Cirebon, IDN Times - Maraknya informasi yang beredar di dunia digital sering kali menjadi perhatian, terutama ketika informasi tersebut berkaitan dengan isu sensitif seperti produk yang diduga terafiliasi dengan Israel.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Faqihudin, menyoroti fenomena ini sebagai masalah yang memerlukan perhatian serius.
Ia mengungkapkan keprihatinannya atas penyebaran daftar produk yang disebut-sebut memiliki hubungan dengan Israel tetapi tidak didukung oleh dasar ilmiah yang jelas.
Banyak dari informasi yang tersebar luas ini bersifat spekulatif dan berpotensi menyesatkan masyarakat. Hal ini dapat memicu kebingungan, salah paham, bahkan tindakan yang tidak tepat.
"Setiap individu memiliki kebebasan untuk membuat dan menyebarkan daftar produk yang mereka klaim terkait dengan Israel. Namun, tanpa dasar metodologis yang kuat, hal tersebut hanya akan menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat," kata Faqihudin, Senin (9/12/2024).
