Polisi Buru Tukang Sulap Kebun Teh Pangalengan Jadi Tanaman Kentang

- Polisi buru tukang sulap kebun teh Pangalengan jadi tanaman kentang
- Kebun teh di Pangalengan diduga dialih fungsi menjadi lahan pertanian kentang oleh pemodal utama, polisi sedang memburu aktor utama dan mendalami peran masing-masing pelaku.
- Gubernur Jawa Barat meminta Polda Jabar mengusut tuntas dugaan alih fungsi lahan perkebunan teh, serta memiliki peraturan gubernur yang melarang alih fungsi lahan tersebut.
Bandung, IDN Times - Alih fungsi kebun teh menjadi tanaman sayuran di Pangalengan, Kabupaten Bandung menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan aparat kepolisian. Kondisi alih fungsi lahan ini diduga terjadi karena ada pemodal utamanya.
Polresta Bandung memastikan, saat ini tengah memburu aktor utama tersebut, melalui penyelidikan yang sudah berjalan. Polisi pun menilai hal ini terjadi secara sistematis.
Setidaknya ada tiga titik yang diduga mengalami alih fungsi lahan di Pangalengan, yaitu di Desa Margamulya, Blok Cipicung I, dan Blok Cipicung II. Kebun yang tadinya menjadi kadang para pemetik mencari nafkah, kini habis dibabat dan dibakar untuk ditanami sayuran kentang.
1. Kasus ini sudah ditindaklanjuti aparat kepolisian

Kapolresta Bandung Kombes Aldi Subartono mengatakan, kasus ini sudah dilaporkan sebelumnya, dan kini kepolisian tengah mengejar oknum-oknum terkait guna mengetahui maksud dan tujuan membakar kebun teh ini.
"Kami informasikan untuk perkembangan kasus perusakan di kebun teh Pangalengan, sudah ada laporan-laporan sebelumnya dan sudah naik ke penyidikan," kata Aldi, Sabtu (29/11/2025).
2. Ada aktor besar di balik kasus ini

Beberapa saksi pun sudah diperiksa dan dimintai keterangan lebih. Namun, Aldi memastikan, polisi masih mendalami terkait peran masing-masing pelaku, termasuk dalang di balik perusakan lahan ini.
"Kami sudah memeriksa beberapa saksi. Saat ini sedang dilakukan pendalaman terkait peran masing-masing, termasuk kami akan mengejar aktor utama," ujarnya.
Aldi menduga, ada pemodal besar dan menggerakkan orang untuk menebang tanaman teh, lalu mengalihkannya menjadi lahan pertanian kentang yang mana sang pemodal ini akan membeli seluruh hasil panennya.
"Kami akan mengejar siapa orang yang mendanai atau sebagai donatur yang memberikan uang kepada masyarakat untuk melakukan penebangan pohon-pohon teh itu," ujarnya.
3. Dedi Mulyadi minta pemilik modal ditangkap

Sementara itu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebelumnya sudah meminta Polda Jabar mengusut tuntas dugaan alih fungsi lahan perkebunan teh di Pangalengan, Kabupaten Bandung.
"Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jabar untuk segera menangkap dan menahan pelaku perusakan. Saya juga meminta Pemda Kabupaten Bandung ikut bergerak," ujar Dedi, Kamis (27/11/2025).
Dedi menuturkan, Pemprov Jabar sudah memiliki peraturan gubernur yang melarang alih fungsi lahan dari perkebunan teh ke komoditas lain yang berpotensi merusak lingkungan.
"Semoga kejadian seperti ini tidak terulang dan para pelaku perusakan dapat segera ditahan," kata Dedi.


















