Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemprov Jabar Batalkan Pemberian Beasiswa JLFS 2024
Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin (IDN Times/Fatimah)

Bandung, IDN Times - Pemberian beasiswa  Jawa Barat Future Leaders Scholarship (JFLS) 2024 resmi dibatalkan oleh Pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Pembatalan dilakukan hanya pada jalur afirmasi, sementara untuk jalur reguler akan dievaluasi terlebih dahulu.

Pembatalan ini sendiri disampaikan oleh Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin di Bandung, Kamis (21/11/2024). Ia mengatakan, langkah itu diambil karena tidak transparan dalam pemberian beasiswa.

"Tahun ini afirmasi dibatalkan, untuk yang reguler kami evaluasi oleh Inspektorat. Kami lihat betul kualitas sekolahnya seperti apa," ujar Bey.

1. Transparansi harus dilakukan sejak awal

Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin (IDN Times/Inin Nastain)

Meski begitu, Bey memastikan program ini akan tetap dilaksanakan hingga tahun depan, dengan penerapan sistem yang lebih baik. Menurutnya, program ini pada dasarnya sudah bagus, hanya butuh beberapa perbaikan agar lebih transparan dan tepat sasaran.

"Itu bagus, tapi tahun depan saya minta lebih transparan dari awal tahapannya itu betul-betul dipublikasikan. Mulai dari seleksi administrasi, siapa yang daftar, gugur, itu dicantumkan," ucapnya.

Selama program ini berjalan, Bey mengungkapkan, sistem pemerimaannya masih tertutup dan para pendaftar tidak mengetahui status penerimaan dirinya.

"Kalau sekarang kan buka daftar, tiba-tiba pengumuman. Itu di mana transparannya? Itu yang kami kecewa, karena kami banyak mendapatkan masukan dari masyarakat," katanya.

2. Setiap sesi diumumkan ke publik

Bey Machmudin (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Oleh karena itu, Bey meminta kekurangan-kekurangan ini harus dievaluasi dan dibenahi secara menyeluruh, agar tahun depan dapat berjalan lebih optimal dari mulai pendaftaran penerimaan, seleksi hingga penetapannya.

"Tahun depan minta lebih transparan dan tiap sesi itu diumumkan. Jadi keterbukaan. Masyarakat jadi tahu kalau enggak lulus. Ini kan masyarakat berharap, kalau perlu biaya kan kasihan," kata dia.

3. Disdik sebut penundaan karena waktu mepet

Penjabat Gubernur Jabar Bey Macmhudin. IDN Times/Debbie Sutrisno

Di tempat yang sama, Plh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Bambang Tirtoyuliono mengatakan, penundaan pembukaan jalur afirmasi tidak semata-mata karena transparansi, melainkan berdekatan dengan pergantian tahun.

"Untuk afirmasi 2024 (ditunda) ini karena waktu, kelihatannya karena waktu dan mekanismenya cukup panjang tahapannya sehingga ditunda," ujar pria yang akrab dengan panggilan Abenk itu.

Kendati begitu, Pemprov Jabar tetap akan melakukan persiapan untuk pembukaan JFLS 2025, termasuk terkait transparansi penerimaan beasiswa program tersebut.

"Sambil berproses, diaudit teman-teman Inspektorat yang 2025 tetap berjalan tapi tentunya setiap tahapan proses akan lebih transparan," kata dia.

Editorial Team

Related Article