Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemudik Jangan Khawatir, 3.000 Nakes Jaga di Jalur Pantura Cirebon
Pantura Cirebon
  • Pemerintah Kabupaten Cirebon menyiapkan 3.000 tenaga kesehatan di 20 pos pelayanan yang tersebar di jalur strategis Pantura untuk mendukung arus mudik dan balik Lebaran 2026.
  • Petugas medis terdiri dari dokter, perawat, bidan, dan tenaga kesehatan lain yang bekerja tiga shift agar layanan kesehatan tersedia 24 jam penuh selama masa mudik.
  • Layanan kesehatan diperkuat oleh 60 puskesmas, 13 rumah sakit, serta lebih dari 100 klinik yang siap menjadi rujukan dan memastikan pemudik mendapat akses medis cepat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Cirebon, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Cirebon menyiapkan ribuan tenaga kesehatan untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Sebanyak 3.000 petugas medis akan ditempatkan di sejumlah pos pelayanan kesehatan yang tersebar di titik-titik strategis jalur mudik.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni, mengatakan pos kesehatan tersebut akan beroperasi mulai 14 Maret hingga 29 Maret 2026. Pengoperasian pos itu diselaraskan dengan kebijakan nasional Kementerian Kesehatan serta pengamanan arus mudik yang dilakukan aparat kepolisian melalui Operasi Ketupat Lodaya.

Menurut Eni, keberadaan pos kesehatan menjadi bagian penting dari sistem pengamanan perjalanan mudik, terutama untuk mengantisipasi gangguan kesehatan yang sering dialami masyarakat saat menempuh perjalanan jauh.

“Pos kesehatan akan aktif dari 14 Maret sampai 29 Maret 2026 untuk mendukung pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran,” kata Eni, Rabu (11/3/2026).

1. Pos kesehatan tersebar di jalur strategis mudik

Pantura Cirebon

Sebanyak 20 pos kesehatan disiapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon di berbagai jalur yang kerap dilalui pemudik. Lokasi tersebut dipilih berdasarkan tingkat kepadatan lalu lintas serta potensi kerawanan perjalanan selama musim mudik.

Empat pos kesehatan ditempatkan di jalur tol yang menjadi salah satu lintasan utama kendaraan jarak jauh. Pos tersebut berada di Rest Area KM 207 A, KM 208 B, KM 228 A, dan KM 229 B.

Selain di jalan tol, pos pelayanan medis juga didirikan di sejumlah jalur arteri yang menjadi akses penghubung antara Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Beberapa titik yang menjadi lokasi pos kesehatan di antaranya kawasan Bunder, Junjang, Ramayana Kedawung, Kapetakan, Celancang, Pasar Mundu, Exit Tol Kanci, Gebang, hingga wilayah Losari.

"Tidak hanya itu, beberapa wilayah penyangga yang juga sering dilintasi pemudik turut disiapkan sebagai titik layanan kesehatan. Pos-pos tersebut berada di wilayah Dukupuntang, Mountoya, Lemahabang, serta Ciledug," tutur Eni.

2. Ribuan tenaga medis siaga 24 jam

Pantura Cirebon

Eni mengatakan, untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon menurunkan sekitar 3.000 tenaga kesehatan yang akan bertugas selama masa mudik.

Jumlah tersebut terdiri atas 188 dokter, 928 perawat, 736 bidan, serta 1.211 tenaga kesehatan lainnya dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di daerah tersebut.

Para petugas akan menjalankan tugas secara bergantian dengan sistem tiga shift, yaitu pagi, siang, dan malam. Pola kerja ini diterapkan agar layanan kesehatan bagi pemudik dapat berlangsung selama 24 jam penuh.

“Petugas akan bekerja bergiliran dalam tiga shift sehingga pelayanan kesehatan bisa tersedia sepanjang waktu,” ujar Eni.

Selain tenaga medis, setiap pos kesehatan juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti obat-obatan, peralatan medis dasar, hingga ambulans yang disiagakan untuk menangani kondisi darurat selama perjalanan mudik.

3. Dukungan puluhan puskesmas, rumah sakit, dan klinik

Pantura Cirebon

Eni menambahkan, pelayanan kesehatan selama musim mudik Lebaran tidak hanya melibatkan tenaga medis yang bertugas di posko. Sistem layanan kesehatan tersebut juga didukung oleh berbagai fasilitas kesehatan yang tersebar di wilayah Kabupaten Cirebon.

Sebanyak 60 puskesmas dilibatkan untuk memperkuat layanan medis di daerah. Selain itu, 13 rumah sakit juga disiagakan sebagai fasilitas rujukan apabila ditemukan kasus kesehatan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Partisipasi sektor swasta juga ikut memperkuat sistem layanan kesehatan selama periode mudik. Tercatat ada 85 klinik pratama dan 25 klinik utama yang siap membantu memberikan pelayanan medis jika terjadi peningkatan kebutuhan kesehatan masyarakat.

Menurut Eni, kolaborasi berbagai fasilitas kesehatan tersebut bertujuan memastikan pemudik tetap memperoleh akses pelayanan kesehatan dengan cepat selama perjalanan.

“Seluruh fasilitas kesehatan kami siapkan agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan medis yang mudah dijangkau selama masa mudik dan arus balik Lebaran,” katanya.

Selain menyiapkan fasilitas dan tenaga medis, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kondisi kesehatan sebelum melakukan perjalanan mudik.

Pemudik dianjurkan memastikan tubuh dalam kondisi fit dengan beristirahat cukup sebelum berangkat. Selain itu, mereka juga disarankan mengonsumsi makanan bergizi saat sahur serta menambah asupan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh selama perjalanan.

Bagi pengendara kendaraan pribadi, Eni mengingatkan agar tidak memaksakan diri mengemudi dalam kondisi lelah. Ia menyarankan pengemudi berhenti beristirahat setidaknya setiap empat jam perjalanan guna menghindari kelelahan yang berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.

“Kalau sudah merasa lelah, sebaiknya segera berhenti untuk beristirahat. Idealnya setiap empat jam perjalanan agar kondisi tubuh tetap terjaga,” ujar Eni.

Editorial Team