Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Respons Kadin Jabar Soal Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Respons Kadin Jabar Soal Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
(Istimewa/IDN Times)
Share Article

Bandung, IDN Times - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat memberikan respons soal target pertumbuhan ekonomi 8 persen dalam lima tahun mendatang oleh pemerintah pusat. Target ini dinilai bisa terwujud dengan adanya dukungan berbagai pihak. 

Ketua Kadin Jawa Barat, Almer Faiq mengatakan, untuk menuju pencapaian target tersebut harus ada langkah konkret antara pemerintah dan pelaku usaha serta iklim bisnis yang nyaman. Dengan begitu, target menjadi angka yang masuk akal untuk dicapai. 

"Indonesia Emas 2045 bukan hanya impian, tetapi visi yang bisa kita wujudkan bersama," kata Almer usai Pelantikan Pengurus KADIN Jawa Barat periode 2024–2029 di Bandung, Rabu (15/1/2025). 

1. Mengajak membangun Kadin yang inklusif

(Istimewa/IDN Times)
(Istimewa/IDN Times)

Kadin Jabar sendiri kini tengah menyiapkan beberapa langkah strategis untuk mendukung perekonomian di bawah kepemimpinannya. Harapannya, Jabar masih mampu menjadi penyumbang besar dalam perekonomian secara nasional.

Almer juga mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk bekerja dengan penuh integritas dan semangat gotong royong.

"Mari bersama-sama mewujudkan Kadin yang progresif dan inklusif. Kami fokus pada pertumbuhan ekonomi sesuai arahan Presiden Prabowo," tuturnya.

2. Mendukung target-target dari Presiden Prabowo

(Istimewa/IDN Times)
(Istimewa/IDN Times)

Sementara, Ketua Umum KADIN Indonesia, Arsjad Rasjid, mengungkapkan komitmen organisasi untuk berkontribusi mewujudkan target ambisius Presiden, yakni 0 persen kemiskinan dan 8 persen pertumbuhan ekonomi nasional.

"Presiden Prabowo membawa visi besar untuk menerapkan ekonomi keadilan berbasis Pancasila," ungkapnya.

Dalam berbagai agenda ekonomi strategis, pemerintahan Prabowo menargetkan swasembada pangan dan energi dalam lima tahun mendatang. Fokus pada hilirisasi sumber daya alam, seperti nikel, bauksit, dan batubara, juga menjadi prioritas untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi Indonesia.

Menurut Arsjad, hilirisasi akan membuka lebih banyak lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Dengan memanfaatkan sumber daya alam secara optimal, kami dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," tuturnya.

3. Optimistis target pertumbuhan ekonomi tercapai

Kontribusi IIF Bagi Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan di Indonesia. (Dok/Istimewa).
Kontribusi IIF Bagi Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan di Indonesia. (Dok/Istimewa).

Sebagai mitra strategis pemerintah berdasarkan Undang-Undang No. 1 Tahun 1987 dan Keputusan Presiden No. 18 Tahun 2022, KADIN berkomitmen menginisiasi berbagai program untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional.

KADIN Jawa Barat diharapkan menjadi pelopor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi regional. "Kami harus optimistis. Dengan kerja keras dan gotong royong, target pertumbuhan ekonomi 8 persen sangat mungkin dicapai," ujar Arsjad.

Arsjad memaparkan sejumlah strategi yang dirumuskan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas), antara lain Pembangunan infrastruktur terintegrasi untuk mendukung konektivitas nasional; transformasi layanan kesehatan menuju ketahanan yang lebih baik; ketahanan energi melalui adopsi kendaraan listrik dan energi terbarukan; penguatan sektor UMKM dan industri manufaktur; pengembangan bisnis hijau untuk memperluas ekspor dan mencapai keberlanjutan dan Swasembada pangan sebagai fondasi ketahanan ekonomi.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana

Latest News Jawa Barat

See More

Kapal Muat 10 Ribu Ton Batu Bara Bocor di Sukabumi, Belasan ABK Dievakuasi

16 Jun 2026, 12:54 WIBNews