Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemerintah Bakal Batasi Tar Rokok, DPRD Jabar Minta Dikaji Dulu
Tolak Regulasi, Petani Tembakau Jabar Minta Perlindungan Prabowo. IDN Times/Istimewa
  • Pemerintah pusat berencana membatasi kadar nikotin dan tar pada rokok, namun kebijakan ini menuai penolakan dari petani tembakau yang khawatir pendapatan mereka terdampak.
  • Ketua Komisi II DPRD Jabar, Bambang Mujiarto, meminta pemerintah melakukan kajian mendalam agar regulasi tidak memberatkan petani dan memperburuk kondisi ekonomi masyarakat bawah.
  • Petani tembakau di Jawa Barat menolak rancangan aturan baru melalui forum Saung Sawala, menilai pembatasan nikotin dan penyeragaman kemasan dapat mengancam keberlangsungan usaha mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
12 Juni 2026

Perwakilan petani tembakau dari berbagai daerah di Jawa Barat menyampaikan penolakan terhadap rancangan aturan pemerintah pusat terkait pembatasan kadar nikotin dan tar. Penolakan disampaikan dalam forum rembuk petani Saung Sawala di Sumedang.

8 Juli 2026

Ketua Komisi II DPRD Jabar, Bambang Mujiarto, menanggapi rencana regulasi pembatasan kadar nikotin dan tar dengan meminta pemerintah pusat melakukan kajian mendalam. Ia menekankan pentingnya mempertimbangkan dampak ekonomi bagi para petani tembakau di Jawa Barat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah pusat berencana membatasi kadar nikotin dan tar pada rokok, yang memicu penolakan dari petani tembakau serta permintaan kajian mendalam dari DPRD Jawa Barat.
  • Who?
    Ketua Komisi II DPRD Jawa Barat Bambang Mujiarto, para petani tembakau di berbagai daerah Jabar, dan Ketua DPD APTI Jawa Barat Sambas.
  • Where?
    Kegiatan dan pernyataan berlangsung di Bandung serta forum rembuk petani “Saung Sawala” yang digelar di Sumedang, Jawa Barat.
  • When?
    Pernyataan Bambang disampaikan pada Rabu, 8 Juli 2026, sedangkan forum petani berlangsung sebelumnya pada Jumat, 12 Juni 2026.
  • Why?
    Kebijakan pembatasan kadar nikotin dan tar dinilai dapat menurunkan pendapatan petani tembakau serta mengancam keberlangsungan ekonomi masyarakat yang bergantung pada komoditas tersebut.
  • How?
    DPRD Jabar meminta pemerintah melakukan kajian mendalam sebelum menerapkan aturan baru, sementara petani menyampaikan penolakan melalui forum diskusi dan siaran pers resmi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pemerintah mau bikin aturan supaya rokok punya tar dan nikotin lebih sedikit. Tapi petani tembakau di Jawa Barat takut nanti mereka susah jual hasil tanamnya. Ada bapak Bambang dari DPRD Jabar yang bilang aturan itu harus dipikir dulu biar tidak bikin petani miskin. Sekarang mereka mau ngobrol dan cari jalan baik bersama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Polemik terkait rencana pembatasan kadar nikotin dan tar justru menunjukkan adanya proses dialog yang sehat antara pemerintah, DPRD, dan para petani tembakau. Upaya Bambang Mujiarto mendorong kajian mendalam serta membuka ruang diskusi mencerminkan komitmen untuk mencari solusi yang adil, menjaga keseimbangan antara kebijakan kesehatan dan keberlanjutan ekonomi masyarakat tani.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Rencana regulasi pembatasan kadar nikotin dan tar pada rokok oleh pemerintah pusat ternyata menimbulkan polemik di kalangan para petani tembakau. Regulasi pengurangan tar ini dinilai akan menyengsarakan para petani tembakau.

Ketua Komisi II DPRD Jabar, Bambang Mujiarto merespons rencana tersebut dan meminta agar pemerintah pusat melalukan kajian yang mendalam mengenai dampak kepada petani dan perekonomian masyarakat.

"Perlu ada kajian mendalam kaitan dengan regulasi yang akan dikeluarkan pemerintah pusat. Pertimbangkan aspek ekonomi kekinian, apalagi saat ini ekonomi Indonesia sedang tidak baik-baik saja," kata Bambang saat dikonfirmasi pada Rabu (8/7/2026).

1. Perekonomian petani tembakau bisa terdampak

Ilustrasi petani tembakau. (Dok. Istimewa)

Menurut dia, pemerintah harus mempertimbangkan kondisi ekonomi para petani tembakau, khususnya di wilayah Jabar. Seharusnya, kata dia, pemerintah mendukung perekonomian dari para petani tersebut.

"Kalau kemudian di sektor pertanian ini diberlakukan kebijakan maupun peraturan-peraturan yang sangat memberatkan, ya tentu akan melumpuhkan perekonomian masyarakat bawah," kata dia.

"Itu akan menjadi kontribusi untuk kemiskinan baru nantinya, terutama sekali pengangguran terbuka. Kalau sampai dengan peraturan yang tidak mencerminkan keberpihakan terhadap masyarakat diberlakukan," katanya.

2. Protes petani tembakau di Jabar harus disikapi

Ilustrasi petani tembakau. (Dok. Istimewa)

Salah satu yang mungkin bisa dilakukan oleh pemerintah kepada para petani tembakau yaitu memberikan pendampingan agar hasilnya bisa berkualitas. Sehingga, kata Bambang, akan berdampak luas kepada pembangunan.

Mengenai adanya protes dari para petani tembakau, Bambang mengungkapkan, nantinya segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk membuka ruang diskusi dan audiensi.

"Kalau memang ada ruang untuk diskusi dengan kami, kami sangat senang dan terbuka sekali. Sehingga informasinya akan lebih komprehensif yang akan kami terima, kan gitu," kata dia.

3. Petani tembakau Jabar protes soal pembatasan tar dan nikotin rokok

Ilustrasi petani tembakau. (Dok. Istimewa)

Sebelumnya, perwakilan petani tembakau dari sejumlah daerah di Jawa Barat menyatakan penolakan terhadap sejumlah rancangan aturan yang sedang dibahas pemerintah pusat terkait sektor hasil tembakau.

Mereka menilai kebijakan yang diusulkan berpotensi memengaruhi keberlangsungan usaha pertanian tembakau dan pendapatan masyarakat yang bergantung pada komoditas tersebut.

Penolakan disampaikan dalam forum rembuk petani bertajuk Saung Sawala: Menjaga Kedaulatan Tembakau Tatar Sunda yang digelar di Sumedang.

Dalam forum itu, petani menyampaikan kekhawatiran terhadap usulan penyeragaman kemasan produk tembakau, pembatasan kadar nikotin dan tar, serta aturan lain yang dinilai dapat berdampak pada penyerapan hasil panen.

“Kami memperjuangkan penghidupan. Mengapa ada rancangan aturan seperti pembatasan kadar nikotin dan penyeragaman kemasan yang dianggap bisa mematikan tembakau, padahal ini sumber ekonomi petani,” ujar Ketua DPD Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Barat, Sambas, melalui siaran pers diterima IDN Times, Jumat (12/6/2026).

Menurut Sambas, selama ini hasil budidaya petani tembakau masih terserap industri hasil tembakau sehingga perubahan aturan dinilai perlu mempertimbangkan kondisi di lapangan.

"Tembakau merupakan sumber ekonomi petani dan sampai saat ini hasil budidayanya masih diserap industri," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article