Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemkab Sukabumi Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan-Kebakaran!
Kebakaran di Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah)
  • Pemkab Sukabumi menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla 2026, berlaku 23 Juli hingga 30 September, menyusul kemarau panjang yang memicu krisis air bersih.
  • Enam kecamatan mengalami krisis air bersih: Cibadak, Cikembar, Cicurug, Nyalindung, Kebonpedes, dan Gegerbitung. BPBD telah mendistribusikan 80.000 liter air melalui kolaborasi lintas sektor.
  • Penanganan didanai DSP APBN, BTT APBD, dan sumber sah lain. Warga diimbau menghemat air serta waspada titik api di semak, lahan pertanian, dan hutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sukabumi, IDN Times - Ancaman musim kemarau panjang mulai berdampak serius di Kabupaten Sukabumi. Menyusul menyusutnya debit air sungai dan penurunan cadangan air bawah tanah yang memicu krisis air bersih di sejumlah titik, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi resmi menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2026.

Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Bupati Nomor 300.2.1/Kep.624-BPBD/2026 yang berlaku sejak 23 Juli hingga 30 September 2026 mendatang.

1. Payung hukum untuk percepat penanganan di lapangan

Warga saat antre air bersih di Desa Sasagaran, Kab Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah)

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki, menegaskan bahwa status ini menjadi acuan hukum penting. Dengan begitu, penanganan dampak kemarau terhadap masyarakat bisa dilakukan secara responsif dan tanpa hambatan birokrasi.

"Keputusan Bupati ini ditetapkan sebagai upaya Pemkab Sukabumi dalam mengantisipasi perubahan cuaca yang berpotensi memicu kekeringan, krisis air bersih, gangguan sektor pertanian, hingga ancaman kebakaran hutan dan lahan," ujar Eki, Kamis (30/7/2026).

2. Enam kecamatan alami krisis air

Ilustrasi krisis air bersih. IDN Times/Asrhawi Muin

Dampak kemarau kini sudah nyata dirasakan oleh warga lokal. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Sukabumi, setidaknya ada enam kecamatan yang mulai mengeluhkan krisis air bersih, yaitu Kecamatan Cibadak, Kecamatan Cikembar, Kecamatan Cicurug, Kecamatan Nyalindung, Kecamatan Kebonpedes dan Kecamatan Gegerbitung.

Sebagai langkah cepat pascapenetapan status siaga darurat, BPBD Kabupaten Sukabumi langsung menerjunkan armada penyalur bantuan. Sebanyak 80.000 liter air bersih telah didistribusikan ke pemukiman warga yang terdampak paling parah.

Aksi penanganan krisis ini dilakukan melalui kolaborasi lintas sektoral bersama Dinas Pemadam Kebakaran, PDAM, Palang Merah Indonesia (PMI), hingga relawan lokal.

3. Disokong dana Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD

Ilustrasi krisis air bersih sejumlah warga PPU ambil air di bak penampungan sementara yang disiapkan pemerintah (IDN Times/Ervan)

Untuk menjamin kelancaran operasional selama masa siaga darurat hingga akhir September nanti, Pemkab Sukabumi menyiagakan anggaran khusus.

Pembiayaan penanganan kekeringan dan Karhutla ini bersumber dari Dana Siap Pakai (DSP) APBN, Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD Kabupaten Sukabumi, serta dana sah lainnya.

Eki mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk mulai berhemat dalam menggunakan air bersih sehari-hari.

Selain itu, warga juga diminta ekstra waspada terhadap potensi munculnya titik api di area semak kering, lahan pertanian, maupun kawasan hutan guna mencegah bencana Karhutla selama kemarau berlangsung.

Curated For You

Editorial Team

Related Article