kalau cabai rawit sudah di atas Rp100 ribu per kilo, jadi terpaksa beli sedikit,” ujarnya saat ditemui di Pasar Pasalaran, Selasa (17/3/2026).

Menurutnya, kenaikan harga juga terjadi pada beberapa bahan lain seperti daging ayam dan bawang. Kondisi tersebut membuat pengeluaran belanja rumah tangga meningkat menjelang Lebaran.

Hal senada disampaikan pembeli lainnya, Rahman (45 tahun), yang mengaku harus lebih selektif dalam membeli kebutuhan dapur. Ia menilai lonjakan harga cabai dan minyak goreng cukup membebani masyarakat.

“Kalau harga bahan pokok naik terus seperti ini, belanja jadi terasa berat. Apalagi menjelang Lebaran biasanya kebutuhan juga meningkat,” katanya.

Share
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More