Bandung, IDN Times - Seorang pengemudi minibus merk Suzuki Carry tewas usai kendaraannya tertimpa pohon tumbang di Jalan Bojong Raya Caringin, Kota Bandung, Jumat (3/4/2026), saat hujan disertai angin kencang.
Analis Kebencanaan BPBD Kota Bandung Agung Rahmat Riyadi mengatakan korban merupakan seorang laki-laki yang meninggal di lokasi kejadian.
“Untuk korban ada di wilayah Caringin. Kejadian tersebut menimpa sebuah mobil, dan penanganannya dilakukan oleh BPBD Kota Bandung bersama petugas gabungan lainnya,” kata Agung.
Dia memastikan korban telah dievakuasi oleh tim gabungan dan dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin untuk penanganan lebih lanjut. Adapun kejadian pohon tumbang terjadi sejak hujan deras sekitar pukul 14.00 WIB dan tersebar di berbagai wilayah Kota Bandung.
Hingga saat ini, tercatat sekitar 33 titik pohon tumbang, dan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring pendataan di lapangan. Selain menyebabkan korban jiwa, sejumlah pohon tumbang juga sempat mengganggu arus lalu lintas, salah satunya di kawasan Pasteur yang sempat tersendat hingga Simpang Cihampelas.
Agung mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan deras disertai angin kencang saat peralihan cuasa.
“Pengguna jalan kami minta untuk menghindari berteduh di bawah pohon besar atau baliho, serta segera mencari tempat aman apabila cuaca ekstrem terjadi,” katanya.
Sementara itu, Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu menuturkan, saat ini di dasarian pertama April 2026 wilayah Bandung dan sekitarnya masih dalam periode musim hujan menuju masa peralihan musim. Masa peralihan ini ditandai dengan mulai melemahnya dominasi angin baratan dan mulai masuknya angin timuran pada masa peralihan musim (pancaroba). Pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) masih masif dan ketidakstabilan atmosfer.
Awan Cumulonimbus (Cb) akibat arus udara kuat (updraft), sering terjadi pada musim pancaroba. Fenomena ini ditandai dengan udara panas/gerah sehari sebelumnya, hujan lebat mendadak, petir, dan angin kencang.
Hujan es terjadi dalam waktu singkat, butiran es dapat berdiameter antara 5 mm hingga lebih dari 15 cm. Terbentuk akibat Udara panas yang naik membawa uap air, menciptakan awan Cb. Suhu sangat dingin di puncak awan membekukan uap air tersebut menjadi es, yang kemudian jatuh saat arus udara tidak lagi kuat menahannya.
Berdasarkan data di BMKG Bandung pada Hari Jum’at tanggal 3 April 2026 pembentukan awan Cumulunimbus dimulai sekitar pukul 12.00 Wib dan BMKG telah memeberikan peringatan dini hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang disertai petir, kilat dan angin kencang untuk sebagian wilayah Jawa Barat termasuk Bandung dan sekitarnya mulai pukul 13.30 Wib hingga 16.00 Wib.
Hujan es disertai hujan sangat lebat, angin kencang dan petir serta kilat dengan kecepatan angin yang tercatat di Bmkg Bandung 42.6 km/ jam, terpantau beberapa titik di wilayah Bandung Raya terdampak pohon tumbang.
Pada masa peralihan ini masyarakat dihimbau untuk waspada terhadap cuaca ekstrem dengan tidak berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau dekat bangunan yang rentan saat kejadian berlangsung. Dan tetap waspada potensi bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor serta angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang dan hujan es.
