Ilustrasi Gempa (IDN Times/Arief Rahmat)
Dalam kondisi minim penerangan, proses pendataan dan verifikasi tetap dilakukan. Bantuan perbaikan rumah kemudian dialokasikan berdasarkan tingkat kerusakan dan diserahkan langsung kepada pemilik rumah.
Di Kelurahan Bangka Leleng, Kecamatan Lamba Leda Selatan, bantuan dialokasikan untuk 23 unit rumah rusak berat, masing-masing sebesar Rp20 juta, serta 83 unit rumah rusak ringan, masing-masing Rp5 juta.
Sementara itu, di Kelurahan Nggalakleleng, Kecamatan Pocoranaka, bantuan diberikan untuk 20 unit rumah rusak berat, masing-masing Rp20 juta, dan 18 unit rumah rusak ringan, masing-masing Rp5 juta.
"Kami pastikan data rumah yang rusak berat, retak-retak, hingga yang roboh terdata dengan benar. Penyaluran bantuan dilakukan secara transparan dan tunai agar warga bisa langsung memperbaiki tempat tinggalnya," kata KDM.
Adapun bantuan kemanusiaan yang dihimpun untuk korban gempa NTT mencapai Rp4,5 miliar. Dana tersebut berasal dari sejumlah pihak di Jawa Barat.
Baznas Jawa Barat menyumbang Rp1 miliar yang bersumber dari zakat ASN dan BUMD Jabar. Kemudian Bank BJB melalui program BJB Peduli memberikan Rp1 miliar.
KDM secara pribadi menyumbang Rp600 juta, sedangkan Wali Kota Depok Supian Suri memberikan Rp500 juta.
Selanjutnya, Apindo Jawa Barat menyumbang Rp500 juta, ASN Pemprov Jabar Rp400 juta, Kadin Jawa Barat Rp200 juta, Kwarda Gerakan Pramuka Jabar Rp100 juta, serta PT Buana Kasiti dan tambahan hasil rapat sebesar Rp200 juta.