Bandung, IDN Times – Rencana pembangunan pusat data kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) CGK4 di kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, menuai sorotan dari sejumlah organisasi masyarakat sipil. Kebutuhan air untuk operasional fasilitas tersebut menjadi salah satu persoalan yang dipertanyakan karena Jatiluhur selama ini menopang kebutuhan air masyarakat dan sektor pertanian.
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Barat bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung dan Trend Asia membahas persoalan tersebut dalam sebuah diskusi pada Selasa (13/10/2026). Selain menyoroti potensi tekanan terhadap sumber daya air, mereka juga mempertanyakan proses penyusunan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) proyek CGK4.
Direktur WALHI Jawa Barat, Iwang, menyebut kebutuhan air fasilitas tersebut diperkirakan mencapai 33 juta liter per hari. Angka ini perlu dikonfirmasi melalui dokumen teknis proyek, terutama untuk memastikan sumber pasokan, pola pemanfaatan, dan dampaknya terhadap kebutuhan air masyarakat.
Di sisi lain, Direktur LBH Bandung, Heri Pramono, menilai proses penyusunan dokumen lingkungan proyek bermasalah karena dinilai tidak memberikan ruang partisipasi yang memadai bagi masyarakat terdampak.
