Bandung, IDN Times - Peqho Teater akan segera menggelar Monda Pelesiran, sebuah pertunjukan monolog dan performing art berbahasa Sunda yang menggabungkan tiga karya dalam satu malam. Program ini digagas oleh Adjie N.A selaku pendiri Peqho Teater dan diproduseri oleh Mima Yusuf.
Mengusung semangat kebanggaan terhadap budaya Indonesia, Monda Pelesiran ingin mengajak masyarakat kembali mengenali identitas akar budaya Sunda. Pertunjukan ini juga mengangkat refleksi kehidupan manusia modern yang kerap terjebak dalam individualisme dan terdampak perkembangan teknologi.
Pada November 2026, Monda Pelesiran dijadwalkan menyambangi sejumlah kota, yakni Surakarta, Yogyakarta, Depok, dan Bandung. Pertunjukan di Jakarta juga masuk dalam rencana roadshow, tetapi jadwalnya masih tentatif.
Rangkaian pertunjukan ini terdiri dari dua monolog, yaitu Copong dan Ngeunteung, serta satu performing art berjudul MaAink. Ketiganya menghadirkan pendekatan artistik berbeda untuk membicarakan kekosongan diri, refleksi terhadap kehidupan, hingga kegelisahan manusia di tengah derasnya arus informasi digital.