Menjanjikan, Pasar Taksi Listrik di Kota Bandung Mulai Tumbuh

- Pasar taksi listrik di Kota Bandung mulai tumbuh dengan hadirnya 50 unit e-Bluebird berbasis kendaraan listrik BYD e6 sebagai alternatif kendaraan umum.
- General Manager Bluebird Group Bandung, Ken Edithya, menyatakan bahwa pasar taksi listrik cukup menjanjikan dan perawatannya pun tidak banyak, sehingga cukup terjangkau.
- Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat dan Ketua Tim Promosi Pariwisata Disbudpar Kota Bandung turut menyambut baik kehadiran taksi listrik Bluebird sebagai solusi mobilitas bersih dan mendukung sektor pariwisata.
Bandung, IDN Times - Transformasi kendaraan umum dari konvensional ke listrik (EV/electric vehicle) mulai terasa di Kota Bandung. Di tengah banyaknya masyarakat yang membeli kendaraan listrik, perusahaan taksi pun kini mulai beradaptasi dengan menghadirkan kendaraan dengan rendah emisi tersebut.
Bluebird Group misalnya yang telah resmi menghadirkan taksi listrik pertama di Bandung sebagai upaya untuk memperluas pilihan mobilitas berkelanjutan warga lokal. Ada sebanyak 50 unit e-Bluebird berbasis kendaraan listrik BYD e6 telah disiapkan sebagai alternatif kendaraan umum untuk masyarakat.
1. Ada 50 unit taksi listrik di Kota Bandung

General Manager Bluebird Group Bandung, Ken Edithya membeberkan, pasar taksi listrik di Kota Bandung cukup menjanjikan. Setelah diuji coba sebelumnya, masyarakat antusias dan menyambut baik kehadiran taksi EV ini.
"Kami launching 50 unit respons pasar positif dan kami maksimalkan karena sesuai misi kami dan komitmen mengurangi emisi karbon. Kami tetap harus menghadirkan moda transportasi aman dan nyaman," ujar Ken, Kamis (12/2/2026).
2. Bluebird berkomitmen mengurangi gas buang dari kendaraan

Ken menyampaikan, Bluebird terus melakukan riset dan inovasi mengenai kendaraan listrik untuk digunakan sebagai taksi. Hal itu sudah dimulai sejak tahun 2019 mulai dari beberapa taksi di wilayah DKI Jakarta.
"Soal EV sejak tahun 2019 sampai saat ini kami belajar dengan inovasi terbarukan dan ini komitmen kami. Kami juga berkontribusi terhadap gas buang dan itu target kami turun 50 persen," kata Ken.
"Kami masih learning study dan kami harus lihat kebutuhan dan masyarakat, Alhamdulillah sampai saat ini kami lihat baik penerima di masyarakat," jelasnya.
Selain itu, dari segi investasi kata Ken, taksi listrik ini cukup terjangkau, karena perawatannya pun tidak banyak. Bluebird memastikan taksi listriknya tetap terjaga untuk kenyamanan.
"Ini lebih less maintenance dan perawat hanya kaki-kaki mobil, ban dan aki. Akan lebih murah dan dari sisi inventasi harga cost memang tinggi," ujar Ken.
3. Pemerintah sambut baik transportasi umum bertenaga listrik

Sementara, Agus Didik Suseno, Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat menyambut baik kehadiran taksi listrik Bluebird yang sejalan dengan upaya peningkatan kualitas transportasi di daerah.
"Armada ini menjadi bagian dari solusi mobilitas harian masyarakat Bandung yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan," kata dia.
Kemudian, Andika Indra, Ketua Tim Promosi Pariwisata Disbudpar Kota Bandung menekankan peran mobilitas dalam mendukung sektor pariwisata.
"Kehadiran taksi listrik Bluebird mendukung Bandung sebagai tujuan wisata yang modern. Akses mobilitas yang andal menjadi faktor penting dalam menghadirkan pengalaman wisata yang nyaman dan berkelanjutan, khususnya dalam menjangkau destinasi budaya, kuliner," kata dia.
















