Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Krisis Sampah Bandung Raya, Pemprov Jabar Kebut PSEL Legok Nangka

Kota Bandung
3 min read
Krisis Sampah Bandung Raya, Pemprov Jabar Kebut PSEL Legok Nangka
TPPAS Legok Nangka (kpbu.jabarprob.go.id)
  • Kapasitas Zona 5 TPA Sarimukti telah terisi sekitar 80 persen dan diproyeksikan penuh pada November 2026, mengancam krisis sampah di Bandung Raya.

  • Pemprov Jabar melanjutkan proyek PSEL Legok Nangka senilai Rp7,4 triliun untuk mengolah sampah dari enam daerah menjadi listrik berkapasitas target 40,79 MW.

  • PSEL Legok Nangka ditargetkan beroperasi pada akhir 2029 atau awal 2030; selama masa transisi, pemerintah menyiapkan pemadatan sampah Sarimukti dengan teknologi aman.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Kuota Tempat pembuangan akhir (TPA) Sarimukti digadang-gadang akan habis pada akhir tahun ini. Secara otomatis, wilayah Bandung Raya yang merupakan daerah utama pembuang sampah di TPA tersebut terancam menghadapi krisis.

Di tengah ancaman penuhnya zona penampungan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melanjutkan persiapan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka yang ditargetkan beroperasi pada 2029–2030.

Perkembangan proyek senilai Rp7,4 triliun itu dibahas dalam pertemuan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM dengan Sumitomo Corporation, investor asal Jepang yang terlibat dalam pembangunan PSEL Legok Nangka, Jumat (9/10/2026). Pertemuan tersebut berlangsung setelah peletakan batu pertama proyek pada 29 Juli 2026.

"Ini kita sudah bertemu dengan salah satu investor yang membangun pembangkit listrik tenaga sampah di Legok Nangka. Kami sudah berkomitmen untuk melaksanakan pembangunan," ujar KDM.

  1. 1. PSEL Legok Nangka sudah sangat dibutuhkan

    IMG-20260804-WA0013.jpg
    Bandung Siapkan 100 Armada Sampah Jelang Operasional Legok Nangka. Dok Diskominfo Bandung

    KDM mengatakan, pertemuan tersebut membahas persiapan lanjutan pembangunan fasilitas pengolahan sampah di Kabupaten Bandung itu. KDM juga menegaskan bahwa sampah dari enam kabupaten/kota di Jawa Barat nantinya akan diolah menjadi energi listrik di fasilitas tersebut.

    "Nanti masyarakat Bandung, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Cimahi, Garut, Sumedang, sampahnya diproduksi menjadi listrik di Legok Nangka dan ini yang punya modalnya," kata dia.

    PSEL Legok Nangka ini menjadi sangat dinantikan karena, dalam waktu dekat ini Kapasitas Zona 5 TPA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat kian terbatas. Zona tersebut memiliki kapasitas sekitar 700 ribu ton sampah, dengan volume yang telah mencapai sekitar 560 ribu ton atau 80 persen.

    Dengan kondisi tersebut, zona penampungan diperkirakan penuh pada November 2026. Proyeksi ini lebih cepat dibandingkan perkiraan awal yang menyebut kapasitasnya baru akan habis pada Agustus 2027.

  2. 2. PSEL Legok Nangka dirancang olah 2.131 ton sampah per hari

    IMG-20260804-WA0011.jpg
    Bandung Siapkan 100 Armada Sampah Jelang Operasional Legok Nangka. Dok Diskominfo Bandung

    Sementara, PSEL Legok Nangka disiapkan untuk mengolah sampah dari enam daerah yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Sumedang.

    Fasilitas tersebut diklaim memiliki kapasitas pengolahan hingga 2.131 ton sampah per hari. Sampah akan diproses menggunakan teknologi waste-to-energy untuk menghasilkan listrik dengan kapasitas yang ditargetkan mencapai 40,79 megawatt (MW).

    Proyek ini menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), dengan Pemprov Jabar sebagai penanggung jawab proyek kerja sama. Sumitomo Corporation tergabung dalam konsorsium PT Jabar Environmental Solutions (JES), bersama EPN, Kanadevia, dan Kyuden.

    Nilai investasinya diperkirakan mencapai Rp7,4 triliun. Rincian pendanaan yang disampaikan mencakup sekitar Rp5 triliun dari investor, Rp2 triliun hibah pemerintah pusat, dan Rp350 miliar hibah Pemerintah Belanda.

  3. 3. Legok Nangka baru ditargetkan beroperasi pada 2029–2030

    IMG-20260804-WA0014.jpg
    Bandung Siapkan 100 Armada Sampah Jelang Operasional Legok Nangka. Dok Diskominfo Bandung

    Pembangunan PSEL Legok Nangka diperkirakan membutuhkan waktu konstruksi sekitar 41 bulan. Fasilitas tersebut ditargetkan mencapai commercial operation date (COD) pada kuartal IV 2029 atau kuartal I 2030.

    Artinya, terdapat rentang waktu beberapa tahun sebelum fasilitas ini dapat beroperasi secara komersial. Sementara itu, kapasitas Zona 5 Sarimukti diperkirakan habis pada November 2026.

    Perbedaan waktu tersebut membuat pemerintah daerah perlu menyiapkan langkah penanganan sampah selama masa transisi. Pengoperasian Legok Nangka pada masa mendatang tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan akan solusi jangka pendek.

    Sekdah Jabar Herman Suryatman mengatakan, ada beberapa solusi jangka pendek kini tengah dipersiapkan Pemprov Jabar, salah satunya melakukan pemadatan kembali timbunan sampah untuk mendapatkan ruang tambahan.

    Namun, pengerjaan tidak bisa dilakukan sembarangan. Sebab, gunungan sampah terdapat gas metana yang mudah terbakar. Karena itu, proses pemadatan membutuhkan perhitungan dan teknologi yang aman.

    "Bahkan teman-teman ahli dari ITB juga turun untuk membantu melakukan analisis cepat, tiga bulan ini akan ditreatment, salah satunya dicompacting (pemadatan), tentu dengan teknologi yang akuntabel karena ada gas metana," ujar Herman, belum lama ini.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More