Jakarta, IDN Times – Upaya mencegah stunting tidak cukup dilakukan melalui intervensi sesaat. Penguatan keluarga dan komunitas menjadi bagian penting untuk memastikan tumbuh kembang anak dapat dipantau secara berkelanjutan.
Hal tersebut dilakukan PT Inspeksi Sertifikasi dan Surveyor Indonesia (Persero) atau IDSurvey melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Bidara Cina Tangguh: Pencegahan dan Penurunan Risiko Stunting”.
Program yang berjalan sejak Juli 2026 ini menggunakan pendekatan berbasis keluarga dan komunitas dengan melibatkan keluarga sasaran, kader Posyandu dan PKK, serta pemangku kepentingan di tingkat kelurahan.
Sementara itu, stunting masih menjadi tantangan dalam pembangunan manusia karena dapat berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, kesehatan, produktivitas, hingga kualitas hidup anak. Dari data awal di wilayah binaan IDSurvey, masih ditemukan balita dengan kondisi stunting yang membutuhkan perhatian dan pendampingan.
