Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sekda Jabar Geram, Sampah Restoran Masih Dibuang ke TPA Sarimukti

Kota Bandung
3 min read
Sekda Jabar Geram, Sampah Restoran Masih Dibuang ke TPA Sarimukti
Pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti. dok Pemkot Bandung
  • Pemprov Jawa Barat menyoroti restoran di Bandung Raya yang masih mengirim sisa makanan ke TPA Sarimukti, meski dinilai mampu mengolah sampah secara mandiri.

  • Zona 5 TPA Sarimukti diperkirakan penuh pada Oktober atau paling lambat akhir 2026; Pemprov menyiapkan pemadatan dengan kajian ITB untuk menambah ruang sementara.

  • Pemprov Jabar menargetkan pemasangan teknologi pirolisis pada akhir tahun untuk mengolah sampah lama hingga sekitar 1.000 ton per hari menjadi solar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyoroti deretan restoran di wilayah Bandung Raya yang masih belum bisa mengolah sampah sisa makanan secara mandiri. Restoran di wilayah aglomerasi ini turut menyumbang sampah paling banyak ke TPA Sarimukti, Bandung Barat.

Di sisi lain, kondisi TPA Sarimukti sendiri sedang tidak baik-baik saja. Pemprov Jabar memastikan, TPA khusus wilayah aglomerasi ini akan penuh hingga akhir tahun ini. Sekda Jawa Barat, Herman Suryaman menyatakan, sampah restoran masih menjadi penumpang penuhnya Sarimukti.

"Kalau enggak percaya, cek semua rumah makan. Intip sama teman-teman media. Hampir semua rumah makan, sisa sampah organik meluncur, ujungnya ke Sarimukti," ujar Herman, Rabu (7/10/2026).

  1. 1. Rumah makan harusnya bisa mengolah sampah secara mandiri

    IMG-20260323-WA0016(1).jpg
    Pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti. dok Pemkot Bandung

    Menurut Herman, restoran dan rumah makan yang ada di wilayah Bandung Raya ini pada dasarnya memiliki kemampuan untuk membantu menyelesaikan persoalan-persoalan sampahnya dengan teknologi-teknologi yang ada saat ini.

    "Padahal kan rumah makan mah lebih terminate sih ya. Maksud saya, rek sibuk, rek beurat (mau sibuk mau berat) dan lain sebagainya, pokoknya sampah kudu dikurangi, dimanfaatkan, didaur ulang," ujarnya.

    Sebelumnya, Herman mengatakan, Pemprov Jabar sudah berupaya memperpanjang usia Sarimukti dengan membuka Zona LimaZ Namun, ruang yang tersedia kini kembali menipis.

    "Jadi, kami sudah mengingatkan jauh hari sebelumnya, bahwa Sarimukti kan terbatas, dan provinsi sudah berikhtiar semaksimal mungkin bagaimana Sarimukti bisa diperpanjang usianya, makanya kita buka Zona Lima," katanya.

  2. 2. TPA Sarimukti penuh akhir Oktober ini

    TPA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat. (Rizki/IDN Times)
    TPA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat. (Rizki/IDN Times)

    Herman menjelaskan, berdasarkan pengecekan di lapangan, Zona Lima diperkirakan penuh pada Oktober 2026 atau paling lambat akhir tahun. Dia memastikan waktu penanganan sampah di TPA Sarimukti sudah tinggal hitungan bulan.

    "Posisi terakhir sudah kami perkirakan bulan Oktober ini penuh atau akhir tahun ini lah, akhir tahun ini Sarimukti itu penuh, kami sudah cek lapangan," kata dia.

    Pemprov Jabar juga berencana melakukan pemadatan terhadap timbunan sampah di zona tersebut. Namun, langkah itu tidak bisa dilakukan sembarangan karena tumpukan sampah menghasilkan gas metana yang mudah terbakar.

    "Bahkan teman-teman ahli dari ITB juga turun untuk membantu melakukan analisis cepat, tiga bulan ini akan di-treatment, salah satunya di-compacting (pemadatan), tentu dengan teknologi yang akuntabel karena ada gas metana," kata Herman.

    Hasil kajian tersebut ditargetkan diterima Pemprov Jabar pada pekan ini. Setelah metode pemadatan ditentukan, pemerintah akan menyiapkan alat berat untuk mengoptimalkan ruang yang masih tersedia.

    "Nanti alat berat dan lain sebagainya kita siapkan, sehingga itu bisa menambah space," ujarnya.

  3. 3. Pemprov Jabar akan maksimalkan semua cara perpanjang Sarimukti

    Zona Perluasan TPA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat. (Rizki/IDN Times)
    Zona Perluasan TPA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat. (Rizki/IDN Times)

    Kendati begitu, Herman mengungkapkan, pemadatan bukan solusi jangka panjang. Menurutnya, upaya tersebut hanya memberikan tambahan ruang untuk sementara waktu.

    "Kami akan melakukan compacting itu sampai Desember, sehingga usianya bisa diperpanjang berapa usia tambahannya, nanti kita lihat analisis dari ITB," katanya.

    Di sisi lain, Pemprov Jabar juga menyiapkan skenario lain yaitu dengan menggunakan teknologi pirolisis untuk mengolah sampah lama menjadi bahan bakar. Teknologi tersebut ditargetkan mampu mengolah hingga sekitar 1.000 ton sampah per hari menjadi solar.

    "Dengan Pak Kasat sepakat, akhir tahun ini akan dipasang penanganan sampah dengan teknologi pirolisis, bagaimana sampah-sampah lama itu diolah, per harinya 1.000 ton menjadi solar," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More