Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Polda Jabar Selidiki 13 Kasus Dugaan Penyelewengan Dana Bansos Corona

Polda Jabar Selidiki 13 Kasus Dugaan Penyelewengan Dana Bansos Corona
Ilustrasi korupsi (IDN Times/Mardya Shakti)
Share Article

Bandung, IDN Times - Kepolisian Daerah Jawa Barat selidiki 13 kasus dugaan penyelewengan dana bansos COVID-19 di Kabupaten/Kota. Belasan kasus tersebut, sebanyak tujuh kasus ditangai Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda dan sisanya dilakukan di tingkat polres.

Kabidhumas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Saptono Erlangga mengatakan, penyelidikan tidak semua dilakukan oleh Polda Jabar. Ia menyebut, polres masing-masing daerah juga ikut menangani.

"Ada tujuh perkara yang ditangani Ditreskrimsus itu penyelewengan dana bansos laporannya, tapi semuanya statusnya masih dalam penyelidikan," ujar Erlangga di Polda Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa (28/7/2020).

1. Ada tujuh kasus diselidiki Polda Jabar

Erlangga menuturkan, sebanyak tujuh kasus dugaan penyelewengan anggaran bansos corona yang ditangani Polda Jabar tersebut ada di wilayah Sukabumi, Majalengka, Subang, Garut, Bogor Indramayu, dan Cianjur.

"Enam kasus yang ditangani oleh jajaran polres itu berada di Karawang, Tasikmalaya, dan Indramayu. Di Kabupaten Indramayu. Kabupaten Indramayu ada empat kasus penyelewengan dana bansos," tuturnya.

3. Polres Indramayu paling banyak menyelidiki kasus dugaan penyelewengan dana bansos corona

Ilustrasi corona (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Dari semua laporan dugaan penyalahgunaan dana bansos corona, wilayah Kabupaten Indramayu paling banyak, dan semuanya kata Erlangga, langsung ditangani oleh jajaran Polres Indramayu, bukan di Polda Jabar.

"Yang ditangani Polres Indramayu ada empat, pemotongan BLT, pungli BLT, dan pungli bansos," kata dia.

3. Modus penyelewengan masih belum diketahui secara pasti

Ilustrasi Korupsi (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi Korupsi (IDN Times/Mardya Shakti)

Lebih lanjut, Erlangga menambahkan, modus yang terjadi dalam penyelewengan bansos tersebut yakni pemotongan atau penggelapan dana. Ia mencotohkan, semisal ada dana Rp600 ribu yang harusnya di bagikan. Hal tersebut justru dipotong untuk kepentingan pribadi.

"Ini masih dalam penyelidikan dan dugaan, kita belum bisa menyebutkan motifnya," kata dia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Azzis Zulkhairil
EditorAzzis Zulkhairil

Latest News Jawa Barat

See More

Kakanwil Imigrasi Jabar Ditangkap KPK, Sempat Pidato Soal Integritas

04 Jun 2026, 14:43 WIBNews