Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mudik Lebaran 2025: 17 Juta Kendaraan Diprediksi Tinggalkan Jabar

Mudik Lebaran 2025: 17 Juta Kendaraan Diprediksi Tinggalkan Jabar
ilustrasi situasi kemacetan saat mudik lebaran (pexels.com/Hòa Lê Đình)

Bandung, IDN Times - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat memprediksi 17 juta kendaraan umum dan pribadi akan melaksanakan perjalanan mudik ke luar provinsi. Hal ini diketahui berdasarkan hasil survey pergerakan masyarakat di masa Mudik Lebaran 1446 H.

"Hasil survei yang dari pusat sudah ada, hasil surveinya (kendaraan) yang keluar dari Jawa Barat itu sekitar 17 juta kendaraan. Sedangkan yang (akan) masuk ke Jawa Barat itu sekitar 15 juta sekian kendaraan," ungkap Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat, A Koswara, Sabtu (15/3/2025).

1. Pengaturan lalu lintas akan disesuaikan

ilustrasi macet (freepik.com/freepik)
ilustrasi macet (freepik.com/freepik)

Kendati demikian, Koswara mengingatkan, wilayah Jawa Barat merupakan jalur perlintasan bagi pemudik yang akan menju wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sehingga tidak mudah bagi Dishub untuk menghadapi agenda mudik Lebaran di tahun ini.

"Jawa Barat itu kan perlintasan ke Jawa Timur sama ke Jawa Tengah, itu yang bikin repot kan," katanya.

2. Didominasi kendaraan pribadi

ilustrasi mengobrol dengan anggota keluarga untuk mengusir bosan saat macet (pexels.com/Kindel Media)
ilustrasi mengobrol dengan anggota keluarga untuk mengusir bosan saat macet (pexels.com/Kindel Media)

Koswara mengatakan, soal jumlah pergerakan masyarakat berdasarkan jenis angkutan (kendaraan), di masa mudik kali ini, pergerakan masih didominasi oleh kendaraan pribadi dengan angka mencapai 41 persen seperti kendaraan roda dua dan empat. 

"Paling banyak pribadi mobil 23 persen, motor sekitar 18 persen, setelah itu bus dan kereta dan sumber pergerakan yang paling banyak berasal di Jawa Barat se-Indonesia dengan 17 juta (kendaraan keluar) itu," ungkapnya.

3. Angkutan organik dilarang beroperasi selama lebaran

Ilustrasi jalanan macet (pexels.com/Darya Sannikova)
Ilustrasi jalanan macet (pexels.com/Darya Sannikova)

Sebelumnya, Koswara mengungkapkan, pada lebaran tahun ini kendaraan organik seperti andong dan lainnya akan diminta untuk berhenti beroperasi selama sepekan sebelum dan sesudah lebaran.

Kebijakan ini nantinya dilakukan di empat kabupaten/kota yang paling banyak berada di jalan lintas nasional, atau jalur mudik masyarakat. Adapun empat kabupaten/kota ini yakni Kabupaten Garut, khususnya daerah Limbangan. Lalu Kabupaten Cirebon dan Indramayu, kawasan Pantura, serta terakhir Kabupaten Bandung.

"Angkutan organik ini nantinya akan diberhentikan sementara selama libur lebaran. Ini berdasarkan hasil rapat bersama Gubernur (Dedi Mulyadi)," ujar Koswara, Senin (10/3/2025).

Sebagai gantinya, Ade memastikan pemerintah provinsi akan memberikan biaya kompensasi terhadap para pelaku angkutan organik tersebut. Ia memastikan, kebijakan ini juga turut andil berdasarkan keputusan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

"Pak Gubernur (Dedi Mulyadi) akan memberikan kompensasi terhadap angkutan lingkungan yang ada di sumber macet, seperti Limbangan. Supaya berhenti dulu, tidak beroperasi, dan nanti diberi kompensasi," ungkapnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

NasDem Karawang Benahi Rutilahu, Puluhan Rumah Kini Layak Huni

05 Mei 2026, 21:13 WIBNews