Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rektor Unpad: Mahasiswi yang Viral Berbincang dengan KDM Tetap Kuliah
ilustrasi suasana Unpad (youtube.com/FTIP Unpad)
  • Rektor Unpad Arief Kartasasmita memastikan mahasiswi baru berinisial K tetap kuliah dan tidak mengalami depresi atau mogok kuliah setelah videonya dengan Dedi Mulyadi viral.
  • Unpad akan memantau dan mendampingi K terkait persoalan keluarga, ekonomi, serta komunikasi dengan orang tua; kampus juga membuka kemungkinan dukungan biaya pendidikan.
  • Dedi Mulyadi membantah obrolannya membuat K malas kuliah, meminta video pribadi tidak terus disebarkan, dan menyatakan biaya kuliah K telah ditanggung hingga delapan semester.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
K adalah mahasiswi baru Unpad yang videonya bersama Gubernur Dedi Mulyadi ramai dilihat orang. K cerita tentang masalah keluarganya. Ada kabar K sedih dan tidak mau kuliah, tapi Rektor Unpad bilang K baik-baik saja dan tetap kuliah. Kampus akan membantu K. Dedi juga bilang biaya kuliah K sudah dibayar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah perhatian publik, kepastian bahwa K tetap berkuliah menunjukkan adanya pemantauan langsung dari kampus terhadap kesejahteraan mahasiswanya. Unpad menempatkan persoalan akademik, keluarga, dan ekonomi sebagai bagian dari pendampingan, sementara pembiayaan kuliah K telah dipastikan hingga delapan semester, memberi ruang baginya untuk melanjutkan pendidikan dengan lebih tenang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sumedang, IDN Times - Seorang mahasiswa baru Universitas Padjadjaran (Unpad) berinisial K menjadi sorotan setelah video perbincangannya dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM viral di media sosial. Dalam video tersebut, K sempat menceritakan persoalan keluarganya saat mengikuti kuliah umum.

Video itu kemudian ramai diperbincangkan karena muncul kabar K mengalami tekanan psikis hingga malu dan mogok kuliah setelah rekaman tersebut tersebar. Namun, Rektor Unpad Prof. dr. Arief Kartasasmita memastikan kondisi K baik-baik saja dan tetap mengikuti perkuliahan seperti biasa.

"Gak ada apa-apa, kuliahnya sih baik-baik saja, dia enggak ada apa-apa, justru saya ingin tidak memperbesar ini menjadi masalah yang lebih luas, karena kasihan pada anaknya," ujar Arief saat ditemui di Kampus Unpad Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis (20/8/2026).

1. Bantah depresi dan mogok kuliah

Rektor Unpad Arief Sjamsulaksan Kartasasmita. IDN Times/Debbie Sutrisno

Arief membantah kabar yang menyebut K mengalami depresi hingga berhenti mengikuti kegiatan perkuliahan akibat video tersebut. Menurutnya, pihak kampus telah memastikan kondisi mahasiswa yang bersangkutan secara langsung.

"Sebetulnya tidak hanya masalah anak ini, semua anak kalau ada permasalahan kuliah tentu akan kami tangani, kami beri pendampingan. Tapi saya sudah bertemu, kita tanya betul-betul ada gak depresi, gak ada depresi," katanya.

Arief memastikan K masih beraktivitas seperti biasa di lingkungan kampus. Ia juga meminta persoalan tersebut tidak diperbesar karena dikhawatirkan justru berdampak terhadap mahasiswa yang bersangkutan.

"Jadi, prinsipnya konteksnya semua sudah terkontrol, gak ada masalah apa-apa," ujarnya.

Pihak Unpad, lanjut Arief, akan terus memantau kondisi K dan mahasiswa lainnya yang menghadapi persoalan selama menjalani pendidikan.

2. Siapkan pendampingan untuk persoalan keluarga

Rumah Sakit Pendidikan (RSP) FK UNPAD

Selain persoalan yang muncul setelah video viral, K diketahui memiliki persoalan keluarga. Dalam perbincangannya dengan Dedi Mulyadi, mahasiswa tersebut sempat menceritakan kondisi keluarganya, termasuk perceraian kedua orangtuanya.

Arief mengatakan persoalan keluarga mahasiswa menjadi salah satu hal yang akan mendapat perhatian kampus. Unpad akan berupaya menjembatani komunikasi K dengan orangtuanya.

"Kami punya banyak sekali mahasiswa yang ada permasalahan dengan keluarga, baik secara ekonomi, secara hubungan dan lain sebagainya. Tentu karena ini mahasiswa kami, tentu kami akan beri pendampingan," tutur Arief.

Ia menegaskan kampus tidak hanya memberikan pendampingan ketika mahasiswa menghadapi persoalan akademik. Masalah keluarga maupun kondisi ekonomi juga menjadi perhatian agar mahasiswa tetap dapat menyelesaikan pendidikan.

K diketahui merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpad dari keluarga kurang mampu. Karena itu, kampus juga membuka kemungkinan memberikan dukungan pembiayaan pendidikan.

"Kuliahnya kalau perlu kami berikan KIP pemerintah dan lain sebagainya. Jadi kami akan mendampingi terus," kata Arief.

3. Dedi Mulyadi bantah obrolannya picu mahasiswa malas kuliah

Dedi Mulyadi ajukan utang rp. 34 triliun (https://bandung.kompas.com/)

Sementara itu, Dedi Mulyadi membantah kabar yang menyebut K mengalami kondisi memburuk hingga malas kuliah akibat perbincangan mereka saat kegiatan mahasiswa baru Unpad.

Dedi mengatakan dirinya telah berkomunikasi langsung dengan mahasiswa tersebut untuk memastikan kondisinya. Menurutnya, informasi yang beredar mengenai K berhenti kuliah akibat ucapannya tidak benar.

"Saya ingin menyampaikan bahwa informasi, narasi yang mengatakan mahasiswa Unpad jurusan Ilmu Pemerintahan yang bertemu dengan saya saat maba dan melakukan over-sharing dalam keadaan sakit, malas kuliah gara-gara ucapan saya yang dianggap merendahkan jurusan yang dia tekuni, itu adalah berita yang tidak benar," ujar Dedi, Kamis (20/8/2026).

Dedi juga meminta warganet tidak terus memotong dan menyebarluaskan potongan video perbincangannya dengan K. Ia menilai mahasiswa tersebut terlalu terbuka ketika menceritakan persoalan pribadinya sehingga rekaman tersebut seharusnya tidak terus menjadi konsumsi publik.

"Dia meminta agar warganet tidak terus-menerus memotong video, baik yang di-upload sendiri maupun yang diambil dari potongan-potongan video orang lain," katanya.

Dedi juga memastikan persoalan biaya pendidikan K tidak perlu dikhawatirkan. Ia menyebut biaya kuliah mahasiswa tersebut telah ditanggung hingga delapan semester.

"Saya sampaikan uang kuliahnya kan enggak mungkin dicabut, karena sudah dibayarin untuk lima semester, bahkan sudah saya genapkan menjadi delapan semester. Sehingga dia biaya kuliahnya sudah selesai," ujar Dedi.

Ia pun meminta K tetap melanjutkan pendidikan dan tidak terpengaruh berbagai narasi yang beredar di media sosial. Dedi mengajak masyarakat memberikan dukungan kepada mahasiswa tersebut agar dapat menjalani masa kuliahnya dengan baik.

Editorial Team

Related Article