Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Profil Brigjen Arif Budiman, dari Jepara hingga Bareskrim
Profil Brigjen Arif Budiman, dari Jepara hingga Bareskrim. (Dok.Istimewa)
  • Brigjen Pol Arif Budiman resmi menyandang pangkat jenderal bintang satu setelah meniti karier panjang di Polri dengan rekam jejak kuat dalam pelayanan publik dan inovasi birokrasi.
  • Saat memimpin Polres Jepara dan Polresta Cirebon, ia sukses meraih berbagai penghargaan nasional berkat pembenahan layanan publik serta pengungkapan kasus perdagangan orang.
  • Inovasinya seperti program Green Service dan kiprahnya dalam mengungkap kasus ekonomi bernilai triliunan rupiah menunjukkan komitmen terhadap pelayanan masyarakat dan pemberantasan kejahatan ekonomi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times – Nama Brigjen Pol Arif Budiman tengah menjadi perhatian setelah resmi menyandang pangkat jenderal bintang satu di lingkungan Polri. Kenaikan pangkat tersebut menjadi penanda perjalanan panjang seorang perwira yang dikenal memiliki rekam jejak kuat di bidang pelayanan publik, inovasi birokrasi, hingga pengungkapan kasus-kasus besar yang berdampak nasional.

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1999 itu meniti karier dari tingkat kewilayahan hingga akhirnya dipercaya menduduki posisi strategis di Mabes Polri. Berbagai penghargaan dan capaian yang diraihnya menjadi bukti konsistensi dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

Berikut profil dan perjalanan karier Brigjen Pol Arif Budiman:

1. Membangun pelayanan publik berprestasi saat bertugas di daerah

Profil Brigjen Arif Budiman, dari Jepara hingga Bareskrim. (Dok.Istimewa)

Karier Arif Budiman mulai banyak dikenal saat menjabat Kapolres Sragen pada 2017 dan kemudian dipercaya memimpin Polres Jepara pada 2018. Di wilayah yang dikenal sebagai Kota Ukir tersebut, ia mendorong berbagai pembenahan pelayanan publik dan tata kelola organisasi.

Di bawah kepemimpinannya, Polres Jepara berhasil meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dari Kementerian PAN-RB. Selain itu, institusi yang dipimpinnya juga mendapatkan penilaian pelayanan publik kategori sangat baik serta penghargaan atas berbagai inovasi pelayanan masyarakat.

Capaian tersebut tidak hanya menunjukkan keberhasilan dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga dalam membangun birokrasi kepolisian yang lebih transparan, responsif, dan dekat dengan masyarakat.

Keberhasilan serupa berlanjut ketika Arif Budiman menjabat Kapolresta Cirebon pada 2021. Dalam kurun waktu relatif singkat, Polresta Cirebon berhasil mengoleksi puluhan penghargaan baik dari internal Polri maupun lembaga eksternal.

Salah satu penghargaan yang menjadi sorotan adalah apresiasi dari Kapolri atas keberhasilan pengungkapan kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Berbagai lembaga seperti Ombudsman RI, MarkPlus Institute, BP2MI, hingga Lemkapi juga memberikan penghargaan kepada Polresta Cirebon selama masa kepemimpinannya.

2. Penggagas Green Service yang mengubah sampah menjadi layanan publik

Profil Brigjen Arif Budiman, dari Jepara hingga Bareskrim. (Dok.Istimewa)

Salah satu terobosan yang membuat nama Arif Budiman dikenal luas adalah program Green Service saat memimpin Polresta Cirebon.

Program tersebut memungkinkan masyarakat memanfaatkan saldo tabungan sampah plastik di bank sampah untuk membantu membayar biaya PNBP pembuatan SIM maupun SKCK. Melalui skema itu, warga tidak hanya mendapatkan kemudahan layanan, tetapi juga didorong untuk berpartisipasi dalam pengelolaan lingkungan.

Masyarakat yang menjadi peserta Green Service memperoleh layanan prioritas saat mengurus SIM atau SKCK, mulai dari jalur khusus hingga proses pelayanan yang lebih cepat.

Program ini terbukti memberikan dampak nyata. Sejumlah bank sampah di Kabupaten Cirebon mengalami peningkatan jumlah nasabah karena warga tertarik menabung sampah plastik yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan administrasi kepolisian.

Inovasi tersebut menjadi contoh bagaimana pelayanan publik dapat dikolaborasikan dengan isu lingkungan dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

3. Berperan dalam pengungkapan kasus ekonomi besar bernilai triliunan rupiah

Profil Brigjen Arif Budiman, dari Jepara hingga Bareskrim. (Dok.Istimewa)

Setelah sukses di tingkat kewilayahan, Arif Budiman dipercaya menjabat Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah pada 2024–2025.

Selama bertugas di Jawa Tengah, ia terlibat dalam pengungkapan sejumlah kasus strategis, termasuk dugaan pelanggaran perlindungan konsumen pada distribusi Minyakita serta kasus pabrik pupuk palsu dengan kapasitas produksi ratusan ton per bulan.

Kariernya kemudian berlanjut ke tingkat nasional setelah ditarik ke Mabes Polri sebagai Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri pada September 2025.

Di posisi tersebut, Arif Budiman terlibat dalam penanganan berbagai perkara kejahatan ekonomi berskala besar. Beberapa di antaranya meliputi kasus penyelundupan barang ilegal, tindak pidana pencucian uang hasil pertambangan emas ilegal, hingga dugaan penipuan berkedok fintech syariah yang menyebabkan kerugian triliunan rupiah.

Lahir di Semarang pada 21 November 1977, Arif Budiman dikenal sebagai perwira yang terus mengembangkan kapasitas akademiknya. Ia menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Brawijaya dan merupakan lulusan Sespimti Polri 2024.

Sepanjang pengabdiannya, ia juga menerima berbagai tanda kehormatan, termasuk Satyalancana Pengabdian 24 Tahun. Kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal menjadi babak baru dalam perjalanan kariernya sekaligus bentuk kepercayaan institusi atas rekam jejak yang telah dibangun selama lebih dari dua dekade pengabdian di Korps Bhayangkara.

Editorial Team

Related Article