Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Operasi Patuh Lodaya DimulaI, Pengendara Tak Tertib Siap-siap Ditilang
ilustrasi tilang (ANTARA News/Devi Ramadhan)
  • Polda Jawa Barat mengerahkan hampir 2.000 personel gabungan dalam Operasi Patuh Lodaya 2026, berlangsung 26 Oktober hingga 8 November untuk menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

  • Operasi ini menggabungkan penindakan, edukasi keselamatan, pencegahan kecelakaan, serta optimalisasi penegakan hukum elektronik ETLE di seluruh wilayah Jawa Barat.

  • Personel diminta memprioritaskan keselamatan, pendekatan humanis, penegakan hukum tegas dan adil, koordinasi lintas instansi, serta pengawasan dengan profesionalisme dan integritas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
26 Oktober hingga 8 November 2026

Polda Jawa Barat menggelar Operasi Patuh Lodaya 2026 selama dua pekan dengan hampir 2.000 personel gabungan. Operasi ini menargetkan penurunan pelanggaran lalu lintas dan angka kecelakaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Operasi Patuh Lodaya 2026 digelar untuk menekan pelanggaran lalu lintas, angka kecelakaan, dan fatalitas, serta meningkatkan kesadaran berkendara melalui edukasi, pencegahan, dan penegakan hukum.
  • Who?
    Polda Jawa Barat mengerahkan hampir 2.000 personel gabungan. Wakapolda Jabar Brigjen Pol Rachmad Iswan Nusi memimpin penyampaian arahan dalam apel gelar pasukan.
  • Where?
    Operasi berlangsung di seluruh wilayah Jawa Barat, dengan personel gabungan disebar ke berbagai daerah.
  • When?
    Operasi berlangsung selama dua pekan, dari 26 Oktober hingga 8 November 2026. Apel gelar pasukan dilaksanakan pada Senin, 26 Oktober 2026.
  • Why?
    Operasi dilaksanakan untuk mewujudkan keamanan dan kelancaran lalu lintas, mencegah kecelakaan, menekan fatalitas, serta meningkatkan kepatuhan dan kesadaran pengguna jalan.
  • How?
    Polri dan instansi terkait melakukan pengaturan lalu lintas, edukasi, pencegahan kecelakaan, penegakan hukum tegas dan adil, serta mengoptimalkan penindakan elektronik melalui ETLE.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Polisi di Jawa Barat mulai menjaga jalan dari 26 Oktober sampai 8 November 2026. Hampir 2.000 petugas ikut membantu. Mereka mau mengurangi orang yang melanggar aturan dan kecelakaan. Polisi juga memakai kamera untuk melihat pelanggaran. Mereka ingin pengendara lebih hati-hati, aman, dan tertib di jalan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Operasi Patuh Lodaya 2026 menunjukkan upaya terukur untuk menjadikan keselamatan sebagai pusat pengelolaan lalu lintas di Jawa Barat. Dengan personel lintas instansi, pemanfaatan ETLE, serta penekanan pada edukasi dan pendekatan humanis, operasi ini dirancang tidak semata menindak pelanggaran, melainkan membangun kesadaran berkendara secara profesional, adil, dan bertanggung jawab.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Polda Jawa Barat mengerahkan hampir 2.000 personel gabungan dalam Operasi Patuh Lodaya 2026 yang berlangsung selama dua pekan, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Operasi ini digelar untuk menekan pelanggaran lalu lintas dan angka kecelakaan di wilayah Jawa Barat.

Wakapolda Jabar Brigjen Rachmad Iswan Nusi mengatakan, operasi tersebut tidak hanya berfokus pada penindakan pelanggaran, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berkendara.

"Keberhasilan tugas tidak hanya diukur dari jumlah pelanggaran yang ditindak, tetapi terutama dari kemampuan mencegah kecelakaan, menekan fatalitas, dan meningkatkan kesadaran masyarakat," kata Rachmad saat apel gelar pasukan Operasi Patuh Lodaya 2026, Senin (26/10/2026).

1. Operasi Patuh Lodaya berlangsung hingga 8 November 2026

Ilustrasi tilang elektronik atau ETLE di Makassar. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Selain meningkatkan kesadaran masyarakat, Rachmad mengungkapkan, operasi ini juga berfokus pada pengoptimalan penegakan hukum secara elektronik melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) demi mewujudkan keselamatan berlalu lintas bagi seluruh pengguna jalan.

Dalam operasi ini, hampir 2.000 personel gabungan dikerahkan dan disebar ke seluruh wilayah Jawa Barat.

"Apel gelar pasukan ini merupakan sarana strategis untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana, sekaligus menyatukan komitmen seluruh jajaran agar operasi berjalan optimal," kata Rachmad.

2. Penegakan sesuai dengan UU

Ilustrasi tilang manual (Instagram.com/polrestadenpasar)

Rachmad menjelaskan, sesuai mandat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Polri bersama instansi terkait bertanggung jawab penuh mewujudkan keamanan dan kelancaran lalu lintas.

"Tanggung jawab tersebut dilaksanakan melalui pengaturan lalu lintas, edukasi, pencegahan kecelakaan, dan penegakan hukum yang profesional," katanya.

3. Ada lima poin yang difokuskan dalam operasi Patuh Lodaya

Ilustrasi tilang manual (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

Rachmad menegaskan, ada lima poin penekanan utama bagi seluruh personel selama berjalannya operasi. Kelima poin tersebut meliputi utamanya keselamatan sebagai prioritas, pengedepanan edukasi dan pendekatan humanis, penegakan hukum secara tegas dan adil, perkuatan koordinasi lintas instansi, serta pelaksanaan pengawasan dan pengendalian secara melekat.

"Lima penekanan tersebut harus dilaksanakan secara konsisten dengan mengutamakan profesionalisme, integritas, dan tanggung jawab," kata Rachmad.

Curated For You

Editorial Team

Related Article