Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemerintah Berencana Bangun Hunian Subsidi di Laswi Kota Bandung
(Istimewa)
  • Pemerintah pusat berencana membangun hunian subsidi di lahan PT KAI kawasan Laswi dan Kiaracondong, Bandung, dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
  • Menteri PKP Maruarar Sirait telah meninjau lokasi dan memastikan proyek ini jadi percontohan nasional, melibatkan koordinasi antara kementerian, Pemkot Bandung, Pemprov Jabar, serta PT KAI.
  • Pendanaan proyek akan memanfaatkan dana CSR dari perusahaan swasta dan yayasan, sementara PT KAI tengah mendata aset tidak terpakai untuk dioptimalkan menjadi kawasan terpadu dengan fasilitas publik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kemarin

Menteri PKP Maruarar Sirait melakukan survei di lokasi Tanah Abang dan Kota Tua sebagai bagian dari persiapan program hunian subsidi.

Senin (6/4/2026)

Maruarar meninjau langsung lahan calon hunian subsidi di Kiaracondong dan Laswi, Kota Bandung, serta menjelaskan rencana pembangunan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD).

25 bulan ini

Maruarar menyebut akan ada pertemuan lanjutan untuk memaparkan dan membahas konsep dasar pembangunan hunian subsidi di kawasan Laswi dan Kiaracondong.

kini

PT KAI masih melakukan pendataan aset tidak terpakai yang akan digunakan untuk proyek TOD, sementara pemerintah menyiapkan pembentukan tim lintas instansi untuk perencanaan pembangunan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah pusat berencana membangun hunian subsidi dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) di lahan milik PT KAI di kawasan Laswi dan Kiaracondong, Kota Bandung.
  • Who?
    Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait bersama PT Kereta Api Indonesia, Pemerintah Kota Bandung, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terlibat dalam perencanaan proyek ini.
  • Where?
    Pembangunan direncanakan di lahan milik PT KAI yang berada di kawasan Laswi dan Kiaracondong, dekat pusat Kota Bandung, Jawa Barat.
  • When?
    Peninjauan lokasi dilakukan pada Senin, 6 April 2026. Pertemuan lanjutan untuk pembahasan konsep dasar dijadwalkan sekitar tanggal 25 bulan yang sama.
  • Why?
    Proyek ini bertujuan menyediakan hunian terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah serta mengoptimalkan aset tidak terpakai milik PT KAI melalui pengembangan kawasan terpadu.
  • How?
    Pembangunan akan dibiayai melalui dana CSR perusahaan swasta dan yayasan. Tim gabungan dari kementerian, pemerintah daerah, dan PT KAI akan menyusun konsep dasar serta rencana pelaksanaan proyek.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pemerintah mau bikin rumah murah di tanah punya kereta di Laswi dan Kiaracondong, Bandung. Pak Menteri Maruarar sudah lihat tempatnya. Katanya nanti rumahnya deket stasiun dan tempat umum. Banyak orang bantu, ada dari kota, provinsi, dan perusahaan juga. Sekarang mereka lagi siapin rencana biar cepat dibangun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Rencana pembangunan hunian subsidi di kawasan Laswi dan Kiaracondong menunjukkan langkah konkret pemerintah dalam memanfaatkan aset negara secara produktif. Dengan konsep Transit Oriented Development dan dukungan CSR dari berbagai pihak, proyek ini mencerminkan kolaborasi lintas lembaga untuk menghadirkan hunian terjangkau yang tetap strategis, lengkap dengan fasilitas publik dan akses transportasi yang baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Pemerintah pusat berencana membangun program rumah subsidi di tanah milik PT Kereta Api Indonesia (KAI). Salah satunya di kawasan Laswi dan Kiaracondong, Kota Bandung, yang digadang-gadang akan dibangun dalam waktu dekat ini.

Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Maruarar Sirait pun dipastikan sudah meninjau langsung lokasi calon hunian subsidi ini. Rencananya, hunian akan dibangun dengan konsep Transit Oriented Development (TOD).

"Kemarin kamu sudah survei di lokasi di Tanah Abang ada tiga, kemudian satu lagi di Kota Tua ya. Kemudian hari ini masuk ke Kota Bandung di Kiaracondong dan Laswi," ucap Maruarar di Kiaracondong, Bandung, Senin (6/4/2026).

1. Hunian akan menjadi contoh untuk dikembangkan ke lokasi lainnya

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Toba, Selasa (24/3/2026). (Dok: Kementerian PKP)

Maruarar memastikan, dua kawasan tersebut nantinya akan menjadi percontohan untuk lahan di daerah lain milik PT KAI. Adapun kawasan Laswi dan Kiaracondong ini dekat dengan jantung Kota Bandung, dan dekat dengan fasilitas publik lainnya.

"Saya rasa ini akan jadi contoh yang lengkap, lokasinya sangat unik, sangat strategis ya. Ini juga lahan kereta api ada lahan 7.000 meter dan 8.000 meter, berarti 1,5 hektar ya," kata dia.

Dia mengatakan, Kementerian PKP telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Bandung dan juga Pemerintah Provinsi Jawa Barat soal rencana dan pemetaan. Bahkan, mereka akan segera membentuk tim untuk menciptakan konsep dasar.

"Kami akan langsung membuat tim di sini, dari kementerian, kereta api, dari sekda, kemudian Kota Bandung, kemudian juga dari balai kita untuk segera membuat satu perencanaan," ucapnya.

2. Akan ada pertemuan lanjutan dari rencana ini

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Maruarar Sirait dan Gubernur Bali Wayan Koster. (IDN Times/Yuko Utami)

Setelah kesepakatan itu, Maruarar mengatakan, nantinya akan diadakan pertemuan lanjutan untuk memastikan pembangunan berjalan dengan maksimal dan sesuai peraturan yang berlaku.

"Kami akan ketemu sekitar tanggal 25 bulan ini ya, untuk melihat konsep dasarnya seperti apa. Konsepnya itu bagus sekali, huniannya ada fasilitasnya, bagaimana kesehatannya, tempat ibadah, parkir, dan sebagainya," tutur dia.

Terkait pembiayaan, lanjut dia, mereka akan menggunakan dana CSR dari perusahaan swasta maupun yayasan. Maruarar menegaskan, pembangunan tersebut bertujuan untuk memudahkan masyarakat memiliki rumah atau hunian dengan murah.

"Contoh kemarin ada dari Astra komitmen untuk membangun hunian rumah tersebut bersifat CSR. Bagaimana juga kami dapat dukungan dari perusahaan juga yayasan. Di luar itu konteksnya bisa komersial, ketiga tentu bagaimana buat MBR," kata dia.

3. KAI ikut mengkaji rencana tersebut

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin. (IDN Times/Pitoko)

Tujuan pemerintah menyediakan program rumah bersubsidi ini memang khusus membantu masyarakat berpenghasilan rendah. Sehingga, semua persyaratan akan diberikan dengan mudah.

Sementara itu Dirut PT KAI, Bobby Rasyidin mengatakan, untuk saat ini mereka masih melakukan pendataan aset-aset tidak terpakai yang direncanakan akan dibangun TOD. Kawasan tersebut nantinya akan dibangun fasilitas bisnis maupun fasilitas masyarakat lainnya.

"Unitnya lagi kami hitung. Kami optimalkan dulu seperti yang disampaikan oleh Pak Menteri tadi, konsepnya itu Transit Oriented Development. Di mana semua itu nanti kawasan terintegrasi, nanti tanggal 25 kami paparkan. Sasaran seperti yang kita sampaikan tadi kan ya, yang namanya TOD itu kan ada kawasan bisnisnya, ada kawasan umumnya," ucap dia.

Editorial Team