Ojol Bandung Wafat Akibat Jalan Nasional Rusak, KDM Desak Solusi Pusat

- Seorang pengemudi ojek online tewas di Jalan Dr Djunjunan, Bandung, setelah kehilangan kendali akibat jalan berlubang dan terlindas bus DAMRI pada Rabu, 17 Juni 2026.
- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan banyak jalan nasional di Jabar rusak dan meminta pemerintah pusat menyerahkan pengelolaannya ke daerah agar bisa segera diperbaiki.
- Dedi menyebut APBD daerah cukup untuk menangani perbaikan jalan jika kewenangan diserahkan, sementara lokasi kecelakaan Pasteur kini sedang diperbaiki oleh petugas.
Bandung, IDN Times - Jalan berlubang milik pemerintah pusat berada di Jalan Dr Djunjunan (Pasteur), Kota Bandung, menyebabkan korban jiwa. Satu orang pengemudi ojek online (ojol) dinyatakan meninggal karena berupaya mendahului kendaraan namun kehilangan kendali karena kondisi jalan rusak.
Peristiwa tersebut terjadi, Rabu (17/6/2026), sekitar pukul 14.20 WIB. Setelah hilang kendali, korban kemudian jatuh ke arah kiri hingga masuk ke kolong Bus DAMRI. Dia pun terlindas hingga akhirnya meninggal dunia.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi turut merespons hal tersebut dan mengatakan jalan yang berstatus milik nasional yang tersebar di berbagai titik di Jabar dalam kondisi rusak.
Pemprov Jabar pun sudah membuat solusi mengusulkan jalan milik nasional ke Pemprov Jawa Barat atau pemerintah kabupaten dan kota. Surat usulan tersebut kata Dedi sudah diserahkan namun sampai saat ini tidak direspons.
"Jalan nasional di Jawa Barat saat ini banyak yang rusak. Dari sisi kebijakan, kami sudah berkirim surat ke Kementerian PU agar menyerahkan pengelolaannya ke provinsi atau ke pemerintah kota setempat. Kami tidak memperbaiki sebelum ada penyerahan resmi," kata Dedi dikutip Sabtu (20/6/2026).
1. Pemerintah pusat harus tanggung jawab

Selama surat tersebut belum direspons oleh pemerintah pusat, Dedi menegaskan, Pemprov Jabar tidak akan memberikan intervensi langsung ke jalan-jalan milik pemerintah pusat, karena kewenangan bukan ada di pemerintah provinsi.
Menurut Dedi, pemerintah pusat jangan khawatir mengenai pembiayaan jika nantinya pemerintah daerah mengelola penuh Jalan Nasional. Dia merasa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pemerintah daerah mampu untuk melakukan perbaikan dan kemantapan jalan.
Dia mencontohkan, seperti di Pemkot Bandung yang memiliki APBD sekitar Rp7,61 triliun. Angka itu sangat mampu menangani kerusakan jalan tersebut.
"Jadi saya harapkan jalan yang rusak yang tidak terbiayai serahin ke daerah. APBD Kota Bandung kan 7,61 triliun, itu sangat bisa untuk menangani. Provinsi juga sudah mengambil alih pengolahan sebagian jalan kota," kata dia.
2. Minta usulan pemerintah daerah ambil alih Jalan Nasional segera direspons

Dedi menilai opsi itu menjadi solusi penanganan lubang jalan yang mengancam nyawa pengendara dapat dieksekusi dengan dikelola oleh pemerintah provinsi dan kabupaten kota masing-masing.
Dengan begitu, ke depannya tidak ada lagi kecelakaan yang menyebabkan korban jiwa akibat jalan nasional, provinsi, maupun kabupaten/kota yang rusak.
Pantauan terkini di lapangan, lokasi kecelakaan yang merenggut nyawa pengemudi ojol di Jalan Dr Djunjunan atau Pasteur ini sedang diperbaiki oleh sejumlah petugas.
3. Ojol tewas akibat jalan berlubang di Pasteur

Diketahui, seorang pengendara ojek online (ojol) tewas saat melintasi jalan berlubang di Jalan Pasteur, Kota Bandung, Rabu (17/6/2026) siang. Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung AKP Fiekry Adi Perdana menyebut, pengendara motor terjatuh dan meninggal dunia saat melintasi tutup gorong-gorong yang berlubang.
"Informasi (kecelakaan) tunggal," kata dia.
Fiekry menuturkan, korban sedang melintasi jalan Pasteur, Kota Bandung dari arah barat ke timur kemudian jatuh karena penutup gorong-gorong jalan yang berlubang. Petugas saat ini masih melakukan evakuasi terhadap korban dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Gara-gara gorong-gorong jalan berlubang," kata dia.
Kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal sebelumnya juga terjadi di Jalan Soekarno-Hatta. DPM, seorang pesepeda berstatus pelajar tewas terlindas truk saat melintasi jalan tersebut di Kecamatan Cinambo, Kota Bandung, Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 08.24 WIB.
Saat itu korban DPM bersepeda dari arah barat ke timur di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (16/6/2026). Korban hendak berbelok dari jalur lambat ke jalur cepat.
"Pada saat berbelok tidak mengamati situasi arus lalu lintas dari arah depan dan samping kanan, sehingga menyebabkan kecelakaan lalu lintas," ucap dia, Selasa (16/6/2026).
Ia menuturkan korban tertabrak truk tracktor yang datang dari arah barat menuju timur di jalur cepat. Akibat kejadian itu, pesepeda meninggal dunia di lokasi kejadian.
Setelah kejadian itu, ia mengatakan petugas melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Kendaraan yang terlibat dalam keadaan laik jalan.


















