Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

KDM Ungkap Kebutuhan Air Data Center BDx Capai 384 Liter per Detik

Kota Bandung
3 min read
KDM Ungkap Kebutuhan Air Data Center BDx Capai 384 Liter per Detik
Dok. Istimewa
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti kebutuhan air data center BDx di Jatiluhur yang diproyeksikan mencapai 384 liter per detik atau sekitar 33 ribu meter kubik per hari.

  • KDM meminta pasokan air BDx melalui PDAM dipastikan tidak mengganggu alokasi Jatiluhur bagi pertanian, masyarakat, serta wilayah Bekasi, Karawang, Subang, dan Jakarta.

  • Proyek AI Campus 2 BDx bernilai sekitar Rp3,5 triliun, direncanakan memiliki enam gedung hingga 640 MW; fase pertama gedung awal 120 MW ditargetkan beroperasi awal 2027.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM menyoroti kebutuhan air proyek pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) milik BDx di Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Hal ini dikarenakan kebutuhan air proyek itu diproyeksikan mencapai 384 liter per detik (LPS) atau sekitar 33 ribu meter kubik per hari ketika seluruh fasilitas beroperasi.

KDM meminta kebutuhan tersebut dipastikan tidak mengganggu alokasi air untuk pertanian dan masyarakat. Hal itu disampaikan KDM saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek AI Campus 2 (CGK4) di kawasan Jatiluhur, Senin (28/9/2026).

Menurut KDM, kebutuhan air perlu dihitung sejak awal karena fasilitas data center akan dikembangkan secara bertahap. Pada tahap awal, kebutuhan air BDx disebut masih sekitar 6.000 meter kubik dan akan meningkat seiring bertambahnya kapasitas.

"Jangan sampai pas di perjalanan di Indonesia itu kalau sudah ribut-ribut politik, kasihan pengusaha harus fight dari sekarang. Airnya cukup enggak? Mengganggu petani enggak?" kata KDM, Selasa (29/9/2026).

  1. 1. KDM minta tidak ganggu air pertanian

    IMG-20260929-WA0009.jpg
    Dok. Istimewa

    KDM mengatakan pemanfaatan air untuk industri harus memperhitungkan alokasi yang telah ditetapkan untuk sektor lain. Sebab, air dari sistem Jatiluhur tidak hanya digunakan untuk kebutuhan di Purwakarta.

    Menurutnya, alokasi air dari Jatiluhur juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan Bekasi, Karawang, Subang hingga Jakarta.

    "Airnya tidak mengganggu petani, tapi dia alokasikan di Bekasi, Karawang, dan Subang, Jakarta itu sudah ada alokasinya," ujarnya.

  2. 2. BDx beli air dari PDAM

    IMG-20260922-WA0034.jpg
    Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

    KDM juga menjelaskan mekanisme pemenuhan air BDx berbeda dengan sejumlah data center lain di Jawa Barat. Menurut dia, BDx tidak membeli air secara langsung dari Perum Jasa Tirta (PJT) II, melainkan memperoleh pasokan melalui PDAM.

    "Kalau ini kan ngambilnya tetap dari Jatiluhur, tapi masuk di PDAM. Maksudnya mengambil airnya dari Jatiluhur, masuknya ke PDAM, beli airnya dari PDAM. Kan beda," kata KDM.

    Karena itu, KDM meminta sumber air untuk data center lain di Jawa Barat juga ditelusuri. Ia mencontohkan fasilitas data center di Karawang yang perlu diperiksa sumber pasokan airnya.

    "Kalau di Karawang berarti sumber airnya pasti dari PJT, pasti pakai Citarum kan? Citarum Barat," ujarnya.

  3. 3. KDM minta perusahaan tersebut objektif soal penggunaan air

    IMG-20260922-WA0036.jpg
    Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

    Menurut KDM, kebutuhan air setiap data center perlu dilihat secara objektif, termasuk dari mana sumber airnya dan berapa besar volume yang digunakan.

    "Kita objektif saja, berapa kebutuhannya?" kata dia.

    Di sisi lain, KDM melihat kebutuhan air industri juga dapat memberikan nilai ekonomi bagi penyedia layanan air. BDx, kata dia, merupakan konsumen komersial PDAM sehingga transaksi tersebut semestinya tidak mengganggu pelayanan air untuk masyarakat.

    "Artinya harus ada air yang dijual berdasarkan aspek komersial. Maka BDx merupakan pasar komersial, tanpa mengganggu pelayanan," ujarnya.

    KDM bahkan berharap keuntungan dari penjualan air kepada konsumen komersial dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan air bagi masyarakat.

    "Bahkan logikanya adalah hasil keuntungan dari BDx ini bisa untuk meningkatkan kualitas layanan air untuk masyarakat umum," katanya.

    Diketahui, Proyek BDx Data Centers di Jatiluhur memiliki nilai investasi sekitar Rp3,5 triliun. AI Campus 2 (CGK4) dibangun di atas lahan sekitar 8.000 meter persegi sebagai bagian dari kawasan pengembangan seluas 11 hektare.

    Kawasan tersebut direncanakan terdiri dari enam gedung dengan kapasitas pengembangan hingga 640 megawatt (MW). Gedung pertama memiliki kapasitas IT sebesar 120 MW yang dikembangkan secara bertahap. Fase pertama yang telah dikontrak ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2027.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More