Mangga Mahatir Majalengka Viral, Berat Capai 2,5 Kilogram

- Mangga Mahatir asal Majalengka viral karena beratnya mencapai 2,5 kilogram per buah, menjadikannya salah satu mangga terbesar yang pernah ditemukan di Indonesia.
- Varietas ini berasal dari Kinabalu, Malaysia, memiliki bentuk lonjong meruncing, biji kecil, daging tebal, serta rasa manis kuat yang membuatnya bernilai tinggi di pasar hortikultura.
- Budidaya dilakukan di An-Nabawie Agrolestari Majalengka selama tiga tahun dan berpotensi menjadi komoditas premium dengan nilai ekonomi besar bagi sektor pertanian lokal.
Majalengka, IDN Times – Sebuah temuan mangga berukuran jumbo kembali mencuri perhatian dari Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Varietas Mangga Mahatir yang dibudidayakan petani lokal tercatat memiliki berat hingga 2,5 kilogram per buah, menjadikannya salah satu kandidat mangga berukuran terbesar yang pernah ditemukan di Indonesia.
Mangga ini menjadi sorotan karena ukurannya yang tidak biasa, sekaligus menambah daftar komoditas hortikultura unggulan Majalengka yang selama ini dikenal dengan mangga Gedong Gincu.
1. Ditemukan di kebun agrolestari, hasil budidaya 3 tahun

Mangga jumbo tersebut ditemukan di kawasan An-Nabawie Agrolestari, Desa Majasuka, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka. Buah itu dipanen pada Minggu (21/6/2026) dari pohon yang telah dibudidayakan sejak sekitar tiga tahun terakhir.
Menurut pengelola, varietas ini mulai menunjukkan potensi produksi besar setelah memasuki masa produktif. Satu pohon bahkan mampu menghasilkan belasan hingga puluhan buah dalam satu musim panen.
2. Varietas Mahatir punya ciri unik dan daging tebal

Mangga Mahatir yang juga dikenal sebagai Mangga Esmo berasal dari wilayah Kinabalu, Malaysia. Ciri khasnya berbentuk lonjong dengan ujung meruncing serta biji yang relatif kecil, sehingga bagian daging buah terasa lebih tebal dibanding mangga pada umumnya.
Selain ukurannya yang besar, tekstur daging Mangga Mahatir juga dikenal halus dengan rasa manis yang kuat. Karakter inilah yang membuatnya mulai dilirik sebagai komoditas hortikultura bernilai tinggi.
3. Berpotensi jadi komoditas premium bernilai ekonomi tinggi

Pendiri An-Nabawie Agrolestari, Jajang Ade Rukmana, menyebut dirinya bahkan belum menimbang seluruh hasil panen secara detail. Namun, ia membuka kemungkinan ada buah yang bobotnya bisa melampaui rekor yang pernah terdokumentasi di media.
“Seumpama ditimbang satu per satu, mungkin saja ada yang beratnya lebih dari 2,975 kilogram,” ujar Jajang.
Secara catatan, angka 2,5 kilogram ini disebut melampaui beberapa laporan mangga jumbo sebelumnya, meski belum tercatat resmi di lembaga seperti Museum Rekor Indonesia (MURI) maupun Guinness World Records.
Keunikan Mangga Mahatir juga sempat menarik perhatian Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto saat berkunjung ke lokasi budidaya tersebut pada akhir tahun lalu.
Selain mangga, kawasan An-Nabawie Agrolestari juga mengembangkan komoditas lain seperti melon premium dalam greenhouse, sekaligus berfungsi sebagai pusat pelatihan pertanian perdesaan swadaya (P4S) untuk pengembangan pertanian bernilai ekonomi tinggi di wilayah setempat.


















