Profil Brigjen Arif Budiman, dari Jepara hingga Bareskrim. (Dok.Istimewa)
Setelah sukses di tingkat kewilayahan, Arif Budiman dipercaya menjabat Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah pada 2024–2025.
Selama bertugas di Jawa Tengah, ia terlibat dalam pengungkapan sejumlah kasus strategis, termasuk dugaan pelanggaran perlindungan konsumen pada distribusi Minyakita serta kasus pabrik pupuk palsu dengan kapasitas produksi ratusan ton per bulan.
Kariernya kemudian berlanjut ke tingkat nasional setelah ditarik ke Mabes Polri sebagai Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri pada September 2025.
Di posisi tersebut, Arif Budiman terlibat dalam penanganan berbagai perkara kejahatan ekonomi berskala besar. Beberapa di antaranya meliputi kasus penyelundupan barang ilegal, tindak pidana pencucian uang hasil pertambangan emas ilegal, hingga dugaan penipuan berkedok fintech syariah yang menyebabkan kerugian triliunan rupiah.
Lahir di Semarang pada 21 November 1977, Arif Budiman dikenal sebagai perwira yang terus mengembangkan kapasitas akademiknya. Ia menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Brawijaya dan merupakan lulusan Sespimti Polri 2024.
Sepanjang pengabdiannya, ia juga menerima berbagai tanda kehormatan, termasuk Satyalancana Pengabdian 24 Tahun. Kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal menjadi babak baru dalam perjalanan kariernya sekaligus bentuk kepercayaan institusi atas rekam jejak yang telah dibangun selama lebih dari dua dekade pengabdian di Korps Bhayangkara.