Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Laptop dan Kaus Kaki untuk SPPG, KPPG Bandung: Belum Ada Informasi itu
Ilustrasi SPPG di Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • BGN disorot publik karena isu pengadaan kaus kaki Rp6,9 miliar serta laptop dan alat makan senilai Rp4 triliun untuk SPPG yang bersumber dari APBN.
  • Kepala KPPG Bandung menyatakan belum menerima informasi resmi terkait rencana pemberian laptop, alat makan, dan kaus kaki tersebut, termasuk mekanisme penyalurannya.
  • Kepala BGN menegaskan pengadaan memang ada namun tidak sebesar isu beredar; hanya 5.000 laptop dan alat makan untuk 315 SPPG dengan anggaran sekitar Rp215 miliar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Sepanjang 2025

Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut pengadaan laptop di lingkungan BGN hanya sekitar 5.000 unit sepanjang tahun tersebut.

14 April 2025

Dadan Hindayana menegaskan pengadaan laptop, kaos kaki, dan alat makan memang ada sebagai kebutuhan operasional Program MBG, namun jumlahnya tidak sebesar yang diberitakan.

14 April 2026

Kepala KPPG Regional Bandung Ramzi menyatakan belum menerima informasi mengenai rencana pemberian laptop dan kaus kaki untuk SPPG serta menjelaskan perangkat komputer di SPPG umumnya disediakan oleh yayasan mitra.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Badan Gizi Nasional (BGN) dikabarkan melakukan pengadaan laptop, alat makan, dan kaus kaki untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), namun jumlah dan mekanismenya masih menjadi perhatian publik.
  • Who?
    Kepala BGN Dadan Hindayana dan Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bandung Ramzi memberikan penjelasan terkait rencana pengadaan tersebut.
  • Where?
    Kegiatan dan klarifikasi berlangsung di lingkungan Badan Gizi Nasional serta KPPG Regional Bandung, Jawa Barat.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Selasa, 14 April 2026, setelah isu pengadaan barang mencuat ke publik sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026.
  • Why?
    Pengadaan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan operasional Program Menuju Bebas Gizi (MBG) di berbagai SPPG yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
  • How?
    Dadan menjelaskan jumlah barang disesuaikan dengan kebutuhan riil lapangan; sementara KPPG Bandung menyebut belum menerima informasi teknis mengenai penyaluran bantuan tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada cerita tentang Badan Gizi Nasional yang mau beli laptop, alat makan, dan kaus kaki. Orang-orang bilang uangnya banyak sekali, tapi bapak Dadan dari BGN bilang tidak sebanyak itu. Di Bandung, kantor gizi belum tahu soal pembagian barang-barang itu. Sekarang mereka masih menunggu kabar pasti tentang rencana itu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Penjelasan dari Kepala BGN, Dadan Hindayana, menunjukkan adanya upaya transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan anggaran Program MBG. Dengan menegaskan bahwa jumlah pengadaan jauh lebih kecil dari isu yang beredar serta realisasi anggaran di bawah pagu, BGN memperlihatkan komitmen terhadap akurasi data dan penggunaan dana publik secara bertanggung jawab.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Badan Gizi Nasional (BGN) baru-baru ini kembali disorot publik mengenai pengadaan sejumlah barang seperti kaos kaki yang mencapai Rp6,9 miliar, serta laptop, dan alat makan senilai Rp4 triliun untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Anggaran triliunnan rupiah ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Informasi ini pun muncul setelah sebelumnya ramai mengenai motor listrik yang rencananya diberikan untuk pengelola dapur MBG tersebut.

Namun, mengenai rencana BGN ini, sejumlah SPPG di Kota Bandung justru banyak yang belum mengetahui dan sebelumnya memang tidak mendapatkan informasi soal pemberian laptop, perlengkapan makan dan kaus kaki tersebut.

1. SPPG di Bandung tidak tahu mengenai rencana ini

Ilustrasi SPPG. IDN Times/istimewa

Hal itu juga dibenarkan oleh Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Regional Bandung, Ramzi. Dia mengatakan, mengenai rencana pemberian laptop dan kaus kaki ini belum diketahui secara pasti, termasuk mekanisme teknis penyalurannya.

"Kami belum mendapatkan informasi tersebut, dan itu sama seperti pengadaan bantuan motor SPPG juga," kata Ramzi, saat dikonfirmasi, Selasa (14/4/2026).

Ramzi mengaku, selama ini untuk perangkat komputer di SPPG kebanyakan sudah disediakan oleh yayasan yang menaungi setiap dapur MBG tersebut. Namun untuk Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi dipastikan dia dapat operasional laptop.

"Kalau KPPG ada laptop, untuk SPPG setahu saya disiapkan oleh mitra/yayasan," ucapnya.

2. SPPG memang memiliki laptop/komputer yang disediakan oleh mitra

Ilustrasi SPPG di Kota Tangerang (Dok. Pemkot Tangerang)

Ramzi menegaskan, mengenai perangkat komputer atau laptop di SPPG pada dasarnya sudah masuk dalam petunjuk teknis dari BGN itu sendiri. Namun, mengenai bantuan yang saat ini ramai dibahas tersebut, dia menegaskan tidak mengetahui secara pastikan.

"Kalau ini (perangkat komputer/laptop di SPPG) masuk dalam Juknis. Untuk kantor tidak di atur dalam juknis karena masuk pada kebutuhan kantor," kata dia.

Terpisah, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana menegaskan, pengadaan barang-barang tersebut memang ada, sebagai bagian dari kebutuhan operasional Program MBG. Namun, jumlahnya tidak sebesar yang ramai diberitakan.

"Pengadaan itu ada, tetapi tidak sebanyak yang disebutkan. Misalnya laptop 32 ribu unit dan alat makan senilai Rp4 triliun sama sekali tidak benar," kata Dadan dalam keterangan, Selasa (14/4/2025).

3. BGN membenarkan ada pengadaan laptop dan kaus kaki

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Dadan menjelaskan, pengadaan kaos kaki, laptop, dan alat makan dilakukan sesuai kebutuhan riil di lapangan, dan tidak dalam jumlah fantastis seperti informasi yang beredar. Sepanjang 2025, Dadan menyebut, pengadaan laptop di lingkungan BGN hanya 5.000 unit.

"Pengadaan laptop bukan 32.000 unit seperti yang beredar, tetapi hanya sekitar 5.000 unit sepanjang 2025," ujarnya.

Selain itu, terkait pengadaan alat makan hanya dilakukan untuk 315 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dibangun melalui pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Pengadaan alat makan hanya untuk 315 SPPG yang dibiayai APBN dengan pagu sekitar Rp215 miliar," ujar Dadan.

Dadan memastikan pembangunan SPPG berbasis APBN tersebut telah ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) menteri terkait, sehingga seluruh pengadaan mengikuti perencanaan yang telah ditetapkan pemerintah.

Dari sisi anggaran, Dadan merinci, pagu untuk pengadaan alat makan Rp89,32 miliar, dengan realisasi mencapai sekitar Rp68,94 miliar. Hal ini menunjukkan pelaksanaan pengadaan dilakukan secara efisien dan tidak melampaui anggaran yang telah ditetapkan.

Sementara terkait kaos kaki, Dadan menekankan, BGN tidak melakukan pengadaan secara langsung. Dia menyebut kaos kaki merupakan bagian dari perlengkapan yang diberikan saat pendidikan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

"Untuk kaos kaki, itu bukan pengadaan di BGN. Itu diberikan saat pendidikan SPPI sebagai bagian dari perlengkapan peserta yang diselenggarakan oleh Universitas Pertahanan," katanya.

Editorial Team