Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Penyerapan Tenaga Kerja di Jabar Naik, tapi 1,79 Juta Orang Nganggur
ilustrasi pengangguran (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Tingkat Pengangguran Terbuka Jawa Barat turun 0,10 persen menjadi 6,64 persen atau sekitar 1,79 juta orang pada Februari 2026 menurut data BPS.
  • Penyerapan tenaga kerja meningkat 110,19 ribu orang dalam setahun terakhir dengan sektor perdagangan besar dan eceran menjadi penyerap terbesar diikuti industri dan pertanian.
  • Sebanyak 69,26 persen penduduk Jawa Barat berasal dari generasi Gen Z, Milenial, dan Post-Gen Z dengan total populasi mencapai 50,94 juta jiwa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2020

Sensus Penduduk 2020 mencatat jumlah penduduk Jawa Barat sebanyak 48,27 juta jiwa.

2025

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2025 menjadi pembanding untuk data tahun berikutnya. Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 mencatat jumlah penduduk Jawa Barat mencapai 50,94 juta jiwa, naik 1,12 persen dibandingkan hasil sensus sebelumnya.

Februari 2026

BPS Jawa Barat mencatat TPT sebesar 6,64 persen atau sekitar 1,79 juta orang, turun 0,10 persen poin dibandingkan Februari 2025. Proporsi pekerja formal mencapai 44,20 persen dan informal 55,80 persen.

Triwulan I-2026

Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat tercatat sebesar 5,79 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,61 persen.

6 Mei 2026

Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati menyampaikan laporan resmi mengenai penurunan pengangguran dan peningkatan penyerapan tenaga kerja di provinsi tersebut.

2020

Sensus Penduduk 2020 mencatat jumlah penduduk Jawa Barat sebanyak 48,27 juta jiwa.

2025

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2025 menjadi pembanding untuk data tahun berikutnya. Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 mencatat jumlah penduduk Jawa Barat mencapai 50,94 juta jiwa, naik 1,12 persen dibandingkan tahun 2020.

Februari 2026

BPS Jawa Barat mencatat TPT sebesar 6,64 persen atau sekitar 1,79 juta orang, turun 0,10 persen poin dibanding Februari 2025. Proporsi pekerja formal tercatat sebanyak 44,20 persen dan informal sebesar 55,80 persen.

Triwulan I-2026

Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat mencapai 5,79 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,61 persen.

6/5/2026

Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati menyampaikan keterangan resmi mengenai penurunan pengangguran dan peningkatan penyerapan tenaga kerja di provinsi tersebut.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Tingkat Pengangguran Terbuka di Jawa Barat turun 0,10 persen menjadi 6,64 persen atau sekitar 1,79 juta orang, disertai peningkatan penyerapan tenaga kerja sebanyak 110,19 ribu orang dalam setahun terakhir.
  • Who?
    Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, menyampaikan data dan keterangan resmi mengenai kondisi ketenagakerjaan serta pertumbuhan ekonomi daerah tersebut.
  • Where?
    Perkembangan ini terjadi di wilayah Provinsi Jawa Barat dengan penyampaian data dilakukan dari Bandung melalui keterangan resmi BPS setempat.
  • When?
    Data dirilis pada Rabu, 6 Mei 2026, berdasarkan hasil survei dan perhitungan BPS untuk periode Februari 2026 dibandingkan dengan Februari 2025.
  • Why?
    Penurunan pengangguran terjadi seiring pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang mencapai 5,79 persen pada triwulan pertama tahun 2026 serta meningkatnya penyerapan tenaga kerja di beberapa sektor utama.
  • How?
    BPS mencatat peningkatan jumlah penduduk bekerja terutama di sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 21,81 persen, industri 18,32 persen, serta pertanian 15,57 persen dari total angkatan kerja provinsi tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di Jawa Barat sekarang lebih banyak orang yang punya kerja. Yang tidak punya kerja jadi sedikit berkurang. Ibu Margaretha dari BPS bilang ekonomi di sana tumbuh bagus. Banyak orang kerja di toko, pabrik, dan sawah. Ada juga yang jadi pegawai atau usaha sendiri. Sekarang banyak anak muda tinggal di sana juga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kinerja ekonomi Jawa Barat menunjukkan arah positif dengan pertumbuhan 5,79 persen yang melampaui rata-rata nasional dan diikuti peningkatan penyerapan tenaga kerja lebih dari 110 ribu orang. Penurunan tingkat pengangguran, meski tipis, menandakan perbaikan stabil di pasar kerja yang turut diperkuat oleh dominasi generasi muda produktif dalam struktur penduduk provinsi ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Jawa Barat mengalami penurunan 0,10 persen atau 1,79 juta orang. Angka tersebut diketahui berdasarkan catatan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat pada Februari 2026.

Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati mengatakan, realisasi pertumbuhan ekonomi Jabar pada Triwulan I-2026 mencapai sebesar 5,79 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,61 persen pada periode yang sama.

"Sejalan dengan hal tersebut, TPT pada Februari 2026 tercatat sebesar 6,64 persen atau sebanyak 1,79 juta orang, turun 0,10 persen poin dibandingkan Februari 2025," ujar Ari melalui keterangan resmi, Rabu (6/5/2026).

1. Pengangguran mencapai 1,79 juta orang

Ilustrasi pengangguran dan PHK (IDN Times/Arief Rahmat)

Sementara, jumlah penduduk usia kerja periode yang sama mencapai 39,47 juta orang. Dari jumlah tersebut, angkatan kerja mencapai 26,89 juta orang, dan yang bukan angkatan kerja mencapai 12,58 juta orang.

"Dari jumlah angkatan kerja sebanyak 26,89 juta orang, ada sebanyak 25,10 juta orang yang bekerja, dan 1,79 juta orang pengangguran," ucapnya.

Jawa Barat tercatat mengalami penambahan penyerapan tenaga kerja sebanyak 110,19 ribu orang dalam setahun terakhir. Dan jumlah pengangguran turun sebanyak 20,79 ribu orang.

"Sektor Perdagangan Besar dan Eceran menjadi lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbanyak sebesar 21,81 persen, disusul oleh sektor Industri sebesar 18,32 persen, dan Pertanian sebesar 15,57 persen," tutur Ari.

2. Lulusan SD paling banyak bekerja

Ilustrasi Pengangguran akibat terkena PHK (IDN Times/Arief Rahmat)

Lebih lanjut, Ari mengatakan, pekerja dengan statusnya buruh, karyawan, pegawai, sebesar 40,67 persen, sedangkan berusaha sendiri sebanyak 22,40 persen.

“Proporsi pekerja formal periode Februari 2026 sebanyak 11,09 juta orang atau 44,20 persen, sedangkan pekerja informal sebanyak 14,01 juta orang atau 55,80 persen," ucapnya.

Adapun berdasarkan tingkat pendidikan persentase penduduk bekerja paling tinggi SD sebanyak 8,58 juta orang atau 34,18 persen, diikuti SMP sebanyak 4,49 juta orang atau 17,87 persen, SMA sebanyak 4,40 juta orang atau 17,52 persen, dan SMK sebanyak 4,18 juta orang atau 16,66 persen.

"Sedangkan jenjang pendidikan tinggi yaitu Diploma I/II/III sebanyak 0,62 juta orang atau 2,46 persen, dan Diploma IV/S1/S2/S3 sebanyak 2,84 juta orang atau sebanyak 11,31 persen," tuturnya.

3. Jabar mayoritas Gen z

(Ilustrasi pengangguran di jobfair) IDN Times/Muhamad Iqbal

Di sisi lain, hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, mencatat jumlah penduduk Jawa Barat sebanyak 50,94 juta jiwa, naik 1,12 persen dibandingkan jumlah penduduk pada saat Sensus Penduduk 2020 yang sebanyak 48,27 juta jiwa.

Jumlah penduduk terbanyak berdasarkan generasinya yaitu gen zsebanyak 25,22 persen, Milenial sebanyak 24,76 persen, gen x sebanyak 19,85 persen, post gen z sebanyak 19,28 persen, dan baby boomer sebanyak 9,97 persen.

"Sekitar 69,26 persen penduduk Jawa Barat merupakan gen z, milenial dan post gen z," kata Ari.

Editorial Team