Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Malam Berdarah di Sukabumi, 2 Pemuda Dibacok OTK Saat Nongkrong
Pemuda di Sukabumi jadi korban pembacokan OTK (IDN Times/dok warga)
  • Dua pemuda diserang orang tidak dikenal saat nongkrong di toko ban Kampung Ongrak, Desa Pamuruyan, Cibadak, Sukabumi, pada Selasa malam 8 September 2026.
  • Menurut saksi dan korban, pelaku sempat memukul serta menendang, lalu kembali sekitar 15–20 menit kemudian membawa celurit dan membacok salah satu korban.
  • Satu korban mengalami pukulan dan tendangan, sementara lainnya dibacok; keduanya dirawat di RSUD Sekarwangi Cibadak, dan Polsek Cibadak menangani kasus tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Dua pemuda sedang duduk dengan teman di toko ban di Sukabumi. Seorang laki-laki datang, memukul dan menendang mereka. Lalu ia kembali membawa celurit dan membacok satu pemuda. Dua pemuda itu dibawa ke rumah sakit. Polisi Cibadak sekarang menangani kejadian ini.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah insiden yang mengejutkan, respons setelah kejadian memperlihatkan adanya jalur penanganan yang berjalan. Kedua korban segera dibawa ke RSUD Sekarwangi Cibadak untuk perawatan intensif dan visum, sementara Polsek Cibadak telah menangani perkara tersebut untuk proses hukum. Kesaksian dari korban dan pemilik toko juga memberi gambaran yang jelas mengenai kejadian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sukabumi, IDN Times - Niat hati ingin menikmati malam sambil berkumpul bersama teman, dua pemuda di Kabupaten Sukabumi malah menjadi korban kebrutalan orang tidak dikenal (OTK).

Peristiwa mencekam ini terjadi di sebuah toko ban yang berlokasi di Kampung Ongrak, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa malam (8/9/2026).

1. Berawal dari tegur sapa yang berujung kekerasan

TKP pembacokan di Sukabumi (IDN Times/dok Istimewa)

Kejadian berdarah ini bermula ketika para korban sedang asyik nongkrong di lokasi kejadian. Menurut keterangan saksi mata, insiden secara mengejutkan terjadi setelah pelaku melintas di depan toko ban bersama seorang wanita.

“Awalnya lagi pada diam, si pelaku lewat sama pacarnya. Udah lewat dia balik lagi terus mukul sama nendang. Habis itu dia pergi, tapi gak lama datang lagi lari-lari sambil bawa celurit,” ujar Latif, Rabu (9/9/2026).

2. Korban sempat mengira aksi pelaku hanya gurauan

Pemuda di Sukabumi jadi korban pembacokan OTK (IDN Times/dok warga)

Salah satu korban, Hamdan, tidak menyangka bahwa aksi penganiayaan tersebut bakal berujung pada penyerangan menggunakan senjata tajam. Pasalnya, korban merasa mengenal pelaku dan sempat menduga tindak kekerasan awal hanya candaan semata.

“Awalnya dia cuma mukul gak bawa sajam. Selang 15 sampai 20 menit, dia balik lagi bawa celurit. Kirain bercanda jadi gak saya ladenin. Pas saya berdiri, dia langsung bacok. Saya sempat tahan pakai meja, tapi akhirnya kena juga,” kata Hamdan.

2. Kesaksian pemilik toko

Ilustrasi pembacokan. (IDN Times/Istimewa)

Aksi penyerangan tunggal tersebut melukai dua pemuda di lokasi. Pemilik toko ban, Taufik, yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) membenarkan adanya insiden yang melibatkan satu orang pelaku tersebut.

“Korban ada dua orang. Yang satu kena pukul dan tendang, nah yang satu lagi kena bacok. Pelakunya cuma satu orang,” jelas Taufik.

Pasca insiden tersebut, para korban langsung dilarikan ke RSUD Sekarwangi Cibadak untuk mendapatkan perawatan medis intensif dan menjalani proses visum et repertum. Kasus penyerangan ini sudah ditangani oleh pihak Polsek Cibadak untuk proses hukum lebih lanjut.

Editorial Team

Related Article