Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemprov Jabar Janji Biayai 70 Ribu Calon Siswa Baru di Sekolah Swasta
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

  • Pemprov Jawa Barat memastikan sekitar 70 ribu calon siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri akan disekolahkan ke swasta dengan biaya ditanggung pemerintah provinsi.
  • Pemerintah menjalin kerja sama langsung dengan sekolah swasta, bukan organisasi, melalui nota kesepahaman untuk menampung siswa baru sebagai mitra resmi Pemprov Jabar.
  • Sebanyak 700 sekolah swasta telah menyatakan kesediaan menjadi mitra, memastikan seluruh calon siswa tetap mendapat akses pendidikan tanpa beban biaya tambahan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
tahun ini

Jumlah siswa SMA yang tidak tertampung di sekolah negeri diperkirakan mencapai 70.000 hingga 80.000 orang, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

20 Juni 2026

Gubernur Jawa Barat KDM menyatakan Pemprov Jabar akan membiayai seluruh calon murid baru yang tidak diterima di sekolah negeri untuk bersekolah di swasta mitra pemerintah.

kini

Sekitar 700 sekolah swasta telah menyatakan kesediaan menjadi mitra Pemprov Jabar melalui surat pernyataan, dan total sekolah yang akan bekerja sama diperkirakan mencapai 800.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Provinsi Jawa Barat menanggung biaya pendidikan sekitar 70 ribu calon murid baru yang tidak tertampung di SMA dan SMK negeri untuk bersekolah di sekolah swasta mitra.
  • Who?
    Gubernur Jawa Barat KDM bersama jajaran Pemprov Jabar, serta sekitar 700 sekolah swasta yang menyatakan kesediaan menjadi mitra pemerintah daerah.
  • Where?
    Kebijakan ini diterapkan di wilayah Provinsi Jawa Barat, dengan pelaksanaan kerja sama dilakukan langsung antara Pemprov dan sekolah-sekolah swasta setempat.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Sabtu, 20 Juni 2026, setelah pertemuan antara Pemprov Jabar dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
  • Why?
    Kebijakan ini dibuat untuk memastikan seluruh calon murid baru tetap memperoleh akses pendidikan meskipun tidak diterima di sekolah negeri akibat keterbatasan daya tampung.
  • How?
    Pemprov Jabar menjalin nota kesepahaman langsung dengan sekolah swasta yang bersedia menampung siswa, tanpa melalui organisasi seperti BMPS, dan menanggung penuh biaya pendidikannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak anak di Jawa Barat tidak bisa masuk sekolah negeri. Katanya ada sekitar tujuh puluh ribu anak. Pemerintah Jawa Barat mau bantu mereka supaya tetap bisa sekolah di sekolah swasta. Semua uang sekolahnya dibayar oleh pemerintah. Sudah ada ratusan sekolah swasta yang mau terima anak-anak itu dan sekarang semuanya disiapkan biar bisa mulai belajar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menanggung biaya pendidikan puluhan ribu calon murid baru yang tidak tertampung di sekolah negeri menunjukkan komitmen kuat terhadap pemerataan akses pendidikan. Dengan lebih dari 700 sekolah swasta yang bersedia menjadi mitra, kebijakan ini mencerminkan kolaborasi nyata antara pemerintah dan lembaga pendidikan demi memastikan setiap anak tetap dapat bersekolah tanpa hambatan biaya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Puluhan ribu calon murid baru (CMB) yang tidak tertampung ke SMA dan SMK negeri pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Mereka dipastikan disekolahkan ke swasta dengan biaya sekolah yang dijamin oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat KDM mengatakan, berdasarkan hasil pertemuan dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, tidak ada lagi persoalan terkait skema pembiayaan bagi siswa yang tidak diterima di sekolah negeri.

Menurut dia, jumlah siswa SMA yang tidak tertampung di sekolah negeri tahun ini diperkirakan 70 ribu hingga 80 ribu anak. Angka tersebut dinilai lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.

"Hitungan kita ada sekitar 70 ribu sampai 80 ribu siswa yang tidak bisa diterima di sekolah negeri. Menurut saya ini menurun dibanding tahun lalu. Hari ini sudah lebih sedikit dan itu akan dibiayai oleh Pemprov Jabar untuk bersekolah di sekolah swasta yang sudah menyepakati menjadi mitra," ujar Dedi, Sabtu (20/6/2026).

1. Pemprov Jabar teken kerja sama dengan sekolah

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Terkait pernyataan Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) yang membantah adanya kerja sama, KDM menegaskan Pemprov Jabar menjalin kerja sama langsung dengan sekolah, bukan dengan organisasi.

Menurut dia, nota kesepahaman atau kerja sama dilakukan dengan masing-masing sekolah swasta yang bersedia menjadi mitra pemerintah dalam menampung siswa.

"Kita bekerja sama dengan sekolah, bukan dengan organisasi. MOU kita bukan dengan ormas, tetapi dengan sekolahnya. Kalau BMPS membantah, sementara sekolahnya bersedia, ya tidak ada masalah," katanya.

2. 700 sekolah siap menampung murid baru

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Dedi mengungkapkan hingga saat ini sudah terdapat sekitar 700 sekolah swasta yang menyatakan kesediaan menjadi mitra Pemprov Jabar. Hal tersebut dibuktikan melalui surat pernyataan yang disampaikan kepada pemerintah daerah.

"Yang sudah menyatakan bersedia dengan surat pernyataan ada 700 sekolah," katanya.

3. Pemprov Jabar menjamin semua biaya pendidikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Dengan jumlah tersebut, KDM optimis seluruh siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri akan memperoleh akses pendidikan. Apalagi biaya pendidikan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Yang penting tugas saya adalah anak-anak Jawa Barat harus sekolah dan biayanya disiapkan oleh Pemprov," tegasnya.

Editorial Team

Related Article