Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rancaekek Kembali Banjir, Pemukiman Warga dan Sekolah Terendam Air
IDN Times/Aris Darussalam

Kabupaten Bandung, IDN Times – Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung pada Sabtu (27/11). Akibat hujan deras tersebut, beberapa titik daerah di Kecamatan Rancaekek dilanda banjir dari luapan air dari jebolnya beberapa tanggul anak Sungai Cikeruh.

Dampak dari kejadian tersebut, beberapa pemukiman warga hingga bangunan Sekolah pun kerap ikut terendam air banjir dan lumpur luapan arus air sungai.

1. Pemukiman warga tergenang air banjir dan lumpur dari luapan sungai

IDN Times/Aris Darussalam

Tanggul Sungai Cikeruh yang jebol kembali berdampak banjir salah satunya di Kampung Rancasepat, Desa Rancaekek Kulon, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Menurut pengakuan salah satu warga Deni Hidayat (40) , banjir begitu cepat terjadi, sehingga tak sempat menyelamatkan barang-barangnya. Dirinya mengatakan, air mulai masuk kampungnya sekitar pukul 15.00 WIB.

"Malam hari air semakin besar, cepat datangnya, sehingga warga tak sempat, menyelamatkan barang-barang," ujar Deni, saat ditemui IDN Times, pada Minggu (28/11/2021).

2. Banjir mulai surut, warga kini mulai bergotong royong membersihkan lumpur

IDN Times/Aris Darussalam

Untuk kondisi saat ini, banjir di kampung tersebut sudah mulai surut, terlihat warga bergotongroyong sedang lumpur dan sampah sisa banjir yabg terbawa rus banjir.

"Ini akibat tanggul jebol, air langsung masuk ke sini. Awalnya, mungkin yang jebol kecil tapi debit air besar hingga membuat tanggul yang jebol juga lebih besar," kata Deni.

3. Ketinggian air saat banjir mencapai 1 meter lebih ditambah lumpur dan material sampah

IDN Times/Aris Darussalam

Pada saat banjir kemarin, Deni mengatakan, ketinggian air menerjang Kampung Rancasepat mencapai 1 meter lebih serta dibarengi lumpur dan material sampah.

"Tinggi air yang menggenang, kurang lebih 1 meter," kata Deni, di sela dirinya saat membersihkan lumpur sisa banjir.

4. Bangunan SDN 5 Rancaekek pun kerap terdampak banjir

IDN Times/Aris Darussalam

Jebolnya Sungai Cikeruh melainkan bukan yang pertama kalinya, melainkan sudah yang ketiga kalinya, begitu juga bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 5 Rancaekek yang kerap terdampak banjir akibat kejadian jebolnya tanggul itu.

Penjaga SDN 5 Rancaekek Dayat (53) tahun mengatakan, kadang dirinya merasa capek melihat kondisi yang kerap berulang terdampak banjir.

"Sudah ketiga kali, cape kalau gak ada yang bersih-bersih, empat hari kadang baru beres, ini juga libur harus kesini," ujar Dayat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article