Olah Limbah Sabut Kelapa, Perempuan Ini Berdayakan Warga Pesisir

- Iga Analusya mengolah limbah sabut kelapa di pesisir Padang melalui Farilla Craft menjadi tas, dompet, pot, dekorasi, dan pensil bernilai jual.
- Setelah bergabung PNM Mekaar pada akhir 2023, Iga mendapat modal, pelatihan, serta pendampingan teknologi dan promosi; Farilla Craft melibatkan 15–20 pengrajin, mayoritas ibu rumah tangga.
- Iga berencana memperluas galeri dan merangkul lebih banyak warga pesisir Padang, termasuk anak putus sekolah serta ibu rumah tangga, untuk berkarya dan mengembangkan keterampilan.
Bandung, IDN Times – Berawal dari kepedulian terhadap limbah sabut kelapa yang menumpuk di kawasan pesisir Padang, Iga Analusya, 32 tahun, mengembangkan usaha kerajinan Farilla Craft. Melalui kreativitasnya, limbah yang sebelumnya kurang dimanfaatkan diolah menjadi berbagai produk bernilai jual, mulai dari tas, dompet, pot, hingga dekorasi bernuansa natural.
Ide usaha tersebut muncul setelah Iga mengikuti pelatihan pengolahan sabut kelapa pada 2021. Dalam kegiatan itu, warga pesisir mendapat pembekalan keterampilan baru dari sejumlah narasumber. Iga kemudian mengembangkan gagasan tersebut bersama suaminya yang berperan sebagai desainer produk.
“Kami lihat limbah sabut kelapa itu tidak dimanfaatkan, padahal potensinya besar,” ujar Iga, menceritakan awal mula Farilla Craft.
Usaha yang telah dirintis sebelum menikah itu mulai berkembang setelah Iga bergabung dengan program PNM Mekaar pada akhir 2023. Modal awal Rp3 juta digunakan untuk membeli bahan baku agar produksi tidak lagi bergantung pada pesanan yang datang terlebih dahulu. Seiring perkembangan usaha, plafon pinjamannya kini meningkat menjadi Rp8,5 juta.
1. Mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Olah Limbah Sabut Kelapa, Perempuan Ini Berdayakan Warga Pesisir (Dok. PNM) Farilla Craft kini mampu memproduksi hingga 100 pensil dalam sekali produksi. Untuk pesanan dalam jumlah besar, seperti dari instansi pemerintah, pengerjaannya dapat memakan waktu sekitar tiga pekan. Selain mengembangkan produk kerajinan, usaha ini turut membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar dengan melibatkan 15 hingga 20 pengrajin, yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga di kawasan pesisir.
Direktur Utama PNM, Kindaris, mendorong nasabah PNM Mekaar untuk jeli melihat peluang usaha, termasuk dari potensi sederhana di lingkungan sekitar. Menurutnya, kisah Iga menunjukkan bahwa modal dapat menjadi awal bagi pengembangan usaha yang memberi dampak lebih luas apabila disertai ketekunan dan pendampingan.
“Ibu Iga adalah contoh nyata bahwa modal hanyalah awal, tapi ketekunan dan kerja keras yang diiringi dengan pendampingan mampu membawa manfaat yang lebih luas dan menggerakkan orang-orang di sekitarnya yang membutuhkan,” kata Kindaris.
2. Pendampingan PNM dorong pengembangan usaha

ilustrasi kelapa (pixabay.com/CharlotteGovaert) Bagi Iga, dukungan PNM tidak sebatas akses permodalan. Ia juga memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas usaha. Salah satunya melalui program Mekaarpreneur 2026, yang membawanya masuk dalam 120 peserta terbaik. Dari program tersebut, Iga mendapatkan wawasan mengenai pengelolaan usaha berbasis teknologi dan strategi promosi melalui media sosial.
“Kalau jadi orang biasa mungkin PNM itu ya cuma untuk pinjaman saja. Tapi setelah kita ada di dalamnya, kita jadi lihat ada hal lain yang jauh lebih bermanfaat,” kata Iga.
Pengetahuan baru itu mendorong Iga menyesuaikan produk Farilla Craft dengan selera pasar generasi muda, tanpa meninggalkan sentuhan tradisional sebagai ciri khasnya. Kunjungan mahasiswa untuk studi banding ke tempat usahanya juga memberikan inspirasi dalam mengemas produk agar terlihat lebih modern dan eksklusif.
Di sisi lain, Iga berupaya menjaga penggunaan modal tetap terarah dengan mencatat rencana pemanfaatannya sebelum pencairan, sehingga dana digunakan untuk kebutuhan produksi, bukan pengeluaran konsumtif.
3. Berencana merangkul lebih banyak warga pesisir

ilustrasi mangrove di pesisir (freepik.com) Ke depan, Iga berharap dapat memperluas galeri Farilla Craft dan membuka kesempatan bagi lebih banyak warga untuk terlibat dalam kegiatan usaha. Ia ingin merangkul anak-anak putus sekolah serta ibu rumah tangga di sekitar pesisir Padang agar memiliki ruang untuk berkarya dan mengembangkan keterampilan.
Upaya pengembangan nasabah tersebut menjadi bagian dari inisiatif PNM melalui program pemberdayaan UMKM. PNM mengusung tagar #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM sebagai kelanjutan dari inisiatif tahun sebelumnya, #CariTauLangkahBaru. Program ini ditujukan untuk memperluas dampak pemberdayaan sekaligus membina nasabah unggulan agar usaha mereka terus berkembang.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















