Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar setelah mendaftar bersamaan ke KPU, Senin (8/8/2022). (IDN Times/Melani Putri)
Hasil rapat-rapat itu, lanjut dia, kemudian dilaporkan kepada sejumlah Kiai. Salah satu Kiai yang dilapori hasil rapat itu adalah KH Taifur Mawardi, ulama asal Purworejo.
Pertemuan itu, jelas dia, dilakukan di Makkah. "Kiai Mawardi kala itu mendorong Gus Muhaimin sebaiknya menghadapi Pilpres 2024 bersama Anies. Keduanya diyakini bisa memperjuangkan nilai-nilai konstitusional yang bisa berpihak kepada kepentingan masyarakat dan umat," tutur dia.
“Anies dan Muhaimin, kata Kiai Mawardi, memiliki komitmen yang sama. Dua-duanya muda, aktivis, punya kecerdasan dan keberanian untuk memperjuangkan kepentingan rakyat,” lanjut Kang Maman, yang mengaku ikut hadir dalam pertemuan itu.
Selain dengan Kiai Mawardi, Kang Maman mengaku meminta pendapat dari ulama kharismatik yang ada di Makkah, Sayid Ahmad bin Muhammad bin Alwi Al Maliki. Ia menjelaskan bahwa Sayid Ahmad menghargai semua calon presiden.
Kendati demikian, kata dia, Sayid Ahmad menginginkan perpaduan serasi antara Anies-Muhaimin atau Muhaimin-Anies. Pertemuan juga dilakukan dengan sejumlah Kiai lainnya.
“Apalagi ada seorang ulama sepuh yang didatangi Kiai Mahasin, yaitu Kiai Abbas di perbatasan Prambanan. Dia langsung mengatakan, yang akan memenangkan Pilpres ini adalah Anies dan PKB. Dalam konteks ini, pilihannya PKB itu tidak ada lain kecuali Pak Muhaimin,” ujarnya.