Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Polisi Tangkap 29 Massa Aksi di DPRD Jabar, Temukan Dugaan Molotov
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan. IDN Times/Istimewa
  • Polisi Polda Jabar menangkap 29 orang selama tiga hari aksi di DPRD Jabar karena diduga hendak memicu kericuhan.
  • Enam orang dari total massa ditetapkan untuk penyidikan lanjutan setelah ditemukan membawa botol kosong, bahan bakar, hingga tabung gas berpetasan.
  • Aksi demonstrasi mahasiswa dan masyarakat berlangsung tiga kali dengan tuntutan perbaikan ekonomi, tata kelola pemerintahan, serta efektivitas program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
11 Juni 2026

Demo pertama digelar di Kantor DPRD Jabar oleh mahasiswa dan elemen masyarakat. Aksi berlangsung tertib dengan sejumlah tuntutan terkait ekonomi dan pemerintahan.

15 Juni 2026

Demo kedua kembali dilakukan di lokasi yang sama. Massa tetap menyuarakan kritik terhadap program prioritas pemerintah.

17 Juni 2026

Demo ketiga digelar di DPRD Jabar. Secara umum aksi berjalan tertib, namun polisi mulai mengamati potensi kericuhan dari sebagian peserta.

18 Juni 2026

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan menyampaikan bahwa 29 orang massa aksi ditangkap selama tiga hari demo, enam di antaranya diproses ke tahap penyidikan karena diduga membawa bahan pembuatan bom molotov.

kini

Enam orang terperiksa masih menjalani pemeriksaan dan akan segera ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Polisi menangkap 29 orang massa aksi selama tiga hari demonstrasi di Kantor DPRD Jawa Barat, dengan enam di antaranya diduga membawa bahan pembuatan bom molotov dan kini diproses ke tahap penyidikan.
  • Who?
    Polda Jawa Barat menangkap 29 orang, termasuk enam terperiksa berinisial AT, SPA, AL, MBA, GP, dan RR. Keterangan disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan.
  • Where?
    Penangkapan dilakukan di sekitar area Kantor DPRD Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung.
  • When?
    Penangkapan berlangsung selama rangkaian demo pada 11 Juni, 15 Juni, dan 17 Juni 2026. Pernyataan resmi disampaikan pada Kamis, 18 Juni 2026.
  • Why?
    Mereka diamankan karena diduga hendak menimbulkan kericuhan dalam aksi unjuk rasa serta kedapatan membawa benda yang dicurigai sebagai bahan peledak atau bom molotov.
  • How?
    Petugas menemukan sejumlah botol kosong berisi cairan mudah terbakar, tabung gas dililit petasan, serta korek api saat pemeriksaan terhadap beberapa peserta aksi yang kemudian dibawa untuk diperiksa lebih lanjut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada banyak orang demo di kantor DPRD Jabar. Polisi nangkep 29 orang karena katanya mau bikin rusuh. Enam orang dibawa buat diperiksa lebih lanjut. Ada yang bawa botol kosong, minyak, petasan, dan gas. Polisi bilang itu bisa bahaya. Sekarang mereka masih diperiksa dan belum boleh pulang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Penangkapan 29 massa aksi oleh Polda Jabar menunjukkan kesigapan aparat dalam menjaga ketertiban selama rangkaian demonstrasi di DPRD Jabar. Meskipun ditemukan dugaan upaya provokasi, sebagian besar aksi berlangsung tertib dan fokus pada penyampaian aspirasi mengenai isu ekonomi serta tata kelola pemerintahan, mencerminkan semangat demokrasi yang tetap hidup di tengah pengawasan hukum yang tegas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Sebanyak 29 orang massa aksi ditangkap jajaran Polda Jabar dari tiga hari demo yang digelar di Kantor DPRD Jabar. Mereka ditangkap karena diduga hendak membuat kericuhan selama demonstrasi berlangsung.

Adapun dari 29 orang yang ditangkap, enam di antaranya akan diproses lebih lanjut ke tahap penyidikan, yakni berinisial AT (27 tahun), SPA (19 tahun), AL (21 tahun), MBA (21 tahun), GP (21 tahun), dan RR (21 tahun).

"Saya sangat menyayangkan sekali bahwa dari 29 ini ada enam ya, ada enam adik-adik kami ini yang kami proses lanjut kepada proses penyidikan," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, saat ditemui di Kantor DPRD Jabar pada Kamis (18/6/2026).

1. Seorang fotografer jalanan ikut ditangkap

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan, Dok. Polda Jabar

Lebih lanjut, Hendra menyebut AT merupakan seorang pengangguran, dan kedapatan membawa enam buah botol kosong yang diduga sebagai bahan pembuatan bom molotov. Lalu, SPA merupakan fotografer yang juga didapati membawa beberapa buah botol kosong.

"Saudara SPA ini pekerjaannya sebagai fotografer di jalanan ya. Ini juga membawa botol yang isinya tadi itu digunakan untuk sebagai bom molotov," ucapnya.

2. Ada barang bukti tabung gas dan petasan

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochman

Selanjutnya, AL merupakan pengendara ojek online yang membawa botol oli di mana di dalamnya terdapat styrofoam. Sementara itu, MBA, GP, dan RR merupakan mahasiswa. Ketiganya didapati membawa botol berisi bahan bakar jenis Pertalite hingga tabung gas dililit petasan yang diduga hendak diledakkan.

"Jadi ini ada tabung gas, kemudian ada beberapa petasan yang dililit di dalam tabung gas itu. Ada tiga ya, ada tiga petasan yang cukup besar ya dililitkan di situ dan ini kami amankan juga, dan satu buah korek api," ucap dia.

3. Mengimbau agar demostrasi dilakukan secara manusiawi

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra. IDN Times/Debbie Sutrisno

Hendra menyayangkan adanya sejumlah orang yang diduga berniat memantik kericuhan. Kini, enam orang tersebut masih berstatus sebagai terperiksa dan akan segera ditetapkan sebagai tersangka.

"Silakan lakukan demonstrasi yang lebih manusiawi lagi, yang tidak mengganggu orang lain, dan juga mencelakakan. Kami akan proses kepada penetapan tersangka," ucapnya.

Sebagimana diketahui, demo mahasiswa dan elemen masyarakat tercatat sudah tiga kali digelar yakni pada Kamis (11/6/2026), Senin (15/6), dan Rabu (17/6). Semua demo yang digelar secara umum berlangsung tertib.

Mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan seperti perbaikan kondisi ekonomi, tata kelola pemerintahan hingga menyoroti sejumlah program prioritas Presiden, Prabowo Subianto, yang dinilai belum efektif. Salah satunya program MBG.

Editorial Team

Related Article