Kepatuhan Regulasi Jadi Perhatian di Industri Berjangka

- PT Didimax Pialang Berjangka meraih Grade A+++ dari Bappebti pada Semester I 2026, sebagai pengakuan atas kepatuhan regulasi dan peningkatan kualitas layanan.
- Direktur Kepatuhan Zulfan Syaiful Bahri menekankan kepatuhan operasional, transparansi, dan profesionalisme sebagai cara menjaga kepercayaan nasabah di perdagangan berjangka.
- Perusahaan menyoroti pentingnya edukasi risiko, SDM kompeten, informasi jelas, serta kolaborasi regulator dan pelaku industri untuk memperkuat tata kelola perdagangan berjangka.
Bandung, IDN Times - Kepatuhan terhadap regulasi dan kualitas pelayanan menjadi perhatian dalam perkembangan industri perdagangan berjangka komoditi. Kedua aspek tersebut berperan penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan pialang berjangka, terutama di tengah perubahan teknologi dan kebutuhan nasabah.
Seperti yang baru saja dialami olehn PT Didimax Pialang Berjangka, di mana baru saja meraih Grade A+++ dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) untuk Semester I 2026. Pencapaian ini menjadi salah satu bentuk pengakuan terhadap upaya perusahaan dalam menjaga kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku sekaligus meningkatkan kualitas layanan.
Bagi perusahaan, pencapaian tersebut tidak hanya menjadi capaian kinerja, tetapi juga menjadi dorongan untuk mempertahankan standar tata kelola dan pelayanan. Transparansi, profesionalisme, serta pemahaman nasabah mengenai perdagangan berjangka turut menjadi bagian dari upaya membangun industri yang sehat.
Direktur sekaligus Direktur Kepatuhan PT Didimax Pialang Berjangka, Zulfan Syaiful Bahri, mengatakan kepatuhan perlu diterapkan secara konsisten dalam kegiatan operasional perusahaan. Menurutnya, kepercayaan nasabah harus dijaga melalui komitmen terhadap regulasi dan peningkatan layanan yang berkelanjutan.
1. Kepatuhan regulasi menjadi fondasi kegiatan usaha

ilustrasi regulasi (pexels.com/Markus Winkler) Zulfan menilai kepatuhan terhadap regulasi merupakan aspek fundamental dalam menjalankan kegiatan usaha di industri perdagangan berjangka komoditi. Pencapaian Grade A+++ dari Bappebti menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus menjaga standar tersebut dalam operasional sehari-hari.
“Kami bersyukur atas pencapaian Grade A+++ dari Bappebti pada Semester I 2026. Bagi kami, pencapaian ini merupakan bentuk motivasi untuk terus menjaga kepatuhan terhadap regulasi dan meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah secara konsisten,” ujar Zulfan, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Sabtu (10/10/2026).
Menurutnya, kepatuhan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kewajiban kepada regulator, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat. Karena itu, perusahaan berupaya memastikan kegiatan operasional berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
2. Pengalaman industri mendukung penguatan tata kelola

ilustrasi regulasi (pexels.com/Markus Spiske) Berdasarkan profil yang dipublikasikan Badan Arbitrase Perdagangan Berjangka Komoditi (BAKTI), Zulfan telah berkecimpung di industri perdagangan berjangka dan komoditi sejak 2004. Ia bergabung dengan PT Didimax Berjangka sebagai Direktur Kepatuhan pada 2017. Pada periode 2025–2029, Zulfan juga tercatat sebagai Ketua Umum Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO).
Keterlibatan tersebut berjalan beriringan dengan agenda pengembangan industri, termasuk literasi dan edukasi perdagangan berjangka komoditi. Bappebti mencatat keterlibatan Zulfan dalam kegiatan edukasi pada 2025. Upaya ini menjadi relevan karena masyarakat perlu memahami mekanisme transaksi dan risiko sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui perdagangan berjangka.
“Edukasi menjadi bagian penting dalam membangun industri yang sehat. Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang benar dan memahami risiko sebelum memutuskan untuk bertransaksi di perdagangan berjangka,” ujar Zulfan.
3. Kualitas layanan perlu diiringi edukasi nasabah

ilustrasi transaksi (pexels.com/Ivan Samkov) Perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat mendorong perusahaan pialang berjangka untuk terus mengevaluasi kualitas pelayanan. Komunikasi yang informatif, sumber daya manusia yang kompeten, serta akses terhadap informasi yang jelas menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan dalam melayani nasabah.
Zulfan menegaskan bahwa pencapaian Grade A+++ tidak berarti perusahaan dapat berhenti melakukan perbaikan. “Kami melihat pencapaian ini sebagai tanggung jawab untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan. Kepercayaan nasabah harus dijaga melalui kepatuhan, transparansi, edukasi, serta pelayanan yang profesional,” kata Zulfan.
Ke depannya, penguatan tata kelola, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan edukasi mengenai perdagangan berjangka komoditi tetap menjadi bagian dari upaya perusahaan. Kolaborasi antara regulator, asosiasi, pelaku usaha, dan masyarakat juga diperlukan untuk mendukung industri yang transparan, akuntabel, serta bertanggung jawab. Bagi perusahaan, pencapaian Grade A+++ menjadi pengingat bahwa kepercayaan nasabah perlu dijaga melalui konsistensi kepatuhan dan kualitas layanan.
























