Pamer Tak Pernah Naik Gaji, SBY Ajak Pilih Demokrat dan Prabowo

Majalengka, IDN Times- Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan, partainya terus berjuang untuk kesejahteraan rakyat. Hal itu disampaikan SBY saat kampanye pertemuan terbatas di Islamic Center Majalengka, Sabtu (13/1/2024).
Di hadapan pendukungnya, SBY mengaku rela tidak naik gaji selama menjadi Presiden. Namun dia mengaku senang karena di sisi lain, aparatur sipil negara (ASN) senantiasa mengalami kenaikan gaji.
“Gaji saya (selama) sepuluh tahun gak naik, yabg penting abdi negara naik gajinya. Itu sejarah mencatat. Itu namanya pemimpin adil,” kata SBY di depan massa pendukungnya.
1. Pamer program semasa jadi Presiden, SBY ajak menangkan Demokrat

SBY (kedua dari kanan) saat mengingatkan para kader Partai Demokrat, Rabu (20/12/2023).(IDN Times/Rama Prasetyo). Terkait gaji, SBY menjelaskan selama dirinya menjabat sebagai Presiden dua periode, ia telah mengeluarkan kebijakan untuk menaikkan gaji para pegawai.
“Masih ingat dulu gaji guru, Tamtama TNI, Polri, pegawai negeri, apalagi pensiunan, rendah sekali. Hanya Rp600 ribu. Saya membikin sasaran besar, tidak adil seperti ini. Kami naikkan 5 tahun pertama dari Rp600 ribu, menjadi Rp2,5 juta. Sepuluh tahun kemudian menjadi Rp4 juta,” kata dia
“Sementara sepuluh tahun tahun gaji saya tidak naik. saya minta ‘jangan naikkan gaji saya.’ Sejarah mencatat itu. Nelayan, tenaga kesehatan, para buruh, guru, semua masyarakat kita naikkan (gaji) sesuai dengan kemampuan negara. Itu yang namanya adil, kepentingan pemimpin belakangan,” lanjut dia.
Selain tidak mengalami kenaikan gaji selama sepuluh tahun jadi Presiden, SBY juga memaparkan sepak terjangnya yang telah mengangkat 1 juta lebih tenaga honorer. Dia berharap, beberapa program yang diterapkannya, bisa kembali dijalankan oleh pemerintah di masa yang akan datang.
“Dulu SBY mengangkat (sebanyak) 1,1 juta guru honorer, pegawai honorer menjadi PNS. Kami berharap pemerintahan mendatang menjalankan kebijakan itu lagi,” kata dia.
2. SBY tegaskan Demokrat ogah obral janji

Inin Nastain IDN Times/ SBY seusai kampanye terbatas di Majalengka Dalam kesempatan itu, SBY juga menyinggung tentang janji yang kerap disampaikan oleh calon pemimpin. Ia menegaskam, pada masa kampanye ini, Demokrat ogah memberikan janji yang muluk-muluk.
“Demokrat tidak suka memberi janji, tidak suka memberikan angin surga, dari dulu. Yang penting, dulu pernah kami laksanakan. Janji-janji saya, kalau buktinya tidak ada, untuk apa?” kata dia.
Kendati demikian, untuk kembali memberikan kontribusi yang besar kepada masyarakat, SBY meminta dukungan sekaligus memilih partai yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono itu.
“Oleh karena itu, di samping saya mohon dukungan semuanya, dan insyaallah kalau Pak Prabowo yang diusung oleh Partai Demokrat nanti terpilih menjadi pemimpin kita maka Demokrat bersama Pak Prabowo akan bisa wujudkan hal-hal yang dulu kita wujudkan,” kata SBY.
“Saya yakin, dengan tekad Partai Demokrat, dengan dukungan masyarakat, dengan cara memilih partai Demokrat bulan depan tanggal 14 Februari 2024, dengan pertolongan Allah SWT, Demokrat akan bisa berbuat lebih banyak lagi. Tidak ada cara lain kecuali dukungan rakyat kepada Demokrat untuk berjuang di pemerintahan dan DPR. Agar rakyat tidak dibiarkan terus menerus dalam keadaan susah,” kat Presiden ke-6 RI itu.
3. Lanjutkan yang baik, perbaiki yang kurang

SBY saat safari politik di Tulungagung. IDN Times/ Bramanta Pamungkas Di hadapan pendukungnya, SBY juga mengingatkan pentingnya program pemerintah yang bisa mensejahterakan masyarakat. Oleh karena itu, ujar dia, sudah selayaknya pemimpin yang akan datang melanjutkan program Presiden sebelumnya, yang dianggap baik.
“Hal-hal kebijakan program yang sudah baik, rakyat suka. Dari Presiden pertama sampai ketujuh, wajib hukumnya dilanjutkan,” tegas dia.
Namun demikian, SBY juga mengingatkan pentingnya evaluasi. Ketika dinilai ada kebijakan yang kurang baik, sudah seharusnya dilakukan perbaikan.
“Tapi kalau memang dalam kurun sepuluh tahun ini, dan setelah pemilu pemerintahan baru ada program yang tidak tepat, wajib hukumnya diperbaiki,” ujar SBY.
“Nah, (posisi) Demokrat di situ. Lanjutkan yang baik dan gigih berjuang, perbaiki yang belum baik,” lanjut dia.






















