Pemprov Jabar Awasi Program Pangan Murah dari Pemerintah Pusat

Bandung, IDN Times - Pemerintah pusat turut menggelar Operasi Pasar Pangan Murah di 26 titik kantor PT Pos yang ada di wilayah Jawa Barat. Kegiatan ini dimulai sejak menjelang bulan Ramadan, 24 Februari 2025 sampai sebelum lebaran, 29 Maret 2025.
Progam ini menjual beberapa kebutuhan pokok yang dibanderol di bawah harga eceran tertinggi (HET). Terlihat seperti beras SPHP dari harga Rp12.500 menjadi Rp12.000, kemudian bawang putih Rp38.000 per kilogram menjadi Rp32.000 kilogram.
Di sisi lain, ada pula gula putih dari Rp17.000 menjadi Rp15.000, daging kerbau dari Rp80.000 menjadi Rp75.000, Minyakita dari Rp15.000 menjadi Rp14.700 ribu.
1. Pembelian harus pakai KTP

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat, Siti Rochani mengatakan, pemerintah provinsi akan mengawal langsung bersama dengan instansi lainnta dalam penyaluran bantuan tersebut.
"Jadi sistemnya, masyarakat harus memperlihatkan KTP dan masing-masing dijatah pembeliannya, satu orang dua kilo, bawang, gula dan daging, minyak maksimal dua liter," kata Siti.
2. Operasi pasar menjaga stabilitas harga

Menurutnya, dengan digelar menjelang Ramadan dan berakhir sebelum lebaran, program ini akan membantu menjaga kebutuhan pangan dan meminimalisir kelangkaan saat bulan Ramadan dan sebelum lebaran.
"Operasi pasar ini sangat membantu masyarakat, meminimalisir kelangkaan dan menjaga stabilitas harga," ucapnya.
3. Digelar di seluruh Kantor Pos yang ada di Jabar

Diketahui, pasar tersebut akan beroperasi di 26 titik yang ada di Jabar, di antaranya Kantor Pos Kosambi, Asia Afrika; kemudian di Cimahi, Soreang, Ujungberung, Sumedang, Tasikmalaya, Subang, dan semua Kantor Pos yang ada di Bandung dan Jabar.
Program ini digelar setiap hari dari sebelum lebaran. Kebutuhan barang pun akan terus dipenuhi sesuai dengan kebutuhan dari masyarakat hingga menjelang lebaran, namun tetap diterapkan kuota setiap pembelian.



















