Sany Buat Jaringan Tanggap Bencana Asia-Pasifik, Indonesia Ikut Serta

- Sany Group meluncurkan jaringan operasi penyelamatan bersama Asia Pasifik di Karawang untuk memperkuat koordinasi dan respons bencana di kawasan rawan seperti Indonesia.
- Indonesia dianggap strategis karena tingkat risiko bencana tinggi, dengan sistem yang memungkinkan pengerahan alat dan tenaga teknis lebih cepat saat terjadi bencana.
- Peluncuran jaringan ini juga membuka peluang kolaborasi antara Sany, pemerintah daerah, dan BPBD dalam penguatan kesiapsiagaan serta pengembangan sumber daya manusia dan sektor pertanian.
Bandung, IDN Times - Bencana alam menjadi kejadian yang harus diantisipasi bersama. Kejadian tersebut bisa terjadi di mana saja termasuk di kawasan Asia seperti Indonesia. Terlebih dengan kontur wilayah Indonesia membuat kasus kebencanaan yang menimbulkan korban jiwa cukup banyak di Indonesia.
Untuk mempersiapkan respons cepat dalam tanggap bencana, perusahaan alat berat Sany Group meluncurkan Asia-Pacific Regional Joint Rescue Operation Network atau jaringan operasi penyelamatan bersama Asia Pasifik di Karawang, Jawa Barat. Program ini ditujukan untuk memperkuat koordinasi dan respons kebencanaan di kawasan yang kerap menghadapi ancaman banjir, longsor, gempa bumi, hingga bencana alam lainnya.
Peluncuran jaringan tersebut melibatkan pemerintah daerah, BPBD, serta sejumlah mitra perusahaan. Indonesia menjadi salah satu negara yang dipandang memiliki peran penting dalam pengembangan jaringan tanggap darurat tersebut.
"Keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga kontribusinya bagi masyarakat," kata Chairman Sany Asia-Pacific, Zhang Song melalui siaran pers diterima IDN Times, Rabu (24/6/2026).
1. Indonesia dinilai strategis dalam jaringan penyelamatan regional

Sany menilai Indonesia memiliki posisi penting dalam program tersebut karena merupakan salah satu negara dengan tingkat risiko bencana yang tinggi di kawasan Asia Pasifik.
Melalui jaringan ini, perusahaan ingin membangun sistem koordinasi yang memungkinkan pengerahan peralatan, tenaga teknis, dan sumber daya lainnya secara lebih cepat ketika terjadi bencana.
Selain melibatkan unit usaha di Indonesia, program tersebut juga akan terhubung dengan berbagai negara lain di kawasan Asia Pasifik yang menjadi wilayah operasional perusahaan.
2. Pengalaman tangani banjir dan longsor jadi modal utama

Zhang menyebut, pembentukan jaringan tanggap bencana ini disebut berangkat dari pengalaman perusahaan dalam sejumlah operasi kemanusiaan di Indonesia.
Pada akhir 2025, Sany terlibat dalam penanganan banjir dan tanah longsor di Sumatra dengan mengerahkan 13 unit ekskavator untuk membuka akses ke desa-desa terdampak, memperbaiki tanggul, dan membersihkan material longsoran.
Perusahaan juga mengklaim turut membantu penanganan bencana longsor di Bandung Barat pada awal 2026. "Saat itu, alat berat dikirim ke lokasi beberapa jam setelah kebutuhan penanganan darurat dikonfirmasi oleh pihak terkait," paparnya.
3. Dorong kolaborasi kebencanaan dan pembangunan daerah

Peluncuran jaringan penyelamatan regional tersebut turut dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Karawang dan BPBD Karawang. Selain membahas penguatan respons bencana, perusahaan dan pemerintah daerah juga menjajaki peluang kerja sama di bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, serta sektor pertanian.
Pemerintah Kabupaten Karawang berharap kolaborasi dengan sektor swasta tidak hanya berdampak pada investasi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.
Dengan terbentuknya jaringan tersebut, diharapkan koordinasi penanganan darurat dapat dilakukan lebih cepat dan terintegrasi ketika terjadi bencana di kawasan Asia Pasifik.

















