Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

PT Persib Belum Jatuhkan Sanksi ke Kakang Usai Kisruh dengan Bobotoh

PT Persib Belum Jatuhkan Sanksi ke Kakang Usai Kisruh dengan Bobotoh
Persib.co.id
Share Article

Bandung, IDN Times - PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) masih belum memberikan sanksi tegas kepada Kakang Rudianto usai kirsuh dengan Bobotoh beberapa waktu lalu. Meski sudah disebut menjadi salah satu pihak yang melakukan penganiayaan, tapi Kakang belum juga mendapatkan sanksi.

"Dia akan mendapatkannya. Saya masih menunggu surat dari manajemen karena mereka sedang menginvestigasi dari pihak kepolisian juga," kata Bojan ditemui usai latihan di Lapangan Arcamanik, Kota Bandung, Selasa (8/10/2024).

1. Sanksi pemotongan gaji yang paling mungkin

ilustrasi menyimpan uang (unsplash.com/micheile henderson)
ilustrasi menyimpan uang (unsplash.com/micheile henderson)

Bojan pun memastikan ketika ada pemain melakukan kesalahan dia bakal memberikan sanksi pada yang bersangkutan. Namun yang paling bisa menyakitkan para pemain adalah pemotoangan gaji.

"Saat dia dipotong gajinya dan mereka akan menangis. Ini yang terbaik karena dia sebenarnya bermain dengan bagus," katanya.

Dengan demikian, Kakang tetap akan bermain walapun mereka nanti akan bekerja tanpa dibayar. Meski demikian, dia tetap harus melihat terlebih dulu surat resmi dari manajemen sebelum memutuskan.

"Dia nanti jadi sukarelawan klub," paparnya.

2. Tidak ada pemukulan dalam kasus penganiayaan Bobotoh

IDN Times/Istimewa
IDN Times/Istimewa

PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) membantah pemainnya melakukan pemukulan terhadap seorang bobotoh usai pertandingan kontra Thailand Port FC di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis (19/9/2024).

Bantahan ini dikeluarkan manajemen berdasarkan hasil investigasi internal yang dilakukan selama beberapa hari kemarin. Vice President Operasional PT PBB Andang Ruhiat mengatakan, tidak ada pemukulan terhadap bobotoh atas nama Riko Abdullah Mutakir yang dilakukan oleh pemain.

Ia menjelaskan, kejadian ini bermula dari Riko yang mengakui melontarkan kekecewaan kepada pemain dari tribun VIP dengan meneriakan kata-kata makian kepada penggawa.

Head of Communication PT PBB Adhi Pratama kemudian meminta steward untuk menangkap atau mengamankan Riko di tribun VIP. Tindakan itu dilakukan lantaran khawatir umpatan ini bisa memicu kegaduhan.

"Pengakuan Riko Abdullah Mutakhir dicekik dan ditarik secara paksa oleh Henhen Herdiana di tunnel tidak pernah terjadi. Namun Henhen justru merangkul Riko tanpa tindakan pemukulan dan mencoba memberikan rasa aman kepadanya," ujar Andang pada awak media, dikutip Sabtu (28/9/2024).

"Henhen Herdiana juga tidak melontarkan kata-kata kasar kepada Riko Abdullah Mutakir," ujarnya.

3. Bobotoh dibawa ke ruang ganti pemain

IDN Times/Istimewa
IDN Times/Istimewa

Setelah di bawa steward ke luar locker room, Riko mengaku digadang dan bajunya ditarik hingga robek oleh Adhi Pratama yang disertai dengan hardikan. Andang memastikan hal itu juga tidak terjadi.

"Namun, menurut pengakuan dan kesaksian Adhi Pratama, baju Riko Abdullah Mutakir robek karena adanya tarikan yang terjadi di depan pintu locker room dan tidak ada tindakan hardikan kepada Riko Abdullah Mutakir," kata dia.

Untuk diketahui, kasus ini berawal dari pengakuan seorang bobotoh yang merasa diintimidasi oleh ofisial hingga pemain Persib Bandung, sesuai pertandingan Persib melawan Port FC, di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung, kemarin.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
Debbie Sutrisno
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More

Komnas Perempuan Sebut Kasus YTR Femisida Paling Ekstrem

27 Jun 2026, 18:42 WIBNews