Padel Masih Jadi Olahraga yang Diburu Masyarakat Kota Bandung

- Bandung siap gelar event internasional
- Goat Arena Bandung dibangun mengacu pada standar internasional
- Siap menjadi tuan rumah turnamen FIP Silver
- Padel harus bisa dimainkan kalangan manapun
- Mengusung filosofi "Good", padel untuk semua kalangan
- Tidak menerapkan sistem keanggotaan dengan blok jam jangka panjang
- Akademi padel harus dibangun
- Goat Arena akan membangun akademi padel sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan
- Pembinaan yang konsisten dapat
Bandung, IDN Times - Olahraga padel kian menunjukkan geliatnya di Indonesia. Di berbagai daerah tempat bermain padel terus dibangun termasuk di Kota Bandung demi memberikan ruang masyarakat yang ingin berolahraga.
Salah satu yang baru berdiri adalah Goat Arena di Jalan Menado, Sumur Bandung. Kehadiran arena ini menjadi salah satu penanda seriusnya pengembangan padel sebagai olahraga jangka panjang, bukan sekadar tren sesaat.
Goat Arena Bandung resmi dibuka pada 17 November 2025. Meski belum menggelar grand opening, venue ini telah diresmikan oleh Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih karena lokasinya berada di wilayah Agoda.
“Goat Arena ini baru dibuka bulan lalu dan sekarang masih soft opening,” ujar General Manager Goat Arena, Haris Adi Prayuda melalui siaran pers diterima IDN Times, Minggu (4/1/2026).
1. Bandung siap gelar event internasional

Goat Arena Bandung dibangun dengan mengacu pada standar internasional. Venue ini memiliki enam lapangan padel dan dua lapangan tenis, dengan spesifikasi teknis yang dirancang untuk pertandingan level tinggi.
“Ketinggian ceiling tertinggi sekitar 20–20,5 meter dan terendah 12,5 meter. Jarak antar lapangan juga sudah sesuai standar internasional, sekitar 2,5 sampai 3 meter,” kata Haris.
Dengan standar tersebut, Goat Arena disebut siap menggelar event internasional. Bahkan, pada Agustus mendatang, Bandung berpeluang menjadi tuan rumah turnamen FIP Silver, salah satu agenda resmi Federasi Padel Internasional.
“Sekitar 70–80 persen kemungkinan turnamen ini dipindahkan ke Bandung dari Jakarta karena antusiasme penonton di sini lebih baik,” ujarnya.
2. Padel harus bisa dimainkan kalangan manapun

Berbeda dari banyak venue padel lain, Goat Arena mengusung filosofi “Good”, yakni padel untuk semua kalangan. Haris menegaskan, padel tidak boleh terjebak sebagai olahraga eksklusif.
“Padel memang masih fase early adopter, jadi banyak yang menaikkan harga karena tren. Tapi ke depan, padel akan menjadi olahraga rakyat,” kata Haris.
Konsep ini juga tercermin dari sistem pemesanan lapangan. Goat Arena tidak menerapkan sistem keanggotaan dengan blok jam jangka panjang.
Goat Arena bukan hanya menjual lapangan. Manajemen juga mengembangkan manajemen atlet, pelatih, dan event organizer khusus padel.
3. Akademi padel harus dibangun

Ke depan, Goat Arena juga akan membangun akademi padel sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan. Hal ini karena padel telah menjadi cabang olahraga pada Asian Games dan tengah diarahkan menuju Olimpiade. Di tingkat nasional, padel juga telah tercatat dalam kalender PBPI dan akan dipertandingkan di Osaka.
“Karakter padel mirip bulu tangkis dan futsal, mengandalkan agility dan game intelligence. Dengan pembinaan yang konsisten, Indonesia punya peluang besar bersaing di level dunia,” ujarnya.
Secara bisnis, Goat Arena Bandung merupakan venue kedua setelah Bintaro. Ke depan, jaringan Goat Arena akan berkembang hingga lima lokasi, termasuk Cibis, Cilandak Business Park, Permata Hijau, dan Semarang.
Meski berlokasi di pusat kota, Goat Arena menetapkan tarif flat Rp350 ribu per jam, dengan harga promosi Rp295 ribu selama masa awal pembukaan.
“Di tengah kota, harga lapangan padel bisa mencapai Rp400 ribu per jam. Kami pilih harga ideal agar tetap terjangkau,” kata Haris.















