Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ramadan 2026, Harga Cabai di Jabar Semakin Pedas
Ilustrasi cabai merah. (IDN Times/Muhammad Nasir)
  • Awal Ramadan 2026, harga kebutuhan pokok di Jawa Barat naik tipis, namun cabai melonjak tajam hingga Rp120 ribu per kilogram.
  • Pemprov Jabar melalui Sekda Herman Suryatman memantau pasar dan berkoordinasi dengan Satgas Pangan serta aparat untuk menjaga stabilitas harga.
  • Kenaikan harga cabai dipicu cuaca tak menentu yang menyebabkan gagal panen, membuat daya beli masyarakat turun hingga 60 persen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Harga cabai di sejumlah pasar Jawa Barat mengalami kenaikan signifikan pada awal Ramadan 2026, dengan harga mencapai sekitar Rp120 ribu per kilogram untuk jenis cabai rawit merah.
  • Who?
    Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman, pedagang cabai Pasar Kosambi bernama Eli, serta pembeli bernama Ayu Desi menjadi pihak yang memberikan keterangan terkait kondisi harga.
  • Where?
    Kenaikan harga terjadi di berbagai pasar tradisional di wilayah Jawa Barat, termasuk Pasar Kosambi di Kota Bandung.
  • When?
    Kondisi ini terpantau pada pekan awal Ramadan 2026, dengan laporan lapangan disampaikan pada Rabu, 25 Februari 2026.
  • Why?
    Kenaikan harga diduga dipicu oleh faktor cuaca tidak menentu yang menyebabkan banyak petani cabai gagal panen sehingga pasokan berkurang.
  • How?
    Pemerintah daerah melakukan pemantauan dan koordinasi dengan Satgas Pangan serta aparat keamanan untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan kondisi pasar tetap kondusif menjelang Idulfitri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Sejumlah kebutuhan pokok di Jawa Barat terpantau mengalami kenaikan harga pada periode awal Ramadan 2026. Harga kebutuhan pokok yang mengalami peningkatan tidak signifikan, namun untuk cabai harganya kini tergolong tinggi.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman mengatakan, sudah melakukan pemantauan warga di beberapa pasar yang ada di Jabar, dan memang benar ada peningkatan di pekan awal Ramadan 2026.

"Kemarin saya ke pasar ya, cek-ricek kondisi walaupun ada kenaikan, hampir semua komoditas, bapokting. Contoh telur naik dari Rp30 ribu ke Rp31 ribu, ada yang Rp32 ribu. Minyakita relatif stabil di Rp16 ribu sampai Rp17.000," ujar Herman, Rabu (25/2/2026).

1. Kenaikan harga signifikan hanya Cabai

Ilustrasi cabai merah. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Selain beberapa kebutuhan pokok tersebut, Beras kata Herman turut mengalami kenaikan harga, namun tidak signifikan peningkatannya hanya dikisaran seribu hingga dua ribu rupiah saja, namun khusus untuk cabai harganya saat ini sudah mencapai seratus ribu.

"Beras juga stabil, kenaikan ya ada 1.000 2.000. Justru yang harus diantisipasi diwaspadai itu cengek, cabe rawit dari Rp80.000 naiknya tuh hampir sampai di 120.000. Itu luar biasa. Yang lain-lain ada kenaikan tapi masih dalam koridor normal. Jadi, itu kita jaga," jelasnya.

Herman merasa hal tersebut harus diintervensi oleh pemerintah daerah juga Satgas Pangan karena untuk cabai peningkatan cukup signifikan, bukan lagi hanya seribu atau tiga ribu rupiah.

"Demikian juga keamanan ya, tentu koordinasi dengan aparat penegak hukum baik Polda Jabar, demikian juga Kodam III Siliwangi dan Kejati ya untuk memastikan hari raya Idul Fitri tahun ini lebih baik lah, lebih kondusif," katanya.

2. Harga cabai sempat menyentuh Rp130 ribu

ilustrasi cabai rawit hijau (pixabay.com/senjakelabu29)

Pernyataan Herman ini sesuai dengan kondisi di lapangan, Eli pedagang Cabai di Pasar Kosambi, Kota Bandung mengatakan, kenaikan harga cabai ini terjadi sejak dua pekan lalu. Hampir seluruh jenis cabai mengalami kenaikan harga.

"Harga cabai merah rawit dari Rp80 ribu sekarang jadi Rp120 ribu sebelumnya sempat Rp130 ribu itu dua hari kemarin. Kalau cabai rawit hijau dari Rp60 ribu sekarang Rp80 ribu per kilogram," kata Eli.

"Untuk cabai merah tanjung, dari Rp30 ribu sekarang naik dua kali lipat Rp60 ribu. Cabai keriting dari Rp40 menjadi Rp60 ribu," ucapnya.

3. Kenaikan diduga karena banyak yang gagal panen

ilustrasi cabai merah keriting (vecteezy.com/Khoidir)

Kondisi kenaikan harga ini berdampak langsung kepada penjualan. Eli merasa saat ini para warga yang datang ke jongko-nya mengurangi pembelian, dari yang awalnya satu kilogram saat ini hanya membeli setengahnya saja.

Adapun berdasarkan informasi yang didapatkannya langsung dari petani, kenaikan harga ini karena kondisi cuaca yang tidak menentu, dan akhirnya banyak yang gagal panen.

"Kenaikan harga diduga karena faktor cuaca yang berdampak langsung kepada petani cabai, akhirnya banyak yang gagal panen. Kenaikan harga juga membuat daya beli menurun 60 persen," kata dia.

Salah satu pembeli cabai di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Ayu Desi juga mengeluhkan tingginya harga cabai ini. Dia mengatakan, sebelum harga naik uang Rp5.000 bisa buat sambal karena cabainya banyak.

"Sekarang saya beli cabai cuma dapat delapan biji dengan uang yang sama. Miris, semoga harga bisa kembali normal," kata dia.

Editorial Team