Majalengka, IDN Times - Sejumlah petani di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, berhasil memangkas biaya irigasi hingga sekitar 87,5 persen pada musim kemarau setelah mengganti bahan bakar mesin pompa air dari Pertalite ke LPG 3 kilogram. Inovasi tersebut menjadi alternatif di tengah meningkatnya kebutuhan air dan biaya produksi pertanian saat musim kering
Perubahan sederhana itu menggeser beban biaya yang selama ini dianggap tak terhindarkan. Mesin pompa berkapasitas 3 inci yang sebelumnya menghabiskan sekitar 1,1 liter Pertalite setiap jam kini bekerja dengan konsumsi LPG yang jauh lebih hemat.
Dalam kondisi pompa menyala hampir 24 jam, biaya operasional harian yang semula sekitar Rp264.000 menyusut menjadi hanya sekitar Rp33.000. Selisih pengeluaran mencapai Rp231.000 per hari.
Efisiensi tersebut hadir pada saat yang krusial. Di tengah kemarau, ketika petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menjaga sawah tetap terairi, penghematan itu menjadi ruang bernapas bagi usaha tani yang selama ini dibayangi kenaikan ongkos produksi.
