Korban TPPO Mantan Anggota DPRD Indramayu: Tolong Kami Pak Prabowo

Indramayu IDN Times- Mantan anggota DPRD Indramayu yang diduga jadi korban TPPO di Myanmar Robiin, meminta bantuan dari Capres terpilih Prabowo Subianto. Permintaan itu disampaikan Robiin dalam pesan suara yang dikirimkan kepada Solihin yang merupakan wakil ketua DPRD Indramayu pada periode 2014-2019, Minggu (13/10/2024) dini hari.
Dalam pesan suara 1.06 menit, yang diterima wartawan, Robiin menyampaikan permintaan pertolongan langsung kepada Prabowo, selaku Capres terpilih.
"Kepada bapak Presiden terpilih Bapak Prabowo tolong selamatkan kami, 37 WNI yang tersekap, tersandera di Myanmar Pak. Di sini tidak ada perang Pak," kata Robiin.
1. Ada korban yang disandera sudah dua tahun

Dalam pesan suara itu, Robiin tidak sendiri. Ada suara laki-laki lain, yang juga korban dugaan TPPO. Suara laki-laki lain itu mengaku sudah disandera selama dua tahun.
"Tolong bapak bertindak sesegera mungkin Pak. Selamatkan kami. Tolong selamatkan kami. Segera. Kami terancam jiwa raganya Pak," kata Robiiy.
"Kami ingin berkumpul bersama keluarga Pak. Sudah dua tahun di sini Pak, belum ada tindakan dari pemerintah Pak," sahut suara lain dalam pesan suara tersebut.
Rekan Robiin mengaku, dirinya sudah menjadi korban TPPO selama dua kali. Lewat pesan suara itu, mereka berharap Prabowo yang akan dilantik pada 20 Oktober segera melakukan tindakan.
"Tolong Pak, segera bebaskan kami Pak, tolong. Kami diperjualbelikan, diperdagangkan. Sudah dua kali seperti ini," kata rekan Robiin.
"Kami disiksa, disekap. Disetrum . Tolong Pak Prabowo, selamatkan jiwa raga kami. Tolong Pak," jelas Robiin dengan suara parau.
2. Robiin berangkat pada September 2023, berawal info loker di medsos

Yuli Asmi selaku istri Robiin mengatakan, awalnya, sang suami akan bekerja di Thailand, di salah satu perusahaan garmen. Dijelaskan dia, info tersebut didapat suaminya dari media sosial.
"Berangkat 2023 bulan September. Awal mula suami saya direkrut itu ngelamar di sosial media. Pada saat itu suami saya melamar pekerjaan di negara Thailand untuk menjadi admin HRD, perusahaan garmen," kata Yuli, beberapa waktu lalu.
Saat perekrutan, jelas dia, korban dijanjikan akan mendapat gaji sebesar 16 juta per bulan. Namun, akhirnya nasib Robbin tidak seperti awal perekrutan.
"Ternyata diselundupkan ke Myanmar. PT (perusahaan yang dituju) itu di Thailand. Dijanjikan gaji 16 juta per bulan mendapatkan bonus dan cuti," jelas dia.
"Tidak sesuai (dengan yang dijanjikan). Karena saat ini bukan di negara Thailand. Saat ini suami saya di Myanmar. Di perbatasan," jelas dia.
3. Istri korban sudah berjuang

Sementara itu, Yuli mengaku sudah mencoba melaporkan nasib suaminya ke sejumlah instansi. Dia berharap, akan ada nasib baik dari suaminya bersama 36 WNI lainnya yang saat ini disekap.
"Saya sudah melapor ke banyak pihak ya. Ke Polda, Kemenlu. Audiensi ke Komnasham," kata dia.
"Saya dan anak-anak ikut menjadi korban. Karena harus mengganti peran suami saya, mencari nafkah . Saya pun harus mengadvokasi, menyelamatkan supaya bisa segera evakuasi," ungkap dia.
Di sisi lain, rekan korban sesama mantan anggota DPRD Indramayu Solihin mengaku, dirinya sudah mendapat kabar terkait penanganan korban TPPO itu.
"Saya dapat (kiriman) WA dari salah satu anggota DPR RI, alhamdulilah sudah dalam negosiasi dengan Kemenlu di Myanmar. Semoga segera dipulangkan, tanpa syarat," kata dia.