Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Usai Kebakaran Punclut, Warga Cidadap akan Jalani Cek Kesehatan

Kota Bandung
Usai Kebakaran Punclut, Warga Cidadap akan Jalani Cek Kesehatan
Kebakaran di lahan kosong area Punclut, Kota Bandung, Senin (14/9/2026) malam. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • Kecamatan Cidadap berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan puskesmas untuk asesmen serta pemeriksaan warga terdampak asap kebakaran Punclut, terutama di permukiman, sekolah, dan SPPG.
  • Sedikitnya RW 4, 6, 7, dan 10 terdampak, melibatkan lebih dari 2.000 KK. Pemerintah menyiapkan patroli, koordinasi masker, serta kesiapsiagaan rujukan rumah sakit.
  • Diskarmatan Bandung mengantisipasi potensi gas metana dari tumpukan sampah saat pemadaman kebakaran yang belum usai hingga dini hari, serta mengimbau warga tidak membakar sampah selama kemarau.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Pemerintah Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk mengantisipasi dampak asap kebakaran di kawasan Punclut terhadap kesehatan warga. Pengecekan kesehatan akan diprioritaskan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi terdampak.

Camat Cidadap Kota Bandung, Maulana Fatahudin, mengatakan pihaknya telah menghubungi puskesmas untuk melakukan asesmen terkait kondisi kesehatan warga. Pemeriksaan lapangan juga akan dilakukan bersama lurah untuk memastikan kondisi masyarakat, terutama di sekitar permukiman, sekolah, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Pertama tadi saya sudah telepon Dinkes jadi saya butuh assessment untuk mengatur atau membuat gerakan untuk mencegah masalah asap itu. Saya sudah hubungi puskesmas dan pagi ini bersama Pak Lurah akan terjun langsung mengecek,” ujar Maulana, saat ditemui di lokasi kebakaran, Senin (14/9/2026) malam.

  1. 1. Kesehatan warga yang utama

    IMG_20260914_214744.jpg
    Camat Cidadap Kota Bandung, Maulana Fatahudin. IDN Times/Debbie Sutrisno

    Menurutnya, keselamatan warga menjadi prioritas karena terdapat sejumlah fasilitas dan permukiman yang berada di sekitar kawasan terdampak kebakaran. Pemerintah kewilayahan juga telah menyiapkan tim gabungan untuk melakukan patroli bersama.

    Maulana mengatakan, dampak kebakaran perlu mendapat perhatian karena kejadian serupa di kawasan tersebut bukan baru pertama kali terjadi. Kebakaran disebut telah beberapa kali terjadi, dengan sebagian kejadian berlangsung pada malam hari atau menjelang aktivitas warga berhenti.

    Ia menyebut, muncul dugaan kebakaran berkaitan dengan aktivitas pembakaran sampah oleh pihak tertentu. Namun, Maulana menegaskan hal tersebut masih sebatas dugaan.

    “Dan di sini kebakaran bukan sekali saja, sudah beberapa kali dan rata-rata ini kejadian pada malam hari atau menjelang aktivitas berhenti. Seperti ada beberapa menduga ini ada orang yang sengaja bakar sampah jadi menyebabkan ini, walaupun hanya dugaan,” katanya.

  2. 2. Ada ribuaan KK terdampak kepulan asap

    IMG_20260914_211044.jpg
    Lahan di Punclut Bandung Terbakar, Asap Mengepul Hingga ke Permukiman

    Sementara itu, pemerintah kecamatan telah melakukan pengondisian keamanan di wilayah yang terdampak. Sejumlah RW juga telah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan di sekitar lokasi kebakaran.

    Maulana mengatakan sedikitnya tiga RW terdampak kebakaran, yakni RW 4, RW 6, RW 7, dan RW 10. Berdasarkan pendataan sementara, terdapat lebih dari 2.000 kepala keluarga (KK) yang berada di wilayah terdampak.

    Untuk menjaga kesehatan masyarakat, pemberian masker juga menjadi salah satu langkah yang tengah dikoordinasikan dengan puskesmas. Warga di sekitar lokasi diimbau menjaga kondisi kesehatan, terutama selama masih terdapat dampak asap.

    “Pemberian masker nanti itu hal yang perlu dilakukan, ini koordinasi dengan puskesmas,” kata Maulana.

    Selain pemeriksaan langsung terhadap warga, koordinasi dengan rumah sakit juga akan dilakukan sebagai bagian dari kesiapsiagaan apabila ditemukan warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Maulana mengatakan, koordinasi dengan puskesmas akan dilakukan lebih lanjut, termasuk untuk memastikan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan bagi warga terdampak.

    “Ini imbauan ke RS juga dilakukan, jadi besok sambil tunggu akan ada pemeriksaan, malam ini koordinasi dengan puskesmas,” ujarnya.

  3. 3. Hingga dini hari kebakaran belum usai

    IMG_20260914_210712.jpg
    Kebakaran di lahan kosong area Punclut, Kota Bandung, Senin (14/9/2026) malam. IDN Times/Debbie Sutrisno

    Sebelumnya, Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmatan) Kota Bandung mewaspadai munculnya gas metana dalam kebakaran lahan di kawasan Punclut, Kota Bandung, Senin, 14 September 2026, malam. Hal itu menjadi salah satu perhatian petugas dalam proses pemadaman.

    Kadiskarmatan Kota Bandung, Soni Bakhtiar mengatakan pihaknya mengantisipasi adanya timbunan gas metana dari tumpukan sampah yang berada di lokasi kebakaran.

    "Kita mengantisipasi jangan sampai ada timbunan gas metan yang dari tumpukan sampah yang cukup lama. Ini juga sedang kita asesmen apakah ada ada gas metana-nya apa tidak." katanya di lokasi.

    Masyarakat juga diminta berhati-hati karena tumpukan sampah berpotensi menghasilkan gas metana. Gas metana dapat membuat kebakaran membesar dan juga menyebabkan gangguan kesehatan.

    "Setiap tumpukan sampah pasti ada gas metana-nya. Mau itu kompos, mau itu sampah, pasti ada gas metana-nya. Oleh karenanya, berhati-hatilah pada saat melakukan pembakaran sampah, apalagi di tempat pembuangan sampah. Ini sangat membahayakan," ujarnya.

    Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah, terutama selama musim kemarau. Api dari pembakaran sampah disebutnya dapat dengan mudah merambat ke rumput, alang-alang, maupun lahan kering di sekitarnya.

    "Kami sudah sering mengimbau pada warga masyarakat di musim kemarau ini jangan melakukan pembakaran sampah. Karena takut itu merembet ke lahan-lahan lain yang kosong atau rumput-rumput liar, ilalang yang sudah mengering," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More