Cirebon, IDN Times - Transformasi ekonomi di kawasan Ciayumajakuning mulai mengubah wajah wilayah timur Jawa Barat dari basis pertanian menuju kawasan industri dan logistik. Di tengah pertumbuhan sektor manufaktur yang terus meningkat, tekanan terhadap lahan pangan dan desa agraris mulai muncul seiring ekspansi kawasan industri dan pembangunan infrastruktur.
Data perekonomian wilayah yang mencakup Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan menunjukkan industri pengolahan kini menjadi sektor dominan dengan kontribusi mencapai 25,62 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kawasan pada 2025.
Nilai PDRB Ciayumajakuning diperkirakan mencapai Rp250 triliun atau menyumbang sekitar 10 persen terhadap ekonomi Jawa Barat. Pertumbuhan ekonomi kawasan tercatat sebesar 5,09 persen secara tahunan, sementara investasi tumbuh 5,06 persen dibanding periode sebelumnya.
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Cirebon Wihujeng Ayu Rengganis mengatakan perubahan struktur ekonomi tersebut menandai pergeseran kawasan dari ekonomi berbasis pertanian menuju industri dan jasa yang lebih terintegrasi.
“Transformasi ekonomi di Ciayumajakuning berjalan cukup cepat, terutama didorong pertumbuhan industri pengolahan, logistik, dan investasi baru di kawasan Rebana. Namun, perubahan itu juga perlu diantisipasi agar tidak mengurangi kapasitas ketahanan pangan daerah,” ujar Wihujeng dikutip pada Selasa (26/5/2026).
