Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
PLN Gandeng SMK 8 Bandung Percepatan Konversi Motor Listrik
PLN Beri Bantuan SMK 8 Bandung Rp315 Juta Dorong Percepatan Konversi Motor Listik. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • PLN UID Jawa Barat bekerja sama dengan SMKN 8 Bandung melalui program TJSL senilai Rp315,6 juta untuk memperkuat pembelajaran konversi motor listrik berbasis praktik dan kurikulum terintegrasi.
  • Sebanyak 181 siswa dan 24 guru kini menguasai proses konversi kendaraan listrik, didukung fasilitas EV Class serta bengkel TEFA yang siap menuju sertifikasi bengkel konversi tipe B.
  • Program ini menjadikan SMKN 8 Bandung sebagai laboratorium pengembangan kendaraan listrik sekaligus model replikasi nasional dalam menyiapkan SDM unggul bagi ekosistem kendaraan listrik berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat terus mendorong kesiapan sumber daya manusia di bidang kendaraan listrik melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan. Salah satu implementasinya dilakukan di SMK Negeri 8 Bandung melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang memperkuat kompetensi konversi motor listrik berbasis praktik.

Sebelum adanya intervensi program pada 2025, pembelajaran terkait kendaraan listrik di SMKN 8 Bandung telah mengacu pada kurikulum nasional “perawatan dan perbaikan motor listrik dan hybrid”. Namun, implementasinya masih terbatas pada aspek teoritis, dengan fasilitas praktik yang belum memadai serta keterhubungan dengan industri yang belum optimal.

Melihat kondisi tersebut, PLN UID Jawa Barat menghadirkan dukungan komprehensif senilai Rp315,6 juta. Program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana, tetapi juga mencakup penyelarasan kurikulum, peningkatan kompetensi guru dan siswa, hingga penguatan pembelajaran berbasis praktik melalui Teaching Factory (TEFA).

1. Punya modal yang terintegrasi

PLN Beri Bantuan SMK 8 Bandung Rp315 Juta Dorong Percepatan Konversi Motor Listik. Dok PLN

General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo mengatakan, melalui program ini SMKN 8 Bandung kini memiliki modul khusus konversi kendaraan listrik yang terintegrasi dalam kurikulum sekolah. Proses pembelajaran menjadi lebih aplikatif dengan alokasi waktu rutin setiap minggu, didukung fasilitas baru berupa EV Class dan bengkel praktik TEFA 8 Motor.

Sebanyak 16 guru dan 165 siswa mendapatkan pelatihan langsung dari praktisi industri, yang dilengkapi dengan metode evaluasi pre-test dan post-test serta sertifikasi.

"Dampak program juga diperluas melalui keterlibatan SMK jejaring, di mana 8 guru dan 16 siswa turut mendapatkan peningkatan kompetensi serupa," kata dia dalam diskusi di Bandung, Senin (13/4/2026).

Dari sisi sarana, PLN juga memberikan dukungan berupa prototype motor listrik hasil konversi serta pengembangan inovasi Micro Cargo EV. Kendaraan ini dimanfaatkan untuk mendukung distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah, sekaligus menjadi media praktik langsung bagi siswa.

2. Siapkan SDM unggul

PLN Beri Bantuan SMK 8 Bandung Rp315 Juta Dorong Percepatan Konversi Motor Listik. IDN Times/Debbie Sutrisno

Transformasi pembelajaran pun mulai terlihat signifikan. Sebanyak 181 siswa kini memahami proses konversi kendaraan listrik secara komprehensif, sementara 24 guru telah memiliki kompetensi untuk mengajarkan materi tersebut secara mandiri. Fasilitas yang tersedia juga telah memenuhi syarat untuk pengajuan bengkel konversi tersertifikasi tipe B, bahkan membuka peluang pengembangan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“PLN tidak hanya membangun infrastruktur kelistrikan, tetapi juga berperan dalam menyiapkan SDM unggul yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk kendaraan listrik. Melalui kolaborasi dengan SMKN 8 Bandung, kami ingin memastikan link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri benar-benar terwujud,” ujar Sugeng.

3. Jadi laboratorium pengembangan kendaraan listrik

Konversi motor listrik. (IDN Times/Trio Hamdani)

Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional, termasuk menyiapkan tenaga kerja terampil yang menjadi kunci keberhasilan transisi energi. Sugeng menambahkan, keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat direplikasi di sekolah lain.

“Kami berharap program ini dapat menjadi role model pengembangan kompetensi kendaraan listrik di Jawa Barat, sehingga ekosistem EV dapat tumbuh secara berkelanjutan, dimulai dari dunia pendidikan,” tambahnya.

Kini, SMKN 8 Bandung tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi laboratorium nyata pengembangan kendaraan listrik. Dari ruang kelas hingga bengkel praktik, siswa tidak lagi sekadar memahami teori, tetapi juga mampu menciptakan solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Editorial Team