Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemkot Bandung Klaim Harga Sembako Stabil, Pasokan Pangan Aman
Ilustrasi cabai merah. (IDN Times/Muhammad Nasir)
  • Pemkot Bandung menyatakan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional dan ritel relatif stabil, bahkan beberapa komoditas seperti cabai mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir.
  • Fluktuasi harga masih terjadi pada sayuran akibat cuaca, sementara komoditas utama seperti telur, daging ayam, dan minyak goreng berada pada kondisi normal serta stabil di bawah harga acuan pemerintah.
  • Disdagin Kota Bandung terus memantau harga sekaligus menggelar program pasar murah setiap triwulan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
beberapa pekan terakhir di bulan ini

Sejumlah komoditas kebutuhan pokok di Kota Bandung mengalami penurunan harga dibandingkan minggu-minggu sebelumnya.

Kamis terakhir kemarin

Disdagin Kota Bandung melakukan monitoring harga dan pasokan pangan di pasar tradisional serta toko ritel, hasilnya menunjukkan harga relatif stabil.

20 Juni 2026

Meiwan Kartiwa menyampaikan bahwa harga sembako di Kota Bandung masih stabil dan beberapa komoditas seperti cabai mengalami penurunan.

beberapa waktu lalu

Harga minyak goreng sempat naik sebelum akhirnya kembali stabil di pasaran.

triwulan kedua

Disdagin Kota Bandung melaksanakan program pasar murah menjelang Iduladha sebagai bagian dari agenda rutin setiap triwulan.

sekitar bulan September

Pemkot Bandung berencana menggelar kembali pasar murah pada triwulan ketiga untuk menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok.

kini

Harga sembako di Kota Bandung dilaporkan stabil dengan pasokan pangan dalam kondisi aman menurut Disdagin setempat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Kota Bandung menyampaikan bahwa harga kebutuhan pokok di pasar tradisional dan toko ritel masih stabil, dengan beberapa komoditas seperti cabai mengalami penurunan harga dalam beberapa pekan terakhir.
  • Who?
    Kepala Bidang Distribusi dan Perdagangan Pengawasan Kemetrologian Disdagin Kota Bandung, Meiwan Kartiwa, bersama timnya yang melakukan pemantauan harga dan pasokan pangan di wilayah Kota Bandung.
  • Where?
    Kegiatan pemantauan dilakukan di pasar tradisional dan toko ritel yang tersebar di wilayah Kota Bandung, Jawa Barat.
  • When?
    Pemantauan terakhir dilakukan pada Kamis sebelum tanggal 20 Juni 2026, dengan laporan disampaikan pada Sabtu, 20 Juni 2026.
  • Why?
    Pemantauan dilakukan untuk memastikan kestabilan harga bahan pokok serta ketersediaan pasokan pangan menjelang periode triwulan kedua dan Iduladha.
  • How?
    Disdagin melakukan monitoring rutin terhadap harga komoditas utama serta melaksanakan program pasar murah setiap triwulan guna menjaga keterjangkauan kebutuhan pokok bagi masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di Bandung, harga makanan di pasar katanya tidak naik. Ada yang malah turun, seperti cabai merah dan cabai rawit. Telur juga masih normal, daging ayam dan sapi harganya beda-beda tapi aman. Minyak goreng dulu sempat naik, tapi sekarang sudah tenang lagi. Pemerintah juga bikin pasar murah supaya orang bisa beli lebih mudah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Stabilitas harga kebutuhan pokok di Kota Bandung menunjukkan hasil positif dari pemantauan dan pengelolaan pasar yang konsisten oleh Disdagin. Penurunan harga beberapa komoditas seperti cabai serta kembalinya kestabilan minyak goreng mencerminkan pasokan yang terjaga baik. Selain itu, keberlanjutan program pasar murah menandakan perhatian pemerintah terhadap daya beli masyarakat tetap terpelihara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di pasar tradisional dan toko ritel Kota Bandung disebut relatif stabil. Bahkan beberapa komoditas mengalami penurunan harga dalam beberapa pekan terakhir.

Kepala Bidang Distribusi dan Perdagangan Pengawasan Kemetrologian Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Meiwan Kartiwa mengatakan, dari hasil monitoring harga di pasar tradisional dan toko ritel serta pasokan dalam kondisi aman.

"Hasil monitoring kami pada Kamis terakhir kemarin, Alhamdulillah harga barang kebutuhan pokok masih relatif stabil. Bahkan beberapa komoditas cenderung mengalami penurunan, seperti cabai rawit merah dan cabai merah tanjung dibandingkan minggu-minggu sebelumnya," kata Meiwan, Sabtu (20/6/2026).

1. Harga cabai cenderung turun

Ilustrasi cabai (unsplash.com/Shubha gambhir)

Menurut Meiwan, fluktuasi harga yang masih terjadi umumnya berasal dari komoditas sayuran yang dipengaruhi kondisi cuaca. Sedangkan komoditas utama lainnya seperti telur, harga masih berada pada kondisi normal dan stabil.

Untuk cabai rawit merah atau cabai domba, hasil pemantauan menunjukkan harga berada di kisaran Rp60 ribu - Rp80 ribu per kilogram. Sedangkan cabai merah tanjung berkisar Rp40 ribu - Rp60 ribu per kilogram.

"Kalau cabai saat ini justru lebih cenderung turun dibandingkan beberapa minggu sebelumnya," ujarnya.

2. Harga daging diklam stabil

ilustrasi daging kambing (pexels.com/女子 正真)

Sementara itu, harga daging ayam ras masih terjaga dan berada di bawah harga acuan pemerintah, yakni sekitar Rp38 ribu - Rp40 ribu per kilogram.

Adapun harga daging sapi bervariasi sesuai jenis dan kualitasnya, mulai dari Rp130 ribu - Rp150 eibu per kilogram. "Harga daging sapi berbeda-beda karena kualitasnya juga berbeda. Ada yang tanpa lemak, bagian khas dalam, khas luar maupun paha sehingga harganya bervariasi," jelas Meiwan.

3. Harga minyak goreng pun stabil

Harga Minyak goreng MinyaKita dijual di atas HET. IDN Times/Riyanto.

Untuk minyak goreng, Disdagin mencatat sempat terjadi kenaikan harga. Namun saat ini kondisi pasar sudah kembali stabil dan tidak menunjukkan tren kenaikan.

"Harga minyak goreng sekarang masih bertahan stabil, tidak ada kenaikan lagi," ungkapnya.

Selain melakukan pemantauan harga, Disdagin Kota Bandung juga terus menjalankan program pasar murah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Meiwan mengungkapkan, program pasar murah yang menjadi agenda rutin setiap triwulan telah dilaksanakan menjelang Iduladha pada triwulan kedua. Selanjutnya, kegiatan serupa akan kembali digelar pada triwulan ketiga, sekitar September mendatang.

"Nanti menjelang triwulan ketiga kemungkinan sekitar bulan September, kami akan melaksanakan pasar murah kembali," tuturnya.

Editorial Team

Related Article